pengaruh gender dalam analisa bisnis 2 min read
ini hanya dari pengalamanku saja sih, belum tentu juga benar, karena juga masih perlu validasi.
cewek & cowok itu akan memberi tanggapan yang berbeda pada suatu ide bisnis.
ini adalah suatu hal yang kelihatannya sederhana namun penting.
use case
dari pengalamanku, ketika seseorang diceritakan suatu ide bisnis, maka dari sisi SWOT:
kalau ditawarkan pada seorang cowo, maka ia akan lebih punya kecenderungan untuk memandang business idea yang ditawarkan dari sudut pandang Opportunity/Strength;
sedangkan kalau ditawarkan pada seorang cewe, maka ia akan lebih punya kecenderungan untuk memandang business idea yang ditawarkan dari sisi Weakness/Threat.
tidak memasukkan faktor lainnya
kalau diterapkan secara universal, bisa jadi juga faktor lain seperti kondisi ekonomi akan mempengaruhi:
kalau yang punya masa kecil mapan mungkin lebih berani mengambil resiko, sedangkan yang punya masa kecil missqueen mungkin akanjauh lebih berhati-hati mungkin.
tapi kalau kembali lagi hanya dilihat dari sisi gender, saya melihat dari pengalamanku ada kecenderungan ke situ, yakni pria lebih ekspansif/agresif, wanita lebih berhati-hati.
kecenderungan
bukan berarti pria tidak memikirkan tentang weakness/threat dan wanita tidak memikirkan tentang opportunity/strength, tetapi soal prioritas dan mana yang akan dipikir duluan 😆
mungkin kalau dilihat dari peran gender pada masa purba kala, pria memang akan lebih cenderung bertugas mencari makanan bagi keluarga, sedangkan si wanita akan berperan sebagai ibu yang punya sifat memproteksi keluarga.
cowo punya tendency untuk menyerang, cewe punya tendency untuk bertahan.
efek
akibatnya, kadang kalau ngobrol dengan pria, kadang business idea bisa menjadi very wild. imajinasi ke mana-mana. gas pol. tapi habis gitu ketika diimplementasikan akan nubruk ke mana-mana. hahahaha.
tapi kalau ngobrol business idea dengan wanita, cenderung banyak rem-nya. resiko yang sebelumnya tak terpikirkan, atau resiko yang kurang dipikirkan dengan matang, bisa bermunculan. selow(er) but safe(r).
use case lain
apakah faktor gender mempengaruhi leadership style dari seseorang?
benarkah gender pria lebih ekspansif dan gender wanita lebih safe?
entahlah.
yang pasti kalau dalam kasus coronavirus tahun lalu, katanya (katanya) sih negara-negara yang dipimpin oleh kepala negara wanita cenderung punya penanganan / hasil dari usaha penanganan epidemi yang baik — berbeda dengan negara-negara dengan kasus infeksi tertinggi yang didominasi oleh kepala negara pria.

seperti yang saya katakan di awal, ini hal yang sederhana tapi penting.
leadership
karena kalau ini benar, maka seharusnya seharusnya sebuah perusahaan yang top management-nya diisi sebagian oleh wanita, akan jadi lebih aman daripada perusahaan yang hanya top management-nya diisi oleh pria saja.
bagaimana menurut anda? anda punya pandangan yang berbeda?