Top management vs top leaders 2 min read
24 jam terakhir ini aku memutuskan untuk melihat video-video dari Simon Sinek di facebook.
videonya mengulas banyak topik yang berbeda, rata-rata pendek-pendek, hanya sekitar 1-2 menit per video. dan ini cocok dengan style belajarku yang selalu menyimpan resource dari online ke folder pembelajaran di hardiskku berdasarkan topik.
konten Simon Sinek tidak semuanya berguna, tetapi ada beberapa hal yang cukup essential. ia terutama bagus untuk membentuk pola pikir company culture. salah satu contohnya adalah, management vs leadership.
management adalah hal yang sekilas tampak normal dalam hal business. tetapi tidak ada orang yang suka “di-manage.”
manage atau mengelola sering kali berarti memanipulasi pihak lain untuk kepentingan dia. terkadang tidak peduli akan nasib pihak lain tersebut. management menjadikan bawahan sebagai objek.
leadership, sebaliknya berarti memimpin orang tersebut, dan mungkin bring out the best of him/her.

definisi akan mengubah cara pandang
bagaimana kita mendefinisikan sesuatu, akan mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu hal.
istilah yang umum dipakai dalam sebuah korporasi adalah “top management” yang memang tugasnya mengelola resource di bawahnya. dan hal ini tidak salah.
PHK massal termasuk sebagai salah satu tindakan yang dibenarkan dalam perspektif management.
tetapi sejak aku menonton Simon Sinek, aku memutuskan akan mencoba mengganti istilah “top management” dengan “top leader” atau “top leadership.”
karena dengan menggunakan istilah “leader” maka akan menjadikan memandang bawahan atau karyawan sebagai seseorang yang dimanusiakan.
karena bawahan adalah juga seorang manusia, yang punya perasaan, punya keluarga, mungkin ia adalah tulang punggung keluarga, punya loyalitas yang tergantung bagaimana kita memperlakukan dia.

leader > manager
istilah “leader” menjadikan seseorang lebih punya hati daripada sekedar “manager.”
jadi aku juga akan berusaha mengganti title dari jabatan manager dengan istilah leader.
leader berarti memberikan semangat pada bawahan, ketika bawahan gagal maka leader akan berusaha memberi uluran tangan berusaha membantu bawahan untuk bangkit berdiri lagi.
manager berarti bisa jadi lebih memandang bawahan sebagai resource. kalau gagal, ya bisa jadi itu salahmu (bawahan). kamu akan bisa digantikan oleh orang lain, maka jangan sampai gagal.
manager menempatkan accountability pada bawahan.
leader menempatkan accountability pada atasan (pada leader itu sendiri).
menggunakan istilah manager akan membuat tempat kerja menjadi lebih selfish, sedangkan menggunakan istilah leader akan menggunakan tempat kerja lebih akan berusaha saling tolong-menolong.
dan hanya dengan mengganti istilah atau kata-kata lama dengan kata-kata yang baru, aku harap bisa memberikan perspektif yang berbeda, dan diharapkan bisa membuat banyak hal menjadi lebih baik.