Akses ke Superkomputer bagi Perusahaan biasa 2 min read
coba lihat video berikut ini oleh Jensen Huang.
intinya, CEO NVidia berkata kalau untuk membuat supercomputer LLM (Large Language Model) untuk AI seperti chatgpt itu sekarang dibutuhkan misalnya $100M (1.5 triliun).
tapi biaya 1.5 triliun ini bisa dibagi ke 100 perusahaan, sehingga investasi per perusahaan cuma 15 miliar. biaya segini termasuk sangat murah untuk ukuran bisnis (standar US).
mungkin anggapannya kalau buat ukuran indonesia, $100M ini bisa dibagi ke 1000 perusahaan, sehingga setiap perusahaan hanya berinvestasi sebesar $100k (1.5 miliar rupiah). ini nilai yang agak besar kalau buat pribadi, tapi kalau buat bisnis termasuk murah dibandingkan dengan benefitnya.
artinya: kedepannya akan ada begitu banyak perusahaan yang punya akses langsung ke supercomputer.
supercomputer ini bisa digunakan untuk model chatbot seperti chatgpt, membangun jaringan DNA atau microbiologi lainnya, atau buat kepentingan yang lainnya.
era kecerdasan buatan benar-benar sudah dimulai.
Melihat lebih jauh ke depan
sekarang bayangkan harga supercomputer itu akan jadi tinggal 1/10 atau bahkan 1/100nya dalam 10-15 tahun ke depan.
15 tahun lalu, tak bisa dibayangkan akan ada aplikasi bernama tiktok dan snapchat yang bisa memberi filter pada wajah seseorang secara live. tapi semua itu sudah terealisasi dalam waktu sekitar 5 tahun lalu.
dulu yang bisa mengakses komputer hanya perusahaan besar. tapi tidak butuh waktu lama komputer sampai di tangan konsumer.
jadi 10, 15 tahun lagi, akan menjadi masa yang benar-benar gila, semua area penuh dengan campur tangan AI.
supercomputer yang hari ini hanya bisa diakses perusahaan besar. tapi dalam 10, 15 tahun lagi akan dapat diakses oleh orang-orang awam.
sejak dulu teknologi selalu seperti itu, dan akan terus seperti itu.
bayangkan kekuatan sebuah supercomputer di tangan setiap orang awam.
it will surely be a crazy world.