memiliki bisnis anda 100% dengan menggunakan modal investor 3 min read

ketika pertama kali menjalankan usaha, banyak pebisnis memilih untuk membesarkan bisnis dengan modal sendiri.

alasannya?

mereka mau bisnisnya dimiliki sendiri 100%,
tak mau dikontrol oleh kemauan investor.

beberapa pebisnis lainnya memilih menggunakan pendanaan lewat investasi, menyerahkan sebagian kepemilikan mereka ke investor, untuk selamanya.

ini adalah mindset tentang 2 sisi dari sumber pendanaan bisnis.

common wisdom

tapi sebetulnya ….

apa benar kalau kita pakai investor maka kita ga bisa memiliki bisnis kita 100%?

“kalau modal sendiri bisa punya bisnisnya 100%.”

“kalau pakai investor ga bisa punya bisnisnya 100%.”

mindset 2 sisi ini adalah pola pikir umum yang ada di masyarakat.

truth

kenyataannya:

kita bisa pakai modal investor DAN memiliki bisnis kita 100%.

but how

bagaimana caranya?

tidak pernah ada aturan baku tentang kerjasama bisnis.

orang yang baru pertama kali bisnis sering punya mindset:
kalau ada investor berinvestasi ke bisnis mereka, itu artinya investor akan punya kepemilikan dari perusahaan untuk selama-lamanya.

kalau ada investor invest dan dapat 20% bisnis, maka selamanya dia akan punya setidaknya 20% bisnis.

apa benar begitu?
ternyata ya tidak seperti itu juga.

structure

semuanya tergantung dari bagaimana skema atau struktur investasi dilakukan.

bagi investor: yang terpenting adalah mereka itu untung, dapat ROI yang bagus.

pebisnis *bisa* menawarkan skema perjanjian di awal: kapan dan bagaimana mereka akan bisa menebus kepemilikan investor di masa depan.

kalau tak ada perjanjian, maka pembelian saham investor akan tergantung dari negosiasi di akhir.
tapi kalau ada perjanjian di awal, pebisnis cenderung bisa mempunyai bargain power lebih tinggi.

mekanismenya

salah satu mekanisme yang memungkinkan ini adalah dengan menggunakan callable preferred stock.

ada 2 jenis saham yaitu saham biasa & saham preferen (preferred stock).

saham preferen bisa memilki ketentuan “callable”, yaitu penerbit saham ini (perusahaan) bisa menebus saham ini pada harga yang telah di set sebelumnya setelah suatu tanggal yang ditentukan.

Preferred Stock: What It Is and How It Works

harga bisa berupa nominal tertentu, atau suatu nilai berdasarkan referensi nilai lainnya.
tak ada ketentuan pasti untuk harga. dalam berbisnis kita yang bikin aturannya, kita yang mendesain sistemnya.

“callable” berarti saham boleh ditebus oleh perusahaan boleh tidak. kalau tidak ditebus ya akan menjadi milik investor untuk seterusnya.

ada sebagian startup di Indonesia (yang punya potensi mendekati valuasi Unicorn) yang juga menerapkan sistem ini. sayang tak semua founder tahu skema ini.

buffer

salah satu perusahaan yang melakukan ini adalah Buffer

Buffer mendapatkan investasi total $3.5m dari pendanaan Series A pada desember 2014.
kemudian pada Juli 2018, setelah mendapatkan profit, Buffer membeli / menebus kembali sebagian saham dai investor Series A sebesar $2.3m dari total $3.5m.

pendapatan tahunan mereka adalah $4.6m — artinya kalau mau menunggu sedikit lebih lama, Buffer bisa saja membeli keseluruhan saham investor — jadi bisa memiliki kembali 100% ke emilikan bisnisnya.

We Spent $3.3M Buying Out Investors: Why and How We Did It

jadi secara di atas kertas, pengusaha kembali memiliki bisnisnya 100% itu bisa dilakukan.

achievable

artinya anda bisa punya sebuah bisnis yang skalanya sudah besar dengan kepemilikan 100%, yang dibesarkan bukan lewat modal anda sendiri yang terbatas.

yang sering jadi godaannya adalah, ketika perusahaan sedang dalam proses bertumbuh pesat, sering kali masih lebih profitable bagi perusahaan untuk tetap membiarkan investor memegang saham mereka, dan baru menebusnya belakangan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *