money or control? 6 min read
banyak pebisnis punya masalah dengan hal yang satu ini: bekerja sama dengan investor.
banyak pebisnis lebih suka mengembangkan bisnis dengan modal sendiri.
artinya mereka tidak menggunakan pendanaan dari luar, seperti investor.
kalaupun mau cari pendanaan external, biasanya sumbernya adalah dari hutang ke bank.
padahal kalau kita lihat dari semua bisnis yang besar, mayoritas itu menggunakan skema
PT. artinya ada pemegang saham lain, alias investor.
apalagi dari top 100 bisnis terbesar dunia, coba sebutkan mana yang tidak pakai investor?
semua bisnis pakai investor
semua bisnis terbesar di dunia pasti pakai investor, kecuali kalau yang punya bisnis adalah sultan atau anggota kerajaan.
di era kita hidup, kita bisa melihat bahwa: apple pakai investor. microsoft pakai investor. amazon, tesla, nvidia, berkshire hathaway pakai investor.
jalan keluar
bahkan menurut saya, kemampuan seorang pebisnis bekerja sama dengan investor (dan mengelola
modal kerja yang ada) adalah jalan keluar paling cepat dari kemiskinan seseorang.
coba bandingkan:
anda punya modal 100 juta, seharusnya bisnis profit & bisa bertumbuh 40% per tahun, tapi habis karena harus dikurangi buat biaya hidup anda.
jadi pertumbuhan tahunannya tidak sampai 40%.
dengan skenario kalau anda punya modal kerja:
modal 10 miliar, bertumbuh 20% per tahun,
anggap saja anda tidak pakai pegawai,
atau pegawainya tidak banyak.
dikurangi dengan biaya hidup pun, pertumbuhan bisnis masih cukup ok.
permasalahan
permasalahannya 2:
- pebisnis tidak mau
- pebisnis tidak mampu
banyak pebisnis tidak mau berbisnis dengan menggunakan investor, karena takut berselisih. atau kehilangan kontrol atas perusahaan.
memang, dengan adanya investor, kontrol usaha tidak akan 100% dikuasai oleh pebisnis. namanya juga investor, ia perlu melindungi nilai investasinya, dengan memiliki sedikit kontrol atas investasinya.
saya pernah punya diagram tentang money & control, tapi waktu saya cari lagi rupanya tidak ada.
matrix
jadi coba bayangkan saja ada matrix 2×2.
bagian kiri = no money, bagian kanan = a lot of money.
bagian atas = less control, bagian bawah = 100% control.
lalu,
kiri atas = no money less control
kanan atas =a lot of money less control
kiri bawah = no money 100% control
kanan bawah = a lot of money 100% control
tentunya bagian atas itu adalah bagian yang menggunakan investor.
jadi:
kondisi paling ideal adalah di kanan bawah.
kita punya kontrol perusahaan 100%, dan punya banyak uang.
saya rasa ini masih bisa dilakukan kalau anda mau jadi millionaire.
tapi kalau mau jadi billionaire dengan cara ini dan anda bisa berhasil, anda akan benar-benarjadi 1 di antara 100juta orang yang berhasil melakukannya (angka random).
kalau yang kiri bawah, itu masalah kebanyakan orang. udah punya 100% kontrol, tapi ga kunjung punya uang. mungkin modalnya terbatas.
kemudian yang kiri atas, sudah pakai investor, tapi ga kunjung punya uang.
ini artinya ada masalah. entah bisnisnya ga cocok, atau ada sistem kerjasama yang kurang baik, pebisnisnya tidak mampu mengelola, dan lain-lain.
mungkin pebisnisnya belum beruntung di bisnis yang ini, atau, memang bukan pebisnis yang bagus.
dan terakhir yang kanan atas, ini adalah hal yang diharapkan dari bekerja sama dengan investor. investor untung, pebisnis untung lebih besar. ini yang terjadi pada tesla nvidia dll.
kontrol tidak 100%
dengan menggunakan investor, memang pebisnis akan tidak lagi punya kontrol 100% atas perusahaannya.
tinggal kontrolnya itu ada di 90%, 80%, 50%, 20%, atau bahkan sudah tidak punya kontrol lagi (seperti Jack Dorsey yang Twitter-nya dibeli Musk).
sering kali kepemilikan kecil dari perusahaan besar (misalnya 10% dari 1 triliun) itu masih lebih besar daripada kepemilikan 100% dari perusahaan kecil (misalnya 100% dari 10 miliar).

