Artist in the age of AI 2 min read
beberapa menit lalu baru saja ga sengaja join group foto-foto hasil kreasi AI.
ada begitu banyak foto-foto eye candy yang menarik. dan semua dihasilkan hanya dengan memasukkan berapa kata saja pada program AI.
dari sisi manusia, mungkin tidak membutuhkan waktu lebih dari satu menit untuk menghasilkan sebuah foto cantik.
seorang graphic designer, atau artist konvensional, atau pelukis, bisa membutuhkan waktu dari mingguan s/d bulanan hanya untuk menghasilkan satu karya yang bagus.
setelah karya tersebut selesai, akan sulit dibedakan dengan jutaan foto hasil karya dari AI.
hanya menjadi satu dari jutaan karya. tenggelam.
Tidak lagi relevan
ini sama seperti seorang pembuat pakaian jaman dulu. bukan tailor yang saya maksud, tetapi seseorang yang harus memintal dari benang sampai menjadi kain, dan masih harus diproses untuk menjadi pakaian.
hasil karyanya, meskipun bagus, tenggelam dalam jutaan baju hasil produksi pabrik.
sama seperti seorang pandai besi jaman dulu, mereka bisa menghasilkan pisau lebih tajam daripada buatan pabrik. tetapi pabrik menghasilkan jauh lebih banyak pisau yang meskipun tidak setajam buatan pandai besi, namun harganya jauh lebih murah.
dengan adanya AI, proses desain konvensional menjadi tidak lagi efisien.
orang-orang dengan skill yang lama bukanlah tidak berbakat. namun menjadi kurang relevan dengan adanya kemajuan jaman. tidak akan hilang sepenuhnya, tetapi menjadi semakin sulit untuk bersaing.
memiliki bakat itu baik, tetapi akan lebih baik lagi apabila bisa selalu relevan dengan kemajuan jaman.
