Pemborosan: harga yang harus dibayar untuk kecepatan 5 min read

ada 2 jenis pebisnis:

1. pebisnis perintis kekuatan sendiri ๐Ÿ’ช

pebisnis pertama mengembangkan perusahaannya mulai dari kecil.
mereka mengerjakan segala sesuatunya dengan efisien.

mereka bertumbuh dengan perlahan namun pasti. ๐ŸŒ

meskipun bidangnya terbatas,
struktur biayanya bagus dan bidangnya sulit ditembus pesaing.
pesaing manapun yang masuk ke bidang ini pasti kalah.

sering kali mereka memiliki bisnisnya hampir 100% tanpa campur tangan pihak eksternal.

2. pebisnis perintis modal external ๐Ÿ’ฐ

kemudian ada jenis pebisnis ke dua.

pebisnis ini menggunakan modal untuk bertumbuh dengan cepat. โšก
ia menggunakan pendanaan dari investor.

team-nya diberi kompensasi di atas market value,
padahal mereka tidak bekerja dengan sepenuhnya efisien.
ini bukan karena team-nya malas, tapi karena ada target yang sangat tinggi.

ia mengembangkan bisnis ke banyak area baru,
buka banyak cabang yang biayanya dengan lebih tidak efisien lagi karena tidak bisa diawasi langsung, banyak pemborosan terjadi di sana sini.

tapi satu hal yang tidak dimiliki pebisnis pertama:
ia bisa menguasai pasar dengan cepat. โšก

ia menjadi pebisnis yang 100x lebih besar dari pebisnis pertama.

meskipun demikian, ia masih harus berbagai “kue” final yang telah dicapai,
berbagi dengan investor yang telah membantu dia di awal.

who’s who

yang termasuk pebisnis ke-2 ini adalah LinkedIn, di mana mereka beroperasi di lebih dari 200 negara.

juga adalah si hijau Tok*******

kebanyakan mereka memang adalah startup,
walaupun tidak harus jadi startup untuk melakukan apa yang mereka lakukan.

teknik ekspansi yang dilakukan LinkedIn untuk ekspansi secara kilat di seluruh dunia ini, dinamakan dengan โ€œblitzscalingโ€. teknik memperluas bisnis secara kilat, yang berasal dari strategi perang Jerman di perang dunia 2: Blitzkrieg.

Reid Hoffman, founder LinkedIn, mengatakan bahwa ketika mereka ekspansi dengan cepat, sudah barang tentu mereka tak akan efisien.

akan ada banyak proses tak efisien, ada banyak kekacauan, banyak api di mana-mana yang harus dipadamkan.

akan ada banyak modal yang penggunaannya sama sekali tak 100% efisien.
mungkin bahkan bisa di kisaran 50โ€“70% efisien (bayangan saya).

tapi ya, ini semua adalah proses yang harus mereka lalui, dan menjadi harga yang harus dibayar — untuk bisa jadi yang pertama di pasar.

analoginya โšก

pebisnis jenis pertama adalah pengendara mobil yang berusaha mengemudi dengan ekonomis di gigi 3, menghemat bensin, mereka akan sampai di tujuan lebih lambat, tetapi mereka mengusahakan bisnis mereka dengan efisien.

pebisnis jenis kedua adalah, mereka yang menekan full pada pedal gas, bensin mereka tidak akan sepenuhnya efisien, bahkan boros, dan mungkin mereka perlu berkali-kali mengisi bensin di tengah jalan.

tapi mereka akan bisa sampai di tujuan lebih awal.

beberapa tahun yang lalu …

waktu itu saya posting tentang kisah pebisnis jenis yang ke-2 di Facebook, sebagaimana saya biasa posting artikel tentang startup. tiba-tiba saya mendapatkan inbox message dari seseorang, yang rupanya ia merupakan pebisnis yang pertama (sepenuhnya menggunakan modal sendiri).