pebisnis yang tidak mau bekerja sama dengan investor, sebetulnya bisa jadi karena ia tidak mampu juga.
entah tidak mampu karena belum punya sistem yang bagus (ini memang harus disiapkan), tidak mampu karena merasa potensi bisnisnya belum layak untuk diinvestasi. atau ragu, bagaimana nanti kalau setelah diinvestasi ternyata kedepannya justru penghasilannya menurun? dan seterusnya.
padahal kalau skema investasi dirancang dengan baik, sebetulnya bisa jadi win-win untuk pebisnis dan investor.
misalnya, investor tidak harus selamanya punya kepemilikan di bisnis tersebut. investor bisa dirancang agar ia wajib exit setelah kondisi tertentu terpenuhi.
keunggulan
di sisi lain punya kemampuan untuk bekerja sama dengan investor, akan bisa memberikan pebisnis banyak keunggulan juga.
1. ikut jadi besar
misalnya sistem kompensasi sesuai dengan yang anda mau, seperti kalau bisnisnya jadi besar, maka kompensasi anda akan turut menjadi sangat besar (seperti Elon Musk, yang kayanya karena sistem kompensasinya di Tesla).
2. delegasi
keunggulan ke 2, anda tidak harus selamanya memimpin perusahaan.
kalau perusahaan anda besar, anda bisa membentuk team elite, atau management team, yang akan menggantikan anda mengurus perusahaannya.
Jensen Huang berhasil membentuk management team berisi 60 orang yang melakukan direct-report kepadanya. Jensen tetap harus mengambil keputusan bisnis ini dan itu, tetapi ketika anda berhasil merekrut orang-orang yang lebih pintar dari anda, dan anda berhasil mendelegasikan dengan baik, ada banyak hal yang sudah tak perlu anda tangani lagi.
atau apabila anda mau, bisnisnya bisa dibentuk struktur Holding Company (perusahaan induk) & Subsidiary (anak perusahaan). di mana anak perusahaan akan punya kebebasan menentukan arah operasionalnya sendiri.
3. serial entrepreneur
keunggulan ke-3 adalah, anda akan bisa jadi serial entrepreneur. ketika anda punya kemampuan untuk menggalang pendanaan, dan kemudian mendelegasikan ke management team atau orang lain, maka anda akan bisa punya banyak perusahaan berbeda bidang (konglomerasi). gaya bisnis seperti ini sejalan dengan Richard Branson. bisnisnya beda-beda, tetapi semua di bawah satu group.
saya rasa Branson hidupnya cukup enak juga, meskipun bukan jadi orang terkaya di dunia tetapi kehidupannya kini jauh di luar dunia korporasi dan relatif punya kebebasan waktu.
anda tidak harus bahkan tidak perlu jadi sebesar Branson.
tapi kalau modal anda terbatas, dan anda mau lepas dari kondisi finansial anda yang serba terbatas, maka bisa jadi anda perlu mempelajari bagaimana caranya menarik investasi dan bagaimana mengatur supaya anda bisa bekerja sama dengan baik dengan investor.
give up control for money
control is the price you give to get more money. a lot, lot more money.
kalau anda merasa ini adalah jalan yang bisa anda tempuh, karena anda mau kehidupan anda lebih baik 100x lipat dari keadaan sekarang, maka menghabiskan waktu 1/2 tahun bahkan 1 tahun untuk mempelajarinya dan mempersiapkannya supaya tidak gagal itu tetap worth it untuk dilakukan.
anda harus mempersiapkan konsepnya, bisnisnya, sistem kerjasamanya.
karena anda ingin bekerja sama dengan investor, bukan loan shark.
disclaimer
juga ada disclaimer. ini bukanlah untuk semua orang.
namanya kemampuan setiap orang juga beda-beda.
ukur kemampuan diri anda sendiri, persiapkan dengan baik, and execute at your own risk.