Money burning strategy 3 min read
topik bakar uang adalah salah satu ujian untuk mengetahui apakah seorang founder startup itu bagus atau tidak.
istilah
menariknya, istilah bakar uang ini cukup dikenal di Indonesia, sampai ada istilah khususnya (yaitu ya “bakar uang”), padahal ini bukan istilah yang umum dalam bahasa inggris.
istilah terdekat yang bisa digunakan di bahasa inggris adalah “money burning strategy”, “subsidy war”, atau yang lebih umum “growth at all cost strategy”.
artinya, praktek ini jauh lebih sering di lakukan di Indonesia (dan SEA).
nah,
bakar uang adalah tindakan khas startup yang membedakannya dengan bisnis biasa. banyak yang tak dapat mengerti alasan di baliknya, termasuk banyak founder startup sekalipun.
tes pertanyaan
founder startup yang bagus harus bisa menjawab:
- mengapa hal ini dilakukan? (mudah)
- kapan perlu dilakukan? (mudah)
- sampai kapan? (mudah)
- dalam situasi apa hal ini bisa berjalan / tidak bisa berjalan?
apakah bisa/cocok untuk digunakan pada startup saya? (medium) - bagaimana caranya? dan mengapa? (menantang)
mayoritas orang awam tidak mengerti mengapa startup melakukan bakar uang1;
banyak yang mengira ini tidakan bunuh diri.
atau mereka mengerti, tapi tidak dapat menjustifikasi perhitungan di dalamnya:
“sepertinya kok startup tak mungkin bisa profit dengan memberikan cashback hingga 70%, startup ini pasti akan mati.”
penjelasan
point no 1 s/d 3 masih relatif mudah untuk dijawab; minimal bisa dilogika.
no 4 membutuhkan pemahaman lebih jauh.
ada banyak cara untuk menjawab 4 pertanyaan tersebut, dan founder startup yang baik akan bisa menjawabnya dengan clarity.
ini diperlukan sehingga investor awampun bisa memahaminya sebagai tindakan yang penuh perhitungan, dan bukan dianggap sebagai kegilaan.
hal ini diperlukan, karena sebagaimana yang kita tahu, budget untuk bakar uang itu bisa cukup besar, terutama ketika skala startup sudah masuk ke level menengah.
misalnya, salah satu startup unicorn menghabiskan biaya >50 miliar per event bakar uang.
dan tidak mungkin tidak, dengan pengeluaran segitu besar, investor tentu akan menuntut penjelasan anda, untuk mengetahui apakah anda ngawur atau presisi.
kemudian di point no 5 (penerapan bakar uang pada startup milik si founder) adalah bagaimana ia akan mengimplementasikan teknik ini di dalam bisnisnya — karena ada begitu banyak cara untuk mengeksekusi teknik ini.
founder startup harus memilih satu cara tertentu yang dianggap paling baik.
follow up
sehingga dari point no 4 akan menimbulkan beberapa pertanyaan lagi:
- “subsidi” dalam hal apa?
- kepada siapa?
- seberapa banyak?
- mengapa harus teknik itu, bukan yang lain?
- apa batasannya?
- bagaimana cara untuk mencegah abuse?
- bagaimana teknik ini akan berubah seiring dengan berjalannya waktu?
- kapan perlu ditambah? kapan perlu dikurangi? kapan perlu di cut-off?
- apa tujuan yang hendak dicapai?
mekanisme terukur
bakar uang, sejatinya bukanlah pembenaran atas kerugian.
ada mekanisme yang terukur dan reasoning yang jelas dibalik fingerprint dari startup ini.
dari hanya satu topik ini saja, seseorang investor bisa mengetahui apakah seorang founder startup itu bagus atau tidak:
karena diperlukan pemahaman yang mendalam di topik ini, dan kalau si founder startup bisa menjawab topik ini dengan baik; terkadang sudah akan bisa menunjukkan potensi kegagalan / keberhasilan startupnya.
- catatan: jangan minta kunci jawaban ke saya ya 😄 lagipula sebenarnya saya juga sudah pernah memberikan jawaban dari beberapa pertanyaan di atas dalam postingan saya yang lain sebelumnya — meski judulnya bukan tentang bakar uang. ↩︎