equity awal founder itu tidak penting 4 min read
berapa % kepemilikan saham dari founder waktu perusahaan baru berdiri itu tidak penting.
pelit = bad
banyak pebisnis berusaha memastikan ia punya kepemilikan saham besar waktu ia mendirikan perusahaan / startup. bahkan kepemilikannya dipertahankan sebesar mungkin, sehingga yang lain hanya mendapatkan bagian sedikit.
ini sebetulnya justru kurang bagus, karena:
- semakin besar kepemilikan founder di awal,
itu artinya waktu perusahaan baru berdiri sebagian besar effort akan dikeluarkan oleh founder, bukan team. - akibatnya, perusahaan lebih mudah gagal,
dibandingkan kalau founder rela berbagi kepemilikan perusahaan dengan lebih banyak orang lain. kepemilikan perusahaan yng lebih merata inilah bikin perusahaan lebih mudah sukses - sebetulnya, kalau memang founder mengerjakan startup-nya dengan benar, maka kekayaan terbesar founder nanti datangnya bukan dari kepemilikan awal, tapi dari bonus!
sumber kekayaan CEO
kenapa CEO-CEO perusahaan seperti microsoft, starbucks, nike, semuanya kaya-kaya?
karena mereka mendapatkan bonus saham atas pencapaian kinerja mereka meningkatkan nilai perusahaan.
anggap nilai perusahaannya $2B.
lalu CEO-nya bisa meningkatkan ke $5B, ada peningkatan sebesar $3B.
maka CEO-nya akan diberi x% dari $3B tersebut.
kalau 1% dari $3B artinya ini $30M.
semakin perusahaan cepat naik nilainya, semakin CEO-nya kaya.
kayanya dari bonus saham, bukan dari gaji.
dan yang sering kali jadi CEO perusahaan, biasanya adalah Founder.


founder juga sama
ini sama hal-nya dengan founder yang mendirikan perusahaan.
% kepemilikan awal founder memang turut menyumbangkan kekayaan founder.
tapi kalau ia bela-belain mempertahankan % kepemilikan awalnya, berusaha bikin kepemilikan awal sebesar mungkin, tapi perusahaannya ga bisa melejit, sama saja kepemilikan awal itu tidak berharga!
bukan berarti juga kepemilikan awal perusahaan dibuang-buang sebesar-besarnya. tapi seharusnya founder akan jadi kaya karena pertumbuhan perusahaan.
keselarasan kepentingan
dan bagaimana cara membuat nilai perusahaan bertumbuh dengan cepat?
jawabannya sederhana: investasi.
tentu tidak selamanya cari investasi terus, tapi di fase awal perusahaan, investasi akan membantu membesarkan perusahaan. dan tentu perusahaan harus perform juga.
investor lama ingin nilai perusahaan naik,
CEO ingin dapat bonus lebih besar,
investor baru ingin turut menikmati bisnis perusahaan.
di sinilah terjadi alignment (keselarasan) dari 3 pihak.
semua kepentingan bisnis menjadi selaras.
Founder-CEO bonus
founder tokoxxxxx, memulai startup-nya dengan kepemilikan 10% di 2008 atau 2009.
startupnya setiap tahun menerima investasi masuk dengan nilai besar-besar.
kalau si founder tidak menerima bonus saham selama ia menjabat sebagai CEO, tentulah di kisaran tahun ke 8 kepemilikannya dia akan menjadi jauh lebih kecil daripada 5.1%, mungkin seharusnya sisa 2% saja.
ia bisa mempertahankan kepemilikan 5.1% karena dia menjalankan perusahaan dengan baik, dan mendapatkan bonus saham karenanya.
kalau anda mau jadi kaya raya sebagai founder, this is the way.
inilah sumber kekayaan Musk yang membuatnya jadi orang terkaya di dunia, $500B.
so kalau anda sudah jadi founder, dan anda tidak dapat bonus saham dari meningkatnya nilai perusahaan, well, it’s certainly your loss.
karena sistem perusahaan yang baik seperti starbucks dan lain-lain tidak ada satupun yang *tidak* memberi bonus saham ke CEO-nya (artinya, semua CEO perusahaan besar di dunia pada dapat bonus saham).

sudut pandang investor
bayangkan saja posisi anda sebagai investor.
anda lebih suka mana kalau dari perusahaan Y dalam 5 tahun memberikan:
- peningkatan nilai investasi $10juta, tapi CEO-nya hanya dapat gaji saja; atau
- peningkatan nilai investasi $50juta, CEO-nya dapat bonus 10% sebesar $5M.
jadi sebagai investor anda mendapat 2 pilihan skenario kembalinya investasi anda: $10 juta, atau $45 juta?
jawabannya jelas:
akan lebih baik cari CEO yang handal, beri dia bonus saham, dan investasi anda meningkat pesat.
CEO senang, investor senang, semua senang.
kalau anda ingin belajar lebih jauh tentang ini, googling saja: “CEO bonus package” atau “CEO compensation package”.
kalau jumlah founder-nya ada banyak, googling saja: “management bonus package” atau “MSOP” atau “tantiem”.
cara kaya yang lebih baik
jadi daripada anda mati-matian berusaha mempertahankan % saham awal anda sebagai founder, akan lebih baik kalau anda memperjuangkan % bonus saham yang sebesar mungkin sebagai CEO ketika anda meningkatkan nilai perusahaannya.
karena anda akan bisa jadi jauh, jauhhh, jauhhhhhh lebih kaya dari % bonus peningkatan nilai perusahaan, daripada % saham awal anda. this is the way.
PS:
% kepemilikan awal sebetulnya penting juga kok, tapi menurut saya tetap kalah penting dibandingkan % bonus waktu perusahaan bertumbuh.
karena:
lebih baik anda punya kepemilikan awal 10% tapi bisa dapat 20% dari peningkatan nilai perusahaan tiap tahunnya,
daripada anda punya 80% kepemilikan perusahaan di awal tapi cuma bisa dapat 2% dari peningkatan nilai perusahaan tiap tahunnya.
% bonus nilainya akan gila begitu perusahaan sudah menjadi besar.
dan ini lebih baik anda amankan dalam bentuk perjanjian di awal.
PS #2:
kalau anda merasa bonus CEO 20% dari peningkatan nilai perusahaan itu terlalu besar dan mustahil dan ga akan ada investor yang mau — well, think again.
tebak saja seberapa besar komisi VC dari LP mereka. 😉