belajarlah bikin pitch deck meski tak lagi cari investor 3 min read

ada beberapa hal penting yang saya pelajari ketika membuat pitch deck.

1. iterasi panjang

sekedar bikin pitch deck itu gampang. bikin pitch deck bagus, itu lain cerita.

butuh perenungan.
butuh effort.
butuh evaluasi.
butuh revisi.

dan mungkin ini perlu diulangi beberapa kali.

2. paham dasar bisnis

pitch deck membuat anda lebih memahami bisnis anda. dengan cara yang sederhana.

apa keunggulan anda dibandingkan kompetitor?
mengapa pelanggan memilih anda?
apa unique / unfair competitive advantage dari bisnis anda?
berapa sebenarnya nilai 1 user?

Pitch deck memaksa anda untuk menuliskan hal-hal ini dengan jalan paling sederhana, sehingga akhirnya anda akan lebih dapat memahami bisnis anda sendiri.

anda pikir anda tahu. tapi anda tidak benar-benar tahu sampai anda membuatnya.

3. frankenstein

sebagai founder anda mengerti setiap detailnya.

anda tahu elemen A B C D E F G H.

tapi ketika anda ambil elemen A C D F H saja,
anda taruh ke pitch deck-nya,
hasilnya jadi seperti frankenstein:
semua jadi satu, tapi tak menampilkan satu bagian utuh yang benar.

4. gaya penyajian

anda hanya punya space terbatas.

gaya presentasi seperti apa yang akan anda tampilkan?
bagaimana anda mempresentasikan nilai perusahaan anda?

apakah dengan chart x y?
atau dari seluruh sumber pemasukan perusahaan yang dijumlahkan?
atau dari pemasukan per user dikalikan jumlah user?
atau seperti apa?

anda belajar selektif.
anda belajar cara bagaimana menyajikan yang paling mudah dimengerti oleh seseorang.

5. flow, flow, flow.

anda selesai bikin slide ke-5.
butuh waktu 1 jam. hasilnya bagus.

anda selesai bikin slide ke-6.
butuh waktu 1 jam. hasilnya bagus.

setelah selesai semua, anda cek ulang.

headline dari slide 5 ke slide 6 ga nyambung!
headline dari slide 8 ke slide 9 ga nyambung!

anda bisa bikin topik-topik secara detail.
tapi ketika dilihat dari gambaran besarnya, bird eye view,
ini seperti topik yang terpisah, terisolasi sendiri-sendiri.
ga ada flownya.

waktunya revisi.

6. komunikasi lebih baik

anda bisa lebih mudah menyampaikan ke orang lain hal tentang bisnis anda.
anda jadi tahu dengan jelas market anda.

bahkan ketika anda bisa tahu dengan jelas: apa saja daftar pain point dari pelanggan anda ini dapat anda ulang-ulang pada bagian konten di media sosial anda.

anda jadi lebih memahami pelanggan anda.
dan pelanggan anda lebih memahami anda.

7. kekuatan & investasi

anda akan tahu apa kekuatan dari bisnis anda.
anda akan tahu apakah bisnis anda cukup menarik untuk mendapatkan investasi atau tidak.

kalau iya, kenapa?
bagaimana supaya bisa meningkatkan peluangnya lebih besar?

kalau tidak, kenapa?
apa yang perlu diubah supaya bisa mendapatkannya?

8. ide

dalam perjalanan anda membuat pitch deck anda,
anda secara otomatis akan merenung tentang sisi strategic dari bisnis anda.

ketika saya membuat pitch deck, tiba-tiba timbul beberapa ide-ide baru:

  • bagaimana menambah daya tawar dari perusahaan saya.
  • kenapa daftar keunggulan saya kok hanya ini ya?
    point X kan keunggulan juga, tapi kok saya belum ada ya?
    mari kita tambahkan ini.
  • anda akan berpikir lebih besar.
    lebih visioner.
    dan akhirnya ini akan membantu bisnis anda secara signifikan.

penutup

8 point saya rasa sudah cukup banyak.

dan saya percaya anda akan menemukan keunggulan-keunggulan lainnya, hanya ketika anda mencoba menjalaninya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *