Memulai startup tanpa CoFounder 3 min read

permasalahan yang sering dihadapi oleh founder pada masa pre-startup: cari cofounder, atau pegawai?

dalam memulai startup, sangat mungkin kita sebagai founder tidak akan bisa bergerak sendirian, tetapi butuh bantuan dari orang lain. karena begitu banyak yang harus disiapkan.

tahun lalu memang aku sempat ada menerima 2 cofounder, meskipun akhirnya setelah itu mereka aku lepas karena hasil kerjanya tidak sesuai dengan ekspektasiku.

setelah aku melepas mereka, aku dihadapkan pada 2 pilihan:
cari cofounder lagi (yang bisa ngebantu persiapan startup), atau nunggu startup jalan, dan duit dari investasi dipakai buat hire pegawai?

setelah kurenungkan, aku mengambil kesimpulan bahwa pegawai adalah lebih baik.

ada beberapa pertimbangan

  1. sisi equity.
    kalau cofounder, kompensasinya adalah berupa equity (saham), dan saham itu nilainya jauh lebih tinggi daripada gaji pegawai.
  2. tidak efisien.
    dari pengalaman selama ini sebetulnya mereka yang jadi cofounder kerjanya tidak efisien juga, karena mereka pasti lebih fokus ke kerjaan utama dan kita hanya dapat waktu sisa-sisa.
  3. “cofounder” hanya terkenal di industri startup.
    kenyataannya dalam dunia bisnis konvensional, itu banyak pebisnis yang bisa jalan tanpa hanya membutuhkan partner kerja juga.
  4. porsi equity CoFounder dapat digantikan dengan uang investasi.
    misalnya anda mengalokasikan 20% equity untuk CoFounder. ketika anda melepas 20% equity untuk investasi, anda akan dapat modal yang dapat dipergunakan untuk hire lebih banyak orang. pada akhirnya sama saja. tinggal 20% tersebut jadi CoFounder, atau karyawan yang lebih banyak.
  5. membentuk founding team.
    pegawai awal yang dipekerjakan bisa dijadikan sebagi founding team.
  6. CoFounder cenderung menuntut hak lebih besar daripada pegawai.
    pegawai biasanya lebih mengikuti perjanjian kerja, dan lebih pasrah dengan kompensasi apa yang mereka terima. CoFounder akan menuntut hak yang lebih tinggi karena mereka merasa turut memiliki perusahaan.
  7. CoFounder lebih ingin ikut punya power & pendapatnya didengarkan
    mungkin tidak sampai menjadi dua matahari atau tiga matahari, dan 99% of the time tidak akan ada masalah. tapi ketika anda menghadapi perselisihan dengan CoFounder, that 1%, itu bisa membesar jadi 10%, 20% dengan cepat kalau anda tidak bisa mengontrolnya dengan baik.
    Saverin tidak pernah menjadi masalah bagi Zuck sebelumnya, sampai pada waktunya ia berselisih paham.

Founding Team

Founding Team sendiri memiliki beberapa kelebihan yang tidak bisa didapatkan dari CoFounder.

anda bisa mengangkat pegawai yang kinerjanya bagus, memberi mereka potensi reward di masa depan yang hampir setinggi CoFounder. anda juga bisa melepas anggota team yang kurang berkualitas, dan menggantikannya dengan anggota baru.

ada cukup banyak solo Founder terkenal juga yang merintis startup sendirian, tanpa CoFounder, seperti:

  • Jeff Bezos (Amazon)
  • Pierre Omidyar (eBay)
  • Sara Blakely (Spanx)
  • James Dyson (Dyson)
  • David Karp (Tumblr)
  • Ben Silbermann (Pinterest)
  • Aaron Levie (Box)
  • Joel Gascoigne (Buffer)
  • Markus “Notch” Persson (Mojang)
  • Bob Parsons (GoDaddy)
  • Evan Williams (Medium)
  • Byron Allen (Entertainment Studios)
  • Reed Hastings (Pure Software)
  • Jack Dorsey (Square)
  • Melanie Perkins (initial Canva prototype “Fusion Books”)
  • Tobias Lütke (Snowdevil → Shopify)
  • Garrett Camp (StumbleUpon)
  • Patrick Byrne (Overstock)
  • Trip Hawkins (Electronic Arts)
  • Jan Koum (WhatsApp)
  • Jeff Lawson (Twilio)
  • Nick Woodman (GoPro)
  • Jason Fried (37signals / Basecamp)

terlebih mereka yang sudah memiliki istri/pasangan, seperti Bezos & MacKenzie — pasangan akan bisa membantu founder lebih kuat lebih daripada CoFounder.

CoFounder lebih ribet

ini tidak dapat dilakukan pada CoFounder. anda tidak dapat tiba-tiba menenda … uh, melepas CoFounder tanpa tekanan emosional dan potensi perselisihan — karena mereka juga sudah mendedikasikan energinya ke startup, dan punya mimpi yang tinggi di startup.

jadi, sebetulnya tidak perlu cari CoFounder ketika anda memulai startup — kecuali ya memang benar-benar perlu dan tidak ada pilihan lain.

jadi, jangan cari cofounder kecuali benar-benar perlu dan tidak ada pilihan lain.

maybe CoFounder is just a bit overrated after all.

Pegawai > CoFounder;
— kecuali untuk beberapa hal yang memang sebaiknya tidak diserahkan ke pegawai.

February 25, 2023



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *