fake it till you make it 5 min read

setiap entrepreneur pasti pernah “fake it till you make it” — siapapun dia.
apalagi entrepreneur yang memulainya dari nol.

dan bagi saya, itu justru adalah sesuatu hal yang positif.

yang membedakan adalah:
mungkin satu entrepreneur 25% fake it;
yang satu 50% fake it; dan
yang satu 75% fake it.

tapi semua entrepreneur pasti pemah fake-it.

the list

sebagai contoh, misalnya saja:

1. brian chesky (AirBnb)

nge-fake-it dengan bikin website dengan desain yang ramai, seolah-olah mereka adalah marketplace yang besar, padahal mereka masih tinggal dalam sebuah kamar kecil.

2. steve jobs

nge-fake-it dengan mendemokan produk yang belum benar-benar siap. bukan untuk menipu, tapi karena ia yakin dengan visinya.

3. reed hastings (netflix)

nge-fake-it dengan berkata bahwa “the future is streaming”, di masa intemet rumahan bahkan belum bisa memutar video dengan lancar. tapi tanpa ini, ekosistem streaming tidak akan terbentuk, tidak akan ada netflix.

4. patrick & john collison (stripe)

nge-fake-it dengan menunjukkan demo API yang tampak stabil dan elegan, padahal realitanya masih ada banyak bug. mereka tahu, dunia tidak menunggu kode yang sempurna.

5. elon musk (spacex)

nge-fake-it dengan menjual mimpi manusia akan tinggal di mars, ketika roketnya meledak tiga kali, berturut-turut.

tanpa keyakinan yang kuat ini, spacex tidak akan berhasil dibangun.

6. elizabeth holmes (theranos)

nge-fake-it dengan memalsukan hasil lab.

apakah ia benar-benar fraud, ataukah ia adalah seseorang yang kelewat percaya pada visinya sampai melakukan tindakan yang kelewat jauh?

tapi hal yang harus kita pegang: faking confidence is fine. faking integrity is not.

7. steve huffman, dan alexis ohanian (reddit)

nge-fake-it dengan membuat ratusan user palsu, memposting berita, opini, komentar palsu setiap hari. berdebat dengan diri sendiri dari akun yang berbeda.

ini terlihat konyol, tapi mereka sendiri punya keyakinan: tidak akan ada orang yang mau jadi user di platform yang masih kosong. sehingga mereka menciptakan ilusi bahwa mereka sedang berada dalam sebuah pesta yang ramai.

faith

banyak founder startup, ketika dunia sedang berbincang mengenai valuasi yang tinggi-tinggi, validasi ide, growth luar biasa besar — ia masih belum punya apa-apa kecuali keyakinan bahwa visinya suatu hari akan terwujud.

dan visi itu tidak akan terwujud, kecuali ia sendiri benar-benar turut mempercayainya hingga ke darah dan tulang. founder menciptakan realita awal mereka sendiri.

fisik founder memang di dunia nyata, tapi pikiran dan kepercayaan ada di realita 5-10-15 tahun di masa depan.

leap of faith

dalam fake it till you make itu ada “leap of faith.”

founder harus percaya dulu,
bahkan sebelum orang lain percaya,
bahkan sebelum bukti-bukti terlihat.

ini bukan berbohong;
ini beda dengan berbohong;
tapi ini adalah “a really, really strong, irrational belief”.

courage

dalam fake it till you make itu ada “courage”

“courage isn’t the absence of fear — it’s moving fomard despite it.”

“life shrinks or expands in proportion to one’s courage.”

dalam startup, sering kali founder harus membangun produk atau layanan.

layanan kompetitor berada pada rating 7/10;
jadi untuk menyaingi kompetitor, founder harus bikin produknya sendiri menjadi 8/10.

dan ini kadang butuh waktu 1, 2, bahkan 3 tahun.

jadi terkadang startup itu bukan soal pengetahuan (meski ini juga penting), tetapi startup itu adalah soal keyakinan, dan keberanian.

the courage to dive into the unknown.

pertaruhan terhadap suatu kepercayaan;
sebagaimana Musk tetap percaya pada visinya di Tesla & SpaceX.

ketika founder lain back down (mundur),
anda justru double it down (meningkatkannya dua kali lipat).

ini soal keberanian.

bahkan bila anda punya segala pengetahuan tapi tidak berani lompat untuk menyelam — ini tidak akan ada nilainya.

Esse quam videri

dari bahasa latin, artinya adalah “menjadi, alih-alih tampak”
atau “menjadi, bukan hanya seolah-olah saja”.

menurut saya ada 2 jenis “fake it till you make it”:

1. orang yang berpura-pura

hanya *seolah-olah* saja.

citra & kepercayaan yang ia tampilkan hanyalah kemasan saja.
palsu, dan dibuat-buat.

ia hanya berlagak seolah-olah pintar, atau kuat.
tetapi begitu ada ancaman, ia akan kabur meninggalkan segalanya.

dan,

orang yang menjadi apa yang benar-benar ia percayai.

kepercayaannya begitu kuat sehingga ia sudah benar-benar jadi orang yang berbeda, bahkan secara alam bawah sadar. ada irrational belief. dan mereka autentik.

orang yang seperti ini digertak pun tidak akan goyah,
karena ia telah hidup dalam dunia yang ia ciptakan sendiri selama bertahun-tahun.

orang-orang yang telah “menjadi” adalah seerti Musk, Jobs, atau Chesky.
dapatkah anda menggoyahkan orang-orang ini dari visi mereka?

tentu tidak.

yang terjadi justru akan sebaliknya: anda yang akan dipengaruhi oleh mereka.
anda yang akan disedot ke medan magnet mereka,
dan anda yang akan dibuat mempercayai visi mereka.

apa yang mereka ucapkan begitu kuat & begitu meyakinkan, sampai-sampai karyawan Jobs (1981) memberi julukan ini pada kemampuan Jobs meyakinkan orang lain:

Reality Distortion Field.

    Reality distortion field (Wikipedia)

    RDF

    singkatnya RDF adalah kemampuan Steve Jobs untuk meyakinkan dirinya sendiri — dan orang-orang di
    sekitarnya — untuk mempercayai hampir apa pun.

    la melakukannya melalui perpaduan antara pesona, karisma, keberanian, hiperbola, kemampuan marketing, cara menenangkan orang, dan kegigihan.

    dikatakan bahwa kemampuan ini sering mendistorsi persepsi rekan-rekannya tentang proporsi dan tingkat kesulitan suatu hal, hingga mereka benar-benar percaya bahwa tugas yang tampaknya mustahil
    sekalipun bisa diwujudkan.

    begitu kuatnya fake-it-till-you-make-it dari Jobs,
    sehingga ia turut meyakinkan dirinya sendiri dan orang lain; mengubah persepsi realita mereka.

    apa yang dilihat mata kepala anda di realita pada saat ini sudah tidak lagi menjadi relevan.

    padahal Jobs sebenarnya juga sedang fake-it-till-you-make-it.

    masa depan ciptaan sendiri

    ada banyak kemungkinan realita yang bisa terjadi di masa depan,
    tapi Jobs menciptakan versi masa depan terbaiknya sendiri.

    dan kalau anda — hari ini juga sedang fake-it,
    maka kemampuan atau dorongan seperti inilah yang seharusnya anda kejar.

    supaya kalau fake-it ya jangan nanggung-nanggung
    because it’s worthless kalau nanggung.

    all that dream and no courage,
    tidak akan terwujud menjadi apapun.

    wholly

    so let’s dive into the unknown
    with your whole body; and
    with your whole mind; and
    with your whole belief.

    shall we?



    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *