10 keuntungan pakai holding company founder 5 min read
rata-rata founder mendirikan startup dan mencatatkan namanya sebagai individu yang memiliki saham di perusahaan. jarang sekali terdapat founder yang menggunakan perusahaan sebagai pemilik saham di startupnya.
tapi kalau anda berencana membawa startup anda ke level yang sangat besar, maka mendirikan startup dengan menggunakan perusahaan induk (holding company) founder sebagai pemegang sahamnya bisa memiliki beberapa keuntungan yang sulit ditandingi.
1. fleksibilitas
kalau misalnya startup anda punya tiga founder. untuk keputusan-keputusan yang kuotanya terbatas akan membutuhkan yang namanya senioritas.
contoh, kalau misalnya masing-masing founder memiliki hak untuk mengangkat direksi di perusahaan, dan ternyata kursi direksi hanya ada dua. maka akan ada founder yang tidak dapat mempergunakan haknya untuk mengangkat direksi. hal-hal seperti senioritas ini membuat lebih rumit untuk membuat ketetapan awal.
2. lebih solid
ada keputusan-keputusan tertentu di perusahaan yang seringkali membutuhkan persetujuan grup founder.
kalau grup founder ini adalah individu, maka biasanya keputusan tersebut bisa diminta diambil secara mayoritas sederhana, yaitu 50% plus 1, atau misalnya mayoritas 2 per 3. selain bisa menghasilkan deadlock, hal ini menyebabkan bisa terjadi lebih banyak politik di belakang layar di mana investor melobi founder untuk lebih mendukung agenda investor.
penggunaan dari persetujuan dari holding company untuk masalah-masalah penting dan bukannya pertujuan dari grup founder akan mengurangi terjadinya politik di belakang layar. ini membuat tim founder lebih solid, karena suara dari grup founder akan selalu unanimous (bulat).
3. investor lebih sulit untuk melemahkan holding company
lebih sulit bagi investor untuk melemahkan holding company dibandingkan dengan founder individu. founder jadi lebih kecil kemungkinannya untuk di abuse atau ditekan oleh investor.
kalau ada seorang founder yang melakukan aktivitas kriminal, atau menjadi tidak aktif, maka founder itu dengan mudah disingkirkan dari perusahaan karena misalnya ada klausul perjanjian yang akan memaksa founder untuk menjual kepemilikannya kalau dia terlibat aktivitas kriminal atau tidak aktif.
tapi kalau founder dikirimkan sebagai perwakilan oleh holding company, maka individu yang bermasalah tersebut bisa ditarik oleh holding company dan dengan mudah digantikan oleh individu lain.
4. biaya lebih rendah untuk transfer saham
kalau anda memindahkan saham anda sebagai individu founder ke dalam bentuk saham holding company, maka itu dianggap sebagai transaksi jual beli dan otomatis akan kena pajak.
saya bukan ahli perpajakan dan mungkin nilai pajaknya bisa jadi tidak kelewat tinggi, tapi kalau nilai perusahaan anda sudah terlanjur besar, bisa jadi anda akan membayar pajak lumayan juga.
kalau dari sejak awal sudah berupa saham di holding, maka tidak perlu pusing dengan masalah ini. biaya maintenance untuk holding-pun juga rendah.
5. mempertahankan kontrol suara
ada fleksibilitas menjual saham dari founder tanpa harus mengurangi kontrol suara di perusahaan startup.
kalau misalnya saham grup founder di perusahaan adalah 55%, maka kalau startup menerima investasi lagi atau menjual saham founder dan kepemilikan founder menurun 10%, maka founder bisa kehilangan kontrol atas perusahaan.
tapi dengan holding company, maka founder bisa menjual kepemilikan saham di holding company dan bukannya di startup, sehingga kepemilikan founder di startup itu tetap 55%, yang artinya founder masih bisa tetap mempertahankan kontrol di startup. dan founder bisa melepas hampir 50% saham di holding company dan founder masih akan punya kontrol di startup maupun di holding.
6. keamanan aset founder
kalau di level perusahaan startup ada gugatan, hutang, atau masalah hukum, resiko itu akan berhenti di level perusahaan startup, tidak sampai ke level holding.
7. kenyamanan bagi investor
investor juga akan lebih nyaman bernegosiasi dengan satu pihak dan bukan dengan banyak pihak yang mungkin akan melibatkan drama persoalan pribadi. keberadaan holding juga bikin banyak hal jadi lebih rapi, profesional, dan bonafide.
8. founder terlihat lebih profesional di mata investor
karena hanya founder yang akan serius membawa perusahaan sampai level besar yang akan menggunakan holding company. tingkat kepercayaan founder yang tinggi ini sebaliknya juga akan membuat investor jadi lebih percaya pada optimisme founder.
secara finansial juga akan tidak lagi terlihat adanya pos pengeluaran finansial untuk kebutuhan pribadi founder, jadi lebih profesional.
9. operasional yang lebih stabil
perusahaan startup tidak perlu bergantung pada individu founder.
kalau tergantung pada individu, maka begitu individunya bermasalah, maka operasional perusahaan juga akan terganggu. misalnya ada founder yang punya masalah keluarga atau bahkan meninggal, maka peran dari founder ini bisa digantikan oleh orang lain yang dikirimkan oleh holding company. misalnya praktisi profesional — atau pengganti yang lain.
10. jalan autopilot dan suksesor yang lebih baik
perusahaan startup bisa lebih berjalan autopilot dan suksesor yang lebih baik. tanpa keberadaan holding company, maka founder terikat pada perusahaan startup terus.
tapi dengan adanya holding company, maka founder bisa dengan fleksibel membentuk sebuah tim elite atau kopasus yang berisikan lebih banyak orang (misal 10-20 orang) yang akan berperan sebagai manajemen profesional dari perusahaan, yang diletakkan di holding company.
jumlah orang yang lebih banyak ini sangat mungkin akan bisa menghasilkan level produktivitas yang lebih tinggi daripada founder itu sendiri, yang merupakan individu.
11. bonus: tampak lebih profesional di mata karyawan
tingkat kepercayaan sebagian karyawan akan kestabilan pekerjaan dan masa depan karir lebih meningkat karena merasa jadi bagian dari sebuah struktur perusahaan yang besar.
dan masih ada banyak kelebihan holding yang tidak mungkin dituliskan satu per satu di sini.
kelemahan holding
lalu apa kelemahan holding?
bayangan saya:
- keluar biaya ekstra di awal. biayanya sebetulnya tidak besar, tapi kalau keuangan anda tipis, ini lumayan berasa juga.
- tuntutan untuk melakukan segala sesuatunya lebih profesional, dan segala keputusan lebih berasa sah di mata hukum daripada kalau keputusan individu pribadi.
artinya keputusan founder harus mantap, tidak bisa main-main, ada tekanan kalau ada kesalahan sesuatu maka lebih bisa dipermasalahkan secara hukum. - sehingga akibat dari point no 2 tersebut adalah, kalau founder-nya tidak profesional, maka nama (reputasi) holding bisa ikut kena imbasnya.
- tidak semua investor suka kalau founder punya fleksibilitas lebih besar.
sebagian investor merasa lebih aman kalau punya kekuatan lebih besar untuk mengendalikan founder. - administrasi finansial & pajak sedikit lebih banyak + perlu penyimpanan dokumen terpisah.
so, adakah hal yang saya terlewat atau ada yang mau ditambahkan lagi ke dalam list?