banyak orang membangun “personal branding” dengan cara salah 5 min read

menjadi lebih dikenal & diakui, menghasilkan cuan, punya pengaruh, jaringan lebih luas — adalah alasan banyak orang ketika mereka ngonten.

lalu mereka posting konten sebanyak-banyaknya, dan menganggap apa yang mereka lakukan adalah upaya yang mereka lakukan untuk mencapai “personal branding”.

padahal, personal branding tidak seperti itu.

personal branding itu sebaiknya memenuhi hal-hal berikut ini:

1. autentik

kata-kata “autentik” berarti adalah yang asli.
“asli” artinya dari dirimu sendiri, bukan orang Iain. artinya ada originalitas.

berapa banyak orang membuat konten tapi mereka comot materi milik orang Iain & mereka repost apa adanya? ini bukan originality. ini bukan autentik.

akan lebih baik sedikit kalau anda bisa nge-reproduce material tersebut, ditambahi dengan kata-kata komentar dari anda sendiri. tapi hanya nge-repost konten, ini tak menambah point “personal branding” anda.

2. value atau quality content.

hanya karena konten itu original, belum tentu itu memiliki nilai tinggi.

posting konten seperti “hari ini akan hujan ga ya?” atau “hari ini makan apa” — mereka meski original, tapi tidak memberikan banyak value ke audiens anda.

value itu seperti apa?

  • kalau anda cewe cakep dan orang-orang suka penampilan anda, itu value.
  • kalau anda punya keahlian atau pengetahuan berharga dalam sesuatu, itu value.
  • kalau anda suka posting hal receh humoris, dan orang menyukainya, itu value.
  • kalau anda punya pemikiran sesuatu yang mayoritas orang tidak memikirkannya, dan orang menyukainya, itu value.
  • kalau anda punya cerita pengalaman unik & menarik yang tidak semua orang mengalaminya, itu value.

kenalilah value anda.

3. konsistensi

artinya konten anda thematic. ada suatu tema tertentu.

tapi jangan anda membahas cara menghasilkan profit di industri digital, lalu tiba-tiba anda posting “apa makanan anda hari ini”. orang nge-follow dan membaca konten anda untuk suatu tujuan.
tujuan bisa bermacam-macam, seperti: menambah wawasan bisnis.

tapi ketika anda posting sesuatu yang tidak relevan, itu akan menjadi combo breaker; alias ga nyambung.
ya sesekali ok deh, kalau memang bisa menghasilkan personal connection, tapi sebaiknya jangan kelewat sering.

bisa juga anda menggunakan tema warna tertentu atau gaya tertentu yang ketika warna atau gaya ini dilihat, orang langsung akan mengenali anda.

salah satu profil yang saya ikuti di linkedin adalah seseorang bernama Oana Labes. ini adalah postingan dia dalam rentang beberapa tahun yang panjang. bukan dari 1 postingan, tapi dari beberapa postingan yang berbeda.

anda tahu apa 1 yang konsisten dari dia? coba tebak. tiap saya melihat sekilas foto seperti ini, tema warna perpaduan kuning & hitam putih yang begitu khas — otak saya langsung menampilkan gambaran satu orang dan satu orang saja.

4. unik. berbeda.

ada pepatah:

berbeda itu lebih baik daripada lebih baik.

apa diferensiasi anda? apakah profil anda dapat digantikan oleh akun lain?

apakah anda akan menjadi akun ke 2637 lainnya yang berjualan cara profit dari internet?
temukan niche anda. bagikan perspektif atau pengalaman unik anda yang tidak bisa didapatkan orang lain.

temukan cara penyampaian yang khas, seperti Pak Win.
ada yang ga tahu Pak Win? rata-rata tahu kan ya. karena penyampaiannya begitu berbeda.

5. komunikasi yang jelas.

cara anda menyampaikan harus jelas.

orang malas cerita ngalor ngidul kepanjangan yang tidak relevan;
orang tidak mengerti kalau bahasa anda kelewat tinggi;
orang suka sesuatu yang praktis, jelas.

gunakan bantuan visual, analogi;
gunakan point-point singkat;
berlatihlah supaya postingan anda dapat dimengerti oleh seorang anak berusia 10 tahun;
kalau bisa dimengerti oleh anak berusia 5 tahun, lebih baik Iagi.

juga:

pesan apa yang ingin anda sampaikan ke audiens?
apa storytelling unik yang bisa anda bagikan?
apakah anda seorang ahli di bidang anda?
atau apakah anda seorang pebisnis yang membuka kesempatan networking?
misi apa yang hendak anda lakukan?

buat beberapa tujuan yang anda ingin capai melalui keberadaan personal branding anda, dan stick to them. pastikan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh audiens.

6. keterlibatan

“personal connection” lebih penting dari sekedar “engagement”.

branding itu bukan hanya masalah komunikasi 1 arah, tapi juga mendengarkan, merespon.
balaslah komentar. bantulah orang lain. bertanyalah soal pendapat mereka. mintalah masukan. bahkan, mintalah bantuan.

anda bikin postingan, orang lain menanggapi, tapi anda tidak merespon mereka?
ini artinya ada engagement 1 arah tapi tidak ada personal connection.

orang nge-like postingan anda. orang mengkomentari postingan anda.
tapi anda abaikan mereka, tidak membalas mereka.

kalau akun anda sudah punya banyak follower, mungkin masih akan masuk akal.
tapi kalau akun anda masih merintis & tidak punya banyak follower, cepat lambat tidak akan ada yang mau menghiraukan anda.

7. reputasi. kredibilitas.

baru setelah semua dilakukan dengan benar, akan tercipta yang namanya trust.

trust bahwa anda akan melakukan apa yang anda lakukan. trust bahwa anda berbeda / lebih baik daripada alternatif lainnya.

ada harapan tertentu ketika orang nge-follow akun anda. ketika harapan ini retak, atau nilai-nilai anda tak sesuai dengan nilai dari follower anda: the trust is lost.
tanpa trust, orang hanya akan tahu tentang anda. tapi tak ada yang akan mau berurusan dengan anda.

penutup

banyak orang ingin ikut-ikutan membangun personal branding,
tetapi yang mereka lakukan ternyata sekedar ngonten saja.

artinya: penting untuk bisa memahami esensi personal branding,
supaya apa yang diinginkan dapat benar-benar tercapai.

itulah 7 elemen penting dari “personal branding”
apakah menurut anda ada elemen penting yang terlewat?

atau mungkin anda punya pengalaman sendiri dalam hal personal branding?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *