“you don’t know what you don’t know” 4 min read

hadirnya AI menyebabkan pengetahuan apapun jadi bisa diakses dalam satu kali pertanyaan.

manusia kini bisa memiliki 2 sikap terhadap AI:

  1. semakin rajin [belajar]
  2. semakin malas [belajar]

mayoritas, tentunya malah jadi yang nomor 2.

dan ini menyebabkan terjadinya kondisi “you don’t know what you don’t know,”
dimana artinya adalah: anda tidak tahu hal-hal yang anda tidak tahu.

misalnya,

layer 1

pengetahuan yang anda miliki sekarang ini adalah “layer 1” alias “pengetahuan dasar”.

pengetahuan bisnis yang anda miliki, adalah sebatas “omzet”.

ketika anda belajar tentang bidang keuangan, anda baru belajar bahwa ada yang namanya:

  • CAC (berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan seorang pelanggan), dan
  • LTV (berapa nilai total yang disumbangkan Oleh pelanggan tersebut selama dia jadi pelanggan kita)

layer 2

CAC & LTV adalah “pengetahuan terkait” bagi anda, ini “layer 2”.

layer 2 ini seakan ada pintu tertutup di ruangan anda.

anda tahu di situ ada pintu, tetapi anda tidak pernah membukanya, karena pintunya tertutup lemari dan anda malas menggesernya.

layer 3

dan ketika anda belajar CAC & LTV, anda akan bisa belajar lebih jauh, dan menemukan pengetahuan “layer 3”, atau “pengetahuan tersembunyi” yang jadi blindspot anda, seperti:

  • temyata LTV dipengaruhi oleh retention rate
  • marketing efficiency mempengaruhi CAC
  • unit economics menenetukan kelayakan scaling
  • cash bum rate menentukan runway bisnis

setelah anda geser lemari dan membuka pintu tersebut, anda baru sadar di baliknya ada sebuah ruangan, dan ada pintu lagi menuju ke tempat yang anda tidak tahu.

karena anda tidak pernah tahu apa sebenarnya isi ruangan di balik pintu ini, anda jadi tidak pernah benar-benar bisa membahas tentang isi ruangan ini dengan orang lain.

dan ketika anda sampai pada “layer 3” ini, barulah …

layer 4

anda punya kunci untuk mengakses pengetahuan “layer 4”, alias “pengetahuan sistemik”, dimana ini baru bisa muncul setelah anda menguasai banyak bidang.

ini adalah hal-hal yang hanya dikuasai oleh sedikit orang, karena data-nya belum ada, atau kebanyakan manusia tidak pernah berpikir sejauh itu.

misalnya, suatu teknologi baru yang belum pemah ditemukan. atau pemahaman mengenai apa yang akanjadi trend besar 10 tahun lagi.

pintu untuk ke layer 4 ini tidak bisa diakses oleh orang biasa, karena mereka tidak punya kuncinya.

tetapi anda yang sudah berkeliling seluruh bangunan, anda telah punya pengetahuan, di mana letak kunci-kunci setiap ruangan di bangunan itu disimpan. anda bisa mengambilnya, dan membuka pintu ruangan ke 4.

anda tidak pemah tahu bahwa akan ada ruangan ke-4, jadi anda tidak pernah bisa bertanya ke orang lain tentangnya, karena anda bahkan tidak tahu pertanyaannya.

baru dari tahap terakhir anda bisa memahami unit economics secara menyeluruh (holistik), bagaimana suatu sistem bekerja secara lengkap, variabel A dipengaruhi oleh variabel apa saja, mempengaruhi variabel apa saja, mana yang paling berpengaruh, mana yang tidak berpengaruh.

level musk

seperti Elon Musk, anda sekarang jadi bisa memiliki perspektif lengkap tentang suatu bidang.

menjadi “domain expert”, punya “domain authority”.

di ruangan ke 4 rupanya tersimpan sebuah rahasia;
rahasia yang selama ini dicari-cari oleh semua orang,

dan kini hanya anda yang memilikinya dan tahu apa isinya,
dan anda menyimpannya baik-baik, jauh dari jangkauan semua orang.

knowledge compounds.

pengetahuan itu bertumbuh dan berbunga, seperti bunga majemuk di bidang keuangan.
kebanyakan orang mungkin hanya berhenti sampai di “layer 3” saja.

saya pribadi berusaha untuk masuk ke “layer 4”, kalau beruntung mungkin suatu saat bisa ke “layer 5”.

dan itu baru bisa dicapai kalau kita punya mindset bahwa keberadaan AI seharusnya membuat kita tambah rajin, dan bukannya justru tambah malas.

akses ke ruangan ke layer 4, apalagi ke ruangan ke layer 5, tidak akan bisa ditemukan kalau kita tidak punya penasaran yang tinggi dan mau repot sedikit untuk mengecek hal-hal yang tersembunyi bagi kita.

seperti kata Steve Jobs: stay hungry, stay foolish.

hanya orang-orang yang memiliki genuine curiosity (rasa ingin tahu yang alamiah) — yang tak pernah berhenti belajar — yang akan bisa mencapai ke ruangan layer 4 & 5, dan bertumbuh secara luar biasa.

karena itu:

“you should know what you don’t know’.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *