proyeksi finansial, apakah perlu? 4 min read

seorang tokoh dan investor startup terkenal bikin postingan dengan mengutip postingan orang lain yang menulis tentang proyeksi finansial dari presentasi startup yang baru berdiri.

ia berkata: proyeksi finansial itu bagi dia tidak perlu, karena hampir tidak pernah tercapai.
karena bisnis itu bisa naik, turun, pivot (berganti strategi), dll.

sehingga yang dia lihat waktu mempertimbangkan untuk berinvestasi ke startup adalah kualitas founder, dan visinya, serta hal lain.

investor B

tapi ada investor terkenal lain muncul (sebut saja investor B), dia mengatakan, bagi dia financial projection itu perlu.

investor B ini setuju bahwa kemungkinan bisnis berubah itu cukup besar, apalagi dalam jangka waktu 10 tahun. tapi bagi investor B, financial projection itu tetap perlu, karena:

1. financial projection memberikan gambaran bagaimana kerangka berpikir seorang founder

dari financial projection bisa terlihat:

a. apakah si founder punya ambisi tinggi atau rendah

b. tingkat clarity (kejelasan) dari founder.

apakah kolom-kolom yang disajikan itu benar-benar menyentuh pokok permasalahannya, dan mewakili kebutuhan investor, atau tidak tepat dan hanya mewakili kepentingan founder saja.

c. kalau foundernya berkata, penghasilan tahun ke 10 tinggi – apakah itu karena:
(i) market yang luas
(ii) profit margin yang tebal
(iii) ada banyak sumber penghasilan

apakah si founder tipe ekspansi market atau fokus pada produk, dan bisa cari banyak sumber penghasilan? kalau ada banyak sumber penghasilan, apa saja? marketnya seberapa besar? lokal, atau internasional?

2. mengkonfirmasi unit economics

saya pernah menjadi tipe orang yang presentasi ke investor tanpa financial projection.

misalnya berkata bahwa di tahun ke 5, bisnis akan menghasilkan $x.

tapi setelah saya bikin financial projection, saya bahwa tahu bahwa $x itu tak dapat tercapai, karena ternyata untuk mencapai $x itu butuh user yang lebih banyak dari populasi suatu negara.

atau, ketika d-ibreakdown lebih detail, asumsi anda akanjadi broken.

kalau misalnya startup IT saya penghasilannya dari advertisement, maka rata-rata user harus online sekian jam tiap hari. selama user tersebut online, dia harus mengkonsumsi Y buah iklan.

artinya si user akan menonton iklan setiap Z menit. bisa jadi frekuensi user menonton iklan ini terlalu cepat interval-nya, sehingga user tidak akan menyukai layanan anda. kemudian jam online-nya si user akan menurun. dan ini membuat platform jadi sepi, lalu mati.

jadi, semua hal bisa tampak indah di bayangan founder; sampai ketika ia membuat financial projection.

3. bereksperimen dengan ROI untuk investor.

anda tentu bikin financial projection ini di excel atau app spreadsheet lainnya.

si investor perlu diberi kemampuan untuk bereksperimen dengan data financial projection anda.
sebagian investor perlu melihat seperti apa skenario standar, skenario buruk, dan skenario terbaiknya, dengan mengubah kolom tertentu.

misalnya, bagaimana kalau angka pertumbuhannya diubah jadi K% bukan J%.
bagaimana kalau penghasilan dari tiap user dipotong 20%. dan seterusnya.

desain financial projection (di file excel) yang bagus akan dapat memfasilitasi ini.

kalau setelah diubah bahwa kondisinya tidak terlalu bagus, dan ROI untuk investor tetap cukup memuaskan, tentu ini jadi faktor pendorong penting bagi investor untuk mau terlibat di bisnisnya.

juga, tanpa perhitungan yang detail ini, ROI hanya omong kosong. dari financial projection bisa diketahui apakah ROI yang tinggi itu masuk akal / tidak.

4. mengkonfirmasi strategi

dari financial projection, anda bisa lihat, apakah pertumbuhan tiap tahun itu stabil, atau akan ada tahun-tahun yang mengalami lonjakan pertumbuhan.

misalnya, pertumbuhan sebuah bisnis itu bisa jadi stabil di % angka tertentu. tapi begitu ia melakukan ekspansi secara masal, setelah core business-nya matang, maka akan terjadi yang namanya lonjakan pertumbuhan, yang artinya juga akan berakibat pada lonjakan valuasi perusahaan.

anda jadi bisa melihat kerangka berpikir founder-nya: ia butuh waktu berapa tahun untuk mematangkan bisnis intinya, dan kapan ia akan berekspansi besar-besaran.

dan — dengan cara bagaimana. apa strateginya? anda bisa konfirmasikan ulang ke foundernya, untuk melihat apakah strateginya masuk akal / tidak.

pada bisnis secara umum, anda justru harus berhati-hati dengan financial projection yang pertumbuhannya stabil z% terus setiap tahun.

karena dalam sebuah bisnis biasanya akan ada fase lonjakan-lonjakan pertumbuhan. akan ada event-event tertentu yang mempengaruhi pertumbuhan perusahaan.

founder yang tidak mengenali fase lonjakan pertumbuhan ini perlu dipertanyakan reasoning-nya. apakah masuk akal? jangan-jangan justru jadi red-flag.

misalnya, untuk Tesla, Elon Musk selalu menggadang-gadang, bahwa valuasi Tesla akan melonjak tinggi begitu strategi Robo-Taxi dari Tesla-nya jalan (terlepas dari kenyataan bahwa setelah bertahun-tahun Robo Taxi-nya tak kunjung jalan)

dalam setiap bisnis akan selalu ada titik penentu semacam ini.

kalau founder-nya memberikan proyeksi pertumbuhan stabil terus, jangan-jangan ia sendiri tidak mengenali apa yang menjadi kekuatan dari bisnisnya.

penutup

jadi itulah pentingnya keberadaan dari financial projection.

proyeksi finansial bukan hanya berfungsi untuk memproyeksikan penghasilan saja, tetapi bisa membantu memvisualisasikan banyak hal:

a. seperti apa sih pandangan founder terhadap bisnisnya
b. mengkonfirmasi unit economics
c. ROI terendah & tertinggi
d. mengkonfirmasi strategi

ternyata ada begitu banyak hal yang bisa disingkapkan hanya dari sekedar financial projection saja.

jadi bagaimana, anda jadi:

  • team yes to financial projection (seperti investor ke-2); atau
  • X team no to financial projection (seperti investor pertama)

?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *