pilih kaya atau berhasil 4 min read

berapa banyak % kepemilikan perusahaan yang dilepas ketika mereka mencari investor pertama?
rata-rata temyata berkisar antara 10-20%.

lalu apa perbedaan efeknya dari melepas 10% dan 20%?
ternyata cukup besar.

antara anda (sebagai founder) mau pilih jalan menuju kaya atau mau menuju sukses.

wait … bukannya kaya dan sukses itu hal yang sama?
ternyata ini 2 hal yang berbeda.

jadi begini,

analogi melepas kepemilikan

anggap saja ketika perusahaan anda berdiri dan menerima investasi pertama kali, nilainya adalah 10 miliar. anda menerima investasi masuk; yang akan digunakan sebagai modal kerja.

kalau anda melepas 10% kepemilikan artinya modal kerja itu 1 miliar, kalau 20% berarti 2 miliar.

tugas anda sebagai founder-CEO adalah: meningkatkan nilai perusahaan anda. kalau nilai perusahaan meningkat, artinya nilai saham meningkat, mereka bisa jual saham mereka dengan cuan, investor happy.

jadi katakanlah, tugas anda meningkatkan nilai perusahaan anda yang sebelumnya bernilai 10 miliar, menjadi 20 miliar.

pertanyaannya:

lebih gampang mana meningkatkan nilai perusahaan dari 10M ke 20M, dengan modal kerja 1 miliar, atau 2 miliar?

tentu lebih gampang dengan modal kerja 2 miliar. apalagi kalau misalnya modal kerja anda 4 miliar, tentu akan lebih gampang lagi mendongkrak nilai perusahaan. anda jadi jauh lebih mudah untuk sukses.

masalahnya:

  • kalau anda cari investasi senilai 4 miliar, berarti anda harus melepas 40% kepemilikan anda di perusahaan.
  • kalau anda hanya perlu melepas 10% kepemilikan perusahaan, berarti anda masih pegang 9096-nya perusahaan, senilai 9 miliar.
  • tapi kalau anda melepas 40% kepemilikan perusahaan, anda cuma pegang 60%-nya perusahaan, senilai 6 miliar.

apa artinya dari semua ini?

seorang founder yang mencari investasi dan melepas sedikit saham, terlihat lebih kaya, tetapi nilai perusahaannya sulit meningkat. apalagi kalau bisnis dengan dana serba terbatas, semakin meningkatkan resiko kegagalan. bisnis bisa gagal, dan seluruh kepemilikan founder menjadi nol, tak ada nilainya.

tapi kalau founder melepas banyak saham, ia jadi lebih “miskin”, tapi dengan dana yang berlimpah, kesuksesan itu lebih mudah diraih.

karena itu pertanyaannya adalah:

anda mau sukses atau mau kaya?

faktor waktu

satu hal yang harus dipertimbangkan di sini adalah faktor waktu.

kalau anda punya 60% perusahaan senilai 6 miliar, kalau dalam 1 tahun perusahaan anda bisa jadi 2x lipat (20 miliar), berarti nilai kepemilikan anda dalam 1 tahun jadi 12 miliar.

tapi kalau anda punya 90% perusahaan senilai 9 miliar, kalau dalam 1 tahun perusahaan anda cuma bisa meningkat nilainya 20% jadi 12 miliar, maka anda akan memiliki 90% dari 12 miliar tersebut, alias 10.8 miliar.

tapi ……

bedanya nanti akan ada pada sisi investor.

sisi investor

kalau dalam 1 tahun perusahaan anda bertumbuh 100%, investor juga happy karena saham mereka naik 100%.

tapi kalau pertumbuhannya cuma 20%, investor akan cemberut karena saham mereka cuma naik 20% nilainya, dimana pertumbuhannya mungkin dinilai kurang tinggi bila dibandingkan perusahaan sejenis.

dari sisi investor, semakin besar founder melepas % kepemilikan, semakin mudah nilai saham mereka meningkat, karena modal kerjanya juga lebih besar.

sisi founder

sebaliknya, dari sisi founder: kalau founder melepas kepemilikan kelewat besar juga tidak baik, karena itu artinya kepemilikan founder di perusahaanjadi kurang bernilai untuk diperjuangkan.

selain itu dengan semakin kecil kepemilikan founder, maka semakin cepat ia kehilangan kontrol atas perusahaan karena ia tidak lagi jadi pemegang saham mayoritas setelah menerima beberapa kali investasi lagi.

bagi sebagian founder, % kepemilikan investor ini juga seperti “pajak”.

misalnya investor punya 10% perusahaan anda. anda kerja 100%, menghasilkan profit 1 triliun, kena pajak 10%, anda pegang 900 miliar.

tapi kalau investor punya 70% perusahaan anda, anda kerja 100%, menghasilkan profit 1 triliun, kena pajak 70%, anda pegang 300 miliar.

karena itu banyak founder berusaha tidak boros-boros cari investasi di awal.

lalu, idealisme founder juga turut berperan.

misalnya pada founder WA setelah ia diakuisisi oleh FB, dan ia bekerja di FB, tapi ada ketidakcocokan filosofi dengan Zuck dalam hal privasi: founder WA rela meninggalkan semua potensi uang yang besar yang ia bisa peroleh dari FB dan justru memulai startup yang baru.

founder yang menginginkan kontrol perusahaan tentu tidak mau mengorbankan kontrol perusahaan dengan menjual % perusahaan terlalu besar di awal.

idealisme > money.

balance

karena itu akan diperlukan balance dalam % investasi awal ke perusahaan.

perlu mempertimbangkan faktor kesuksesan:
tidak terlalu kecil sehingga nilai perusahaan sulit meningkat,

perlu mempertimbangkan faktor kekayaan:
tapi juga tidak terlalu besar sehingga membuat founder kehilangan motivasi untuk memperjuangkan bisnisnya, “dipajaki” terlalu tinggi, dan mudah kehilangan kontrol perusahaan.

berlaku pada setiap tahapan investasi

inipun berlaku untuk investasi tahap selanjutnya: sukses berarti bisa dengan mudah meningkatkan nilai perusahaan; kaya berarti masih memegang kepemilikan perusahaan dengan cukup besar.

konsep ini tidak hanya berlaku pada investasi pertama saja.

kalau perusahaan anda tiap tahun terima investasi, semakin besar investasi tahunan yang diterima, perusahaan anda semakin mudah sukses, tetapi kekayaan anda tidak meningkat drastis. dan demikian pula sebaliknya.

tapi karena:

  • jalan menuju kesuksesan itu tidak selalu disertai dengan kekayaan,
  • jalan ke kekayaan itu tidak selalu disertai dengan kemudahan untuk sukses

maka:

pada akhirnya akan diperlukan balance antara kesuksesan dan kekayaan.

find the balance

anda harus mencari jalan tengah: di mana tidak terlalu sulit untuk sukses; tapi juga tidak terlalu membatasi peningkatan nilai kekayaan anda.

dan itulah jalan yang perlu anda ambil.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *