Hubungan antara Kecerdasan dan Kekayaan 2 min read

apakah orang kaya itu lebih pintar?

kesimpulan dalam artikel CNA ini mengatakan bahwa, ternyata kecerdasan memang membantu orang menjadi lebih kaya.

daripada kecerdasan yang bertipe “otak encer,” ternyata lebih berpengaruh kecerdasan yang bersifat mengumpulkan dan memproses informasi dengan cepat. edukasi dan keberuntungan tentu juga berpengaruh.

artikel ini membuat saya sedikit merenung: apakah partner yang ada di pekerjaan saya cerdas?

setelah dipikir-pikir, orang tersebut juga ga bisa dibilang kelewat cerdas.
tapi juga tidak bodoh. biasa saja, gitu.

tapi satu hal yang membuat dia jadi menonjol adalah, ia orangnya enak untuk diajak kerja sama.

ia masih memiliki kelemahan. kadang membuat kesalahan.
tapi masih bisa diberi tahu, diarahkan, dan orangnya cengli.

Likability

enak diajak kerja sama ini sekilas terlihat klise;
tapi saya kenal beberapa relasi lain, yang, meskipun orangnya lebih cerdas, tapi tidak enak buat diajak kerja sama.
sampai kapanpun saya tidak akan menjadikan mereka prioritas pertama atau ke-dua sebagai partner kerja sama.

jadi buat saya pribadi, saya lebih mementingkan orang yang enak diajak kerja sama dibandingkan dengan orang yang cerdas.

kalau bisa dapat dua-duanya ya bagus;
tapi kalau ngga, ya akan lebih memilih yang enak diajak kerja sama.

jadi saya rasa, yang namanya faktor likability (disukai) akan bisa cukup berpengaruh atau turut menyumbangkan faktor bagi kesuksesan seseorang.

anda punya pandangan yang berbeda?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *