2 Jenis Saham 3 min read

fase pertumbuhan perusahaan dapat menentukan jenis sahamnya.

perusahaan yang baru mulai, dan masuk di fase pertumbuhan, jenis sahamnya bisa masuk ke tipe “growth stock”.

sedangkan perusahaan yang sudah matang, sulit untuk bertumbuh lebih jauh lagi, maka jenis sahamnya akan menjadi tipe “value stock”.

lebih baik mana, growth stock atau value stock?

Value Stock

contoh dari value stock adalah Berkshire Hathaway, yang pertumbuhannya stabil, dan tahan banting.

Growth Stock

sedangkan growth stock biasanya punya potensi untuk punya kinerja pertumbuhan nilai lebih tinggi daripada saham pasar pada umumnya, setidaknya dalam waktu singkat.

growth stock dengan kinerja bagus biasanya dimiliki oleh perusahaan startup dengan potensi market yang masih luas. misalnya seperti amazon di fase awal IPO 1997, di mana potensi pertumbuhannya masih sangat besar. tahun 1998 kenaikan nilai saham Amazon sekitar 9x lipat.

Value vs. Growth Stocks: Which Investment Strategy Fits Your Goals?

pembagian Growth Stock

growth stock-pun bisa dibagi 2:

  • sebelum perusahaan IPO (masih private company),
  • dan setelah perusahaan IPO (public company).

karakteristik growth stock perusahaan startup tahap awal biasanya adalah, mereka tidak memberikan dividen. alasannya sederhana:

  1. startup belum profitable, karena belum melakukan aksi profit taking
  2. mengapa startup harus membagikan, misalnya, uang 1 miliar ke para investor mereka hari ini, apabila bulan depan mereka mencari pendanaan lagi 10 miliar?
    kan jadi lucu.

Growth Stock: What It Is, Examples, vs. Value Stock

karakteristik umum lainnya dari growth stock adalah, P/E Ratio-nya tinggi (price/earning ratio, nilai sahamnya dibandingkan dengan penghasilan yang didapatkan perusahaan).

ini sama seperti waktu amazon masih baru bertumbuh. penghasilan kecil, tapi sahamnya dinilai pasar tinggi, karena potensi pertumbuhannya.

P/E Ratio

misalnya, P/E Ratio Amazon pemah mencapai 1000x. tapi di sisi lain, pertumbuhan Amazon pernah mencapai 9x lipat dalam 1 tahun, meskipun setelah itu growth-nya menjadi lebih lambat.

P/E ratio tinggi dan pertumbuhan yang tinggi ini terasa tidak masuk akal kalau anda memegang sahamnya hanya 3 tahun.

tapi kalau anda pegang saham ini selama 10, 15 tahun, maka return anda akan bisa jadi luar biasa tinggi.

sebagaimana saham Amazon, Tesla, demikian pula karakteristik dari saham perusahaan startup lainnya startup yang bagus, tentunya.

kembali

jadi kembali lagi ke pertanyaan awal, mana yang lebih baik, value stock atau growth stock?

dikatakan bahwa, berdasarkan sejarah jangka panjang (seperti 100 tahun terakhir), value stock adalah pilihan yang lebih baik, terlebih dalam situasi seperti resesi.

TETAPI,

dalam 10 terakhir ini ternyata growth stock memberikan hasil yang lebih baik daripada value stock — apalagi dalam situasi di mana kondisi ekonomi dunia sedang bagus.

founder net worth growth

sebagaimana kondisi perusahaan, demikian pula kondisi founder-nya.

kekayaan dari orang-orang seperti Zuck, Bezos, apalagi Musk, yang semuanya memiliki perusahaan dengan growth stock, meningkat jauh lebih cepat daripada Buffett yang memiliki perusahaan dengan tipe value stock.

Buffett menjadi orang terkaya dunia dan butuh waktu puluhan tahun, di mana sekitar 99% kekayaannya diperoleh setelah ia berusia 50 tahun ke atas. tetapi Zuck, Bezos, Musk, kekayaannya melejit dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan Buffett.

Zuck, Bezos, Musk, pada dasarnya adalah pemegang saham perusahaan juga.

What Is a Value Stock? Examples, Pros and Cons Explained

penutup

jadi dari contoh kedua jenis perusahaan ini: growth vs value — yang manakah yang akan lebih cocok dengan style investasi anda?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *