teori dipelajari untuk dilanggar 6 min read

lebih dari 7 tahun saya banyak membaca & mendengarkan praktisi startup US yang sudah billionaire. mereka memberikan pengajaran & saran yang bagus-bagus. kalau orang indo bilang, isinya daging semua.

sesekali di medsos saya ngelihat postingan influencer bisnis pemula di indo, ngomongin startup.

hasilnya malah bikin gregetan / gemas ๐Ÿ˜†
kalau ngomong berasa enteng banget tapi nguawur ๐Ÿ˜†

banyak hal yang disampaikan justru bertentangan dengan apa yang ada di lapangan.
herannya yang model begitu followenya banyak.

kalau sudah ga betah, biasanya bakal saya mute ๐Ÿ˜…
(sekali lagi, ini ga semua, influencer yang bagus pasti ada juga ๐Ÿ™‚)

praktisi startup US yang sukses sarannya lebih masuk akal.
they have walk the talk.

nevertheless, kita tetap harus punya yang namanya critical thinking.
tidak semua yang disarankan itu cocok dengan kondisi kita.

1. Investasi VC

ini hal pertama yang saya langgar.

VC ini investor institusional (alias bukan individu atau kelompok, tapi ada badan hukumnya).
VC juga merupakan investor professional. saya menghindari VC.

ibarat anda bermain poker, maka VC ini adalah pemain yang udah jago.
VC memang ada kelebihannya, yaitu bisa membawakan duit yang besar.

tapi duit yang besar datang bersamaan dengan berbagai ketentuan yang ketat & mengikat.
contoh paling gampang,

apakah anda pernah dengar ada founder startup luar yang menjalankan lebih dari 1 startup dalam 1 saat?
hampir ga ada. jangan sebutkan elon musk saja pokoknya.

VC bisa punya klausul seperti founder activity. membatasi aktivitas founder.
founder akan hanya bisa mengerjakan 1 perusahaan saja.

tanpa VC, anda mungkin bisa running beberapa perusahaan. menjadikan kemungkinan sukses anda lebih besar. masih banyak klausul VC lainnya yang bisa lebih mengikat dari sekedar founder activity.

sebagian klausul juga tak akan kentara sebagai “jebakan” sampai founder menjalaninya. beberapa klausul akan bisa bikin founder kehilangan posisinya sebagai CEO.

kalau anda cukup cermat mengamati bagaimana cara kerja VC, anda akan bisa merekonstruksi ulang apa yang dilakukan VC, menjadikannya sebagai benefit anda.

2. MVP & Lean Startup

ini hal kedua yang saya langgar.

minimum viable product. anggaplah prototype produk yang bisa dipakai.
MVP baru diperlukan ketika anda bikin sesuatu yang baru.

lean startup belajar dari feedback user, memperbaikinya, mengiterasikannya lagi. ini semua bisa di skip.

anda tak perlu lean startup sampai anda mulai bikin sesuatu yang berbeda. kalau anda bikin sesuatu yang sudah terbukti berjalan di pasar, ada kompetitor yang melakukannya dan ada peminatnya, yang perlu dilakukan hanyalah melakukan hal yang sama. menjiplak. mengimitasi.

ini dilakukan Oleh Rocket Internet, yang bikin Lazada.
orang Iain yang eksperimen, Rocket Intemet membuatnya ulang.

3. PMF & Traction

traction artinya ada validasi pasar (product-market fit, PMF) bahwa produknya dapat diterima dengan baik di pasar, ada user yang mau gabung, ada yang bayar, dan lain sebagainya.

sebagaimana Peter Thiel tidak bisa membangun Palantir yang kompleks dengan traction,
ada startup yang akan kelewat lama kalau harus menunggu traction dulu.

founder Tiket membangun startupnya hanya berbekal narasi & presentasi Excel saja — seingat saya.

startup saya sudah dapat investasi bahkan tanpa mengeluarkan pitch deck, hanya berbekal narasi saja.
sebuah kebetulan memang, tapi ini ternyata ini bisa juga terjadi pada saya. memang akan lebih mudah menjual apartemen kalau sudah kelihatan sebagian wujudnya.