orang ini ternyata 1 kota kelahiran dengan pebisnis yang ke-2, seorang founder startup yang juga merupakan pebisnis yang saya rasa tingkat nasional.

ada kemungkinan cukup tinggi kalau anda butuh produk di bidang yang ditekuni orang ini (pebisnis pertama), anda akan menggunakan produk dia.

sebagai pebisnis jenis yang pertama,
ia bercerita dan berusaha menunjukkan pada saya bahwa ia menguasai perusahaannya sepenuhnya 100% tanpa harus pusing mengurusi investor, mengurusi perusahaan yang besar, profit marginnya tebal, team-nya bekerja efisien, dan mereka tidak punya kompetitor yang berarti.

saya mungkin 10 tahun ke depan ia masih akan menjadi market leader di bidangnya, dan tidak seperti pebisnis ke-2, ia tidak punya boss.

ia benar-benar punya kebebasan waktu.

setelah saya lihat tentang profil pebisnis ini,
saya bisa melihat bahwa pebisnis yang ke-2 yang ia ceritakan dan ia bandingkan, nilai kekayaannya pebisnis ke-2 ini jauh lebih besar daripada dia (bagaimanapun juga mereka berdua uangnya tetap lebih banyak daripada saya ๐Ÿ˜…)

dan pebisnis yang pertama ini merintis lebih lama (15โ€“20 tahunan) daripada pebisnis yang ke-2 yang ia bandingkan (10โ€“12 tahunan) berdasarkan waktu kejadian yang saya alami.

cara membesarkan usaha yang berbeda ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ฐ

jadi, cara para pebisnis membesarkan usaha mereka itu bagi saya cukup menarik.

apakah anda mencari kontrol atas hidup dan kebebasan waktu?
mungkin anda bisa jadi pebisnis yang pertama. ๐Ÿ•ž

atau apakah anda mencari uang sebanyak mungkin?
mungkin anda bisa jadi pebisnis yang ke-dua. โšก

jadi ikan besar di kolam kecil,
atau jadi ikan kecil-menengah di kolam besar? ๐Ÿ 

mana yang akan anda pilih?

yang harus diingat

kalau anda memilih menjadi yang jenis pertama,
anda harus sadar bahwa lawan-lawan tertentu anda bisa berhasil juga.
tidak ada jaminan keberhasilan.

karena di level UMKM itu tingkat kompetisinya tinggi sekali,
kompetitor akan selalu ada.

dan dengan modal yang terbatas,
kalau hanya mengandalkan modal dari owner dan dari penghasilan bisnis,
maka potensi pertumbuhannya juga akan terbatas.

sumber pertumbuhan perusahaan

ini bukan berarti pebisnis yang ke-2 potensi pertumbuhannya tinggi karena modalnya lebih besar, sama sekali bukan karena itu.

tapi pebisnis jenis yang ke-2 punya potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, adalah karena ia tahu bagaimana untuk terus mendapatkan modal secara berkesinambungan — sehingga pertumbuhan perusahaan tidak lagi harus bergantung pada modal dari owner dan penghasilan perusahaan saja.

dan anda tidak harus menjadi startup IT untuk menjadi pebisnis jenis yang ke-2. bahkan anda juga tak harus mencari pendanaan secara berkesinambungan, kalau memang tidak perlu.

namun,
akan ada baiknya anda tahu dari mana dan bagaimana cara untuk mendapatkan modal tambahan, karena hal ini akan bisa membantu untuk mengembangkan bisnis (seperti LinkedIn), dan akan berguna di masa-masa sulit.

masalah akan berkesinambungan atau tidak, itu nantinya terserah anda.

karena memangnya anda mau terus berkendara dengan gigi 3 yang stabil (yang hemat untuk penggunaan BBM) — kalau jalan tol di depan anda lowong tanpa traffic? ๐Ÿ›ฃ๏ธ๐Ÿš—



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *