Leader vs Manager 2 min read
ada salah satu video dari Simon Sinek yang mengubah pola pikirku dalam hal budaya perusahaan, yaitu Management vs Leadership.
Management adalah hal yang sekilas tampak normal dalam bisnis. tetapi …
… tidak ada orang yang suka “di-manage.”
definisi
manage atau mengelola berarti cenderung memanipulasi pihak lain untuk kepentingan dia. terkadang tidak peduli akan nasib pihak lain tersebut. management menjadikan bawahan sebagai objek.
sedangkan leadership berarti memimpin orang tersebut, dan mungkin akan bring out the best of him/her.
bagaimana kita mendefinisikan sesuatu, akan mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu hal itu.
istilah yang umum dipakai dalam sebuah korporasi adalah “top management” yang memang tugasnya mengelola resource di bawahnya. dan hal ini tidak salah.
PHK massal termasuk sebagai salah satu tindakan yang dibenarkan dalam perspektif management. seakan tidak ada emotional attachment di dalam istilah PHK.
tetapi sejak aku menonton Simon Sinek, aku memutuskan akan mencoba mengganti istilah ‘top management” dengan “top leader” atau “top leadership.”
cara pandang yang berbeda
ketika istilah “leader” mulai digunakan, maka memandang bawahan atau karyawan akan menjadi seperti seseorang yang dimanusiakan.
bawahan adalah juga seorang manusia, yang punya perasaan, punya keluarga; mungkin ia adalah tulang punggung keluarga, juga punya loyalitas yang tergantung bagaimana kita memperlakukan dia.
istilah “leader” menjadikan seseorang lebih punya hati daripada sekedar “manager.”
jadi aku juga berusaha mengganti title dari jabatan manager dengan istilah leader.
leader berarti memberikan semangat pada bawahan, ketika bawahan gagal maka leader akan berusaha memberi uluran tangan berusaha membantu bawahan untuk bangkit berdiri lagi.
resource & accountability
manager berarti bisa jadi lebih memandang bawahan sebagai resource. kalau gagal, ya bisa jadi itu salahmu (bawahan). kamu akan bisa digantikan oleh orang lain, maka jangan sampai gagal.
manager menempatkan accountability pada bawahan.
leader menempatkan accountability pada atasan.
kalian, aku, dan kita
management menghasilkan yang namanya “kalian” dan “aku’.
leader menghasilkan yang namanya “kita”.
ke dalam atau ke luar
menggunakan istilah manager akan membuat tempat kerja menjadi lebih selfish, sedangkan menggunakan istilah leader akan menggunakan tempat kerja lebih akan berusaha saling tolong-menolong.
perubahan perspektif
dan dengan mengganti istilah atau kata-kata lama dengan kata-kata yang baru, aku harap bisa memberikan perspektif yang berbeda, dan diharapkan bisa membuat banyak hal menjadi lebih baik.