there is no shortcut in life 4 min read

kata-kata itu diucapkan oleh salah seorang pebisnis yang sedang diinterview dalam sebuah acara talk-show.

tapi ternyata host-nya berkeberatan, dan memotong dia.

host-nya mengatakan,

“no, no.

no, there is actually a shortcut in life.”

saya langsung yang menyimak langsung ikut menajamkan telinga.

si host berkata,

“shortcut itu bernama penasehat. mentor.”

dan pembicaraan mereka pun berlanjut.

perenungan

saya renungkan, temyata benar juga yang dikatakan si host.

kalau kita tidak tahu dengan tepat apa yang harus dilakukan, kita mungkin akan salah arah.

misalnya saja kita mau berangkat dari kota A ke kota B.
arah yang kita tuju sudah benar.

tapi … kita tidak tahu kendaraan apa yang tercepat menuju ke sana.
atau kalau kita tahu kendaraan yang tercepat-pun, kita tidak tahu harus pergi lewat jalur mana yang aman.

pengetahuan kita tidak mungkin 100% lengkap.
pasti ada hal-hal yang kita miss.

mentor & coach

dan seorang mentor akan membantu kita untuk mencapai tujuan kita dengan cepat, aman, dan lebih baik.

ingat bahwa yang dikatakan si host ini namanya “mentor”, dan bukan “coach”.

apa bedanya mentor dan coach?

coach akan mengajari anda untuk bisa ikuti kurikulumnya dia.
mentor akan mengajari anda sesuai dengan kebutuhan anda.

mentor bisnis

apakah dalam bisnis kita bisa punya orang dengan peran seperti ini?
jawabannya adalah … bisa.

bukan hanya bisa, tetapi dalam sebuah struktur perusahaan, ada posisi tertentu yang dialokasikan untuk orang semacam ini.

namanya adalah Advisor.

dan ia dapat masuk ke dalam Board of Advisor (Advisory Board).

kalau di pembicaraan bisnis sering kali disarankan anda cari mentor, maka implementasi teknisnya adalah ya seperti ini, mengeset orang dengan posisi Advisor dan memasukkannya ke dalam Advisory Board.

anda bisa bebas memilih orang-orang yang masuk ke Advisory Board,
tetapi disarankan adalah, anda memilih orang-orang yang merupakan industry expert di bidang anda.

contoh

misalnya,

Reid Hoffman (founder LinkedIn) adalah Advisory Board AirBnb.
ia memberi masukan strategis, memperluas jaringan investor, partner.

Kate Hudson, Serena Williams, Kris Jenner mereka jadi advisor dalam hal brand, marketing, public visibility dari perusahaan Bumble.

Naval Ravikant, Ashton Kutcher, Eric Ries, Peter Thiel, dan Susan Wojcicki juga advisor di berbagai startup.

keberadaan nama terkenal di perusahaan anda juga akan meningkatkan potensi perusahaan anda dapat investasi.

persentase saham

orang yang menjadi mentor-pun biasanya akan mendapat kompensasi, sering kali dalam bentuk saham perusahaan.

menurut saya seharusnya mentor terima saham tidak akan lebih dari 2% perusahaan, tetapi ya ini bukan patokan tetap, tergantung dengan skala perusahaannya.

lagipula yang dicari oleh seseorang yang menjadi mentor itu biasanya bukanlah kompensasi berupa uang. tetapi lebih sesuatu yang bersifat intangible. tidak dapat dinilai dengan uang. melainkan experience di mana dia bisa mengajarkan orang lain apa hal yang ia tahu, dan ia dapat melihat keberhasilan dari peran dia sebagai mentor.

itu lebih memberikan dia kepuasan, dan prestige.

don’t do these

tapi jangan dikira hanya karena mentor tidak mencari kompensasi finansial, maka anda akan dapat dengan seenaknya datang ke seseorang dan meminta mereka menjadi mentor anda.

big NO.

mentor juga tidak suka mengajarkan orang-orang yang tidak siap dan tidak siap diajar. ini menghabiskan waktu mereka.

do these

kalau anda datang ke mentor, pastikan bahwa anda:

  1. siap diajar.
    tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seseorang setelah ia memberi nasehat tetapi orang yang diajar tidak mendengarkan dia. bagi beberapa orang ini seperti tamparan buat dia, karena pendapatnya dianggap tidak berharga.
  2. bisa berperilaku profesional.
    jangan mendengarkan nasehat mentor sembari mengerjakan yang Iain. hargai dia. jangan “slengek’an” (sorry, bahasa jawa). siapkan media untuk mencatat secara profesional, bila perlu.
  3. perusahaan anda tidak justru membuat malu apabila disematkan sebagai portfolio profesional si mentor.
    orang yang jadi mentor lebih butuh prestige untuk success story, yaitu di mana ia bisa bercerita ia bisa mentransformasi sebuah perusahaan dari yang kondisinya kacau balau, kemudian bisa berjalan dengan baik, bahkan jadi market leader.
    maka seorang mentor-pun akan bisa memilih, kalau perusahaan anda dianggap tidak berprospek, buang-buang waktu, maka belum tentu ia akan menerimanya.
  4. Jangan buang waktu si mentor.
    mentor sering kali adalah orang yang lebih sukses dari anda (ngapain anda pilih orang yang kalah sukses dari anda sebagai mentor?)
    jadi akan lebih baik kalau anda yang datang ke dia, kalau diperlukan, sehingga tidak membuang-buang waktunya.
    atau pakai komunikasi via teknologi, sehingga praktis dari sisi waktu.
    mentor adalah orang yang menolong anda. mereka tidak harus membantu anda.
    jangan sampai anda sudah ditolong, masih juga meminta lebih.

good apprentice

jadilah apprentice yang baik.
dan ketika anda bersedia diajar, dimuridkan, maka jalan hidup anda akan lebih lancar.

potensi anda salah jalan akan berkurang drastis.
anda akan bisa mencapai tujuan (bisnis) anda dengan lebih cepat, dengan lebih minim goncangan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *