Mass layoff is just another ordinary day for startups 4 min read
PHK massal.
beberapa orang di sekelilingku selama beberapa terakhir ini memberikanku link yang sama:
Pernyataan Menohok HT: Hari Keemasan Startup Telah Berakhir.

intinya HT mengatakan bahwa masa keemasan startup sudah berakhir karena banyak terdengar berita berbagai macam startup melakukan PHK massal.
dan memang banyak diberitakan bahwa ada banyak startup melakukan PHK masal. sehingga seakan-akan media membuat pola pikir ke masyarakat, bahwa startup sudah hancur-hancuran.
memang berita yang negatif dan menakut-nakuti masyarakat bakal bisa membawa traffic lebih banyak, memberikan insentif tak terlihat bagi para jurnalis media untuk membuat berita seram.
menurut saya sih, orang yang memiliki perspektif demikian, just doesn’t get startup — yet.
mungkin bagi kebanyakan orang dalam dunia bisnis, PHK masal merupakan sebuah hal yang mengerikan. tetapi bagi praktisi startup, PHK masal pada startup itu adalah sesuatu yang normal.
it’s just another ordinary day at startup, a business as usual.

Resesi itu merata
masa sulit akibat resesi ini terjadi ke semua sektor, terutama akibat imbas perang russia-ukraina.
apa buktinya?
50 orang terkaya di dunia kehilangan lebih dari $800B tahun ini.
musk bezos gates kehilangan $115B dalam 5 bulan tahun ini.
artinya apa?
resesi terjadi ke semua sektor, karena perusahaan seperti amazon, tesla juga terkena imbas resesi.
resesi berlaku global, bukan hanya ke perusahaan startup saja.

Memperpanjang runway
dan ketika terjadi masa sulit resesi, maka perusahaan startup akan mengalami kesulitan sementara untuk mendapatkan pendanaan lanjutan dari investor, dan uang di tabungan perusahaan startup harus cukup untuk bertahan hidup.
maka solusi paling masuk akal ya:
- nge-pause mengejar growth sementara, dan melakukan profit taking
- berusaha mengurangi biaya operasional, cara paling mudah adalah menjual aset / melakukan phk karyawan.
startup sering kali hire banyak karyawan untuk mempercepat mencapai visi di masa depan. dari jumlah karyawan yang di-hire sudah pasti akan menimbulkan laporan keuangan negatif (rugi).
kalau sampai layoff, ini bukan berarti gagal. layoff artinya ritme yang ditentukan untuk mencapai visi di masa depan jadi sedikit diperlambat. layoff diperlukan untuk menjaga supaya tingkat kerugian berada pada level yang sehat. tetap akan rugi, tapi tetap sehat.
it’s a normal thing.
Profit vs growth
pemimpin sebuah perusahaan sering kali akan menghadapi 2 dilema: melakukan profit taking? atau melakukan revenue growth?
profit taking berarti menikmati profitnya hari ini.
sedangkan revenue growth berarti menambah customer atau user, sehingga profitnya bisa dinikmati di masa depan.
banyak perusahaan yang memilih untuk melakukan profit taking.
tapi jalan yang ditempuh oleh perusahaan startup, adalah jalan growth.
dan ini bertentangan hampir 180 derajat dengan filosofi banyak pebisnis.
bahkan mayoritas pebisnis tidak dapat mengerti mengenai jalan startup ini.

Rule of 40
di dunia investasi startup, ada sebuah panduan umum yang bisa digunakan oleh investor VC untuk melakukan investasi pada startup.
namanya adalah, Rule of 40.
Rule ini mengatakan, bahwa perusahaan startup yang layak diinvest oleh VC, adalah % profit margin ditambah dengan % revenue growth harus setidaknya 40%. jadi kalau perusahaan anda memenuhi syarat Rule of 40 ini, secara umum sebagian besar VC secara otomatis akan mau berinvestasi ke anda.
rumus untuk perusahaan yang layak diinvest:
% profit margin + % revenue growth = 40%
artinya,
- kalau revenue growth perusahaan startup mu = 20%, maka profit marginmu harus setidaknya 20%.
- kalau revenue growth perusahaan startup mu = 40%, maka profit marginmu boleh cuma 0%.
- kalau revenue growth perusahaan startup mu = 50%, maka engkau boleh rugi 10%.
ingat ya, bahwa revenue (pendapatan) itu beda dengan earning (penghasilan, profit).
jadi ketika terjadi resesi, startup tidak memiliki user growth yang cukup (yang diterjemahkan sebagai revenue growth), maka startup memang harus beralih mode ke profit margin & profit taking.

Mengerem di tikungan tajam
PHK atau tidak PHK itu bukanlah hal yang terpenting.
startup adalah jenis bisnis yang pertumbuhannya bisa jauh lebih tinggi daripada perusahaan normal.
apabila startup dianalogikan sebagai sebuah mobil, maka startup adalah mobil balap, yang melaju dengan kencang.
on a perfect day, mobil balap ini bisa gas pol tanpa perlu banyak mengerem.
tapi ketika mobil balap menjumpai ada tikungan tajam di depannya, akan sangat wajar kalau si mobil mengerem lebih keras daripada mobil lainnya.
resesi adalah nama tikungan tajam tersebut, dan PHK adalah rem yang keras bagi startup.
bisa jadi juga akan ada beberapa mobil balap yang terlanjur mengegas terlalu dalam tidak memiliki rem yang cukup kuat untuk melakukan membelok, dan mengakibatkan mobilnya hancur.
tapi bagi sebagian besar mobil balap, yang dikendalikan dengan hati-hati, seharusnya mereka semua akan bisa berhasil melewati tikungan;
dan ketika jalan yang berkelok tersebut sudah habis, para mobil balap ini akan bisa kembali melakukan gas pol lagi.
mobil biasa yang mengatakan bahwa momen keemasan mobil balap sudah berakhir, mungkin kurang menyadari, bahwa jalanan tidak akan selamanya berliku.
akan tiba saatnya jalanan kembali lurus; dan mobil balap akan dapat kembali melaju kencang.