tapi ada sebagian juga bisa jual apartemen yang bahkan belum dibangun.
yang lucu, startup yang saya tawarkan bahkan bisa diterima oleh investor lebih dahulu, daripada oleh user ๐Ÿ˜

urutannya kebalik, tapi sama-sama bisa berjalan.

meyakinkan user butuh membangun produk, skill development, membangun narasi / copywriting, dan terus menyempumakannya.

meyakinkan investor anda butuh visi, track record, narasi / copywriting, dan terus menyempurnakannya.

kalau visi anda cukup detail, dan anda bisa menuangkannya ke dalam bentuk presentasi, segala sesuatunya siap, hanya produk & traction saja yang kurang — saya cukup yakin ini juga tetap bisa berjalan.

baik user & investor adalah sama-sama partner perusahaan anda.
yang satu mendatangkan penghasilan, yang satu investasi.

keduanya sama-sama dapat digunakan untuk membangun perusahaan.

4. valuasi

tanyakan pada praktisi startup manapun, baca artikel startup manapun, semua akan mengatakan valuasi itu penting. banyak founder tidak pede dengan startupnya. mereka tidak berani mengeset valuasi tinggi, takut tidak ada investor yang mau.

sebetulnya, valuasi tidak sepenting itu bagi investor.
tidak berarti ngawur juga, tapi valuasi tinggi masih dapat dijustifikasi, terutama kalau visi & market startup anda cukup besar.

satu hal utama yang dicari investor. ROI.
hal utama berikutnya yang dicari investor: keamanan investasi.

ada banyak jalan untuk memberikan reward ke investor.
capital gain hanyalah salah satunya.
masih ada banyak jalan lain.

yang terpenting adalah be flexible.

anda bisa bikin kelas saham investor yang berbeda untuk tiap segmen investor.
beda ronde pendanaan memang pasti akan berbeda kelas.
tapi bahkan pada ronde pendanaan yang sama pun anda bisa membuat kelas saham yang berbeda.

be flexible as you can be, and capital won’t be an issue for you.

5. start from niche market

ini saran yang diberikan oleh Peter Thiel himself.
jangan langsung tembak market besar dari awal.

akhirnya saya langgar juga.

alasannya? niche market terlalu diaspora. terlalu distributed tanpa ada koneksi.
antara satu user & user Iain di market segment tersebut tidak saling terhubung.

kalau NPS (net promoter score, bersedia mereferensikan) tinggi pun, user harus merekomendasikan ke siapa?

ini memboroskan & menyulitkan aktivitas marketing / penjangkauan pasar.
tak ada jalan lain selain menembak large market & menghasilkan network effect secara cepat

6. pitch deck

kalau anda pakai pitch deck template sequoia yang 10 slide itu untuk investor, itu belum tentu berhasil.

industri startup sedunia menggunakan template ini.
tapi ini lebih cocok untuk investor jenis VC, yang sudah banyak invest ke startup.

kalau anda tidak cari investasi dari VC, jangan pakai itu. you are selling your company.
you need to educate your investor. sesuaikan dengan market anda.

ada template / flow lain yang lebih bagus / cocok.

penutup

jadi yah, punya banyak pengetahuan itu bagus, membuka wawasan.
tapi itupun tidak cukup.

kita sendiri juga harus kritis, menyesuaikan ajaran yang ada dengan situasi kita.
tidak semuanya harus ditelan mentah-mentah, bahkan kalau itu saran dari successful billionaires sekalipun.

banyak hal saya langgar, tapi untuk setiap hal yang saya langgar ada reasoning yang kuat,
dan hampir semuanya sudah ada contohnya di lapangan, sebelumnya.

milikilah prinsip. tidak masalah kalaupun harus jadi contrarian.
tapi semua harus ada dasarnya yang kuat.

break all the rules.
but use your head, and calculate everything.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *