membangun nilai-nilai perusahaan 2 min read
anda bisa membentuk perilaku masyarakat lewat nilai-nilai yang ditanamkan.
mari kita imajinasikan kalau sebuah masyarakat (bangsa) itu ada kelas-kelasnya berdasarkan nilai yang mereka anut.
tak perlu dipaksa
kelas masyarakat tertinggi — banyak orang setuju — jatuh ke warga jepang:
tak dibutuhkan peraturan untuk memaksa mereka bertindak benar.
tinggalkan barang berharga di tengah jalan-jalan Jepang-pun, barang itu tidak akan ada yang mengusiknya, dan akan kembali ke pemiliknya lagi.
disiplin
kelas masyarakat berikutnya mungkin akan jatuh ke warga singapura:
mereka melakukan tindakan yang benar, karena ada hukum & peraturan yang ditegakkan dengan tegas.
curang
dan kelas masyarakat terakhir adalah:
mereka yang sudah diberi hukum & peraturan, tapi masih akan mencari jalan untuk berbuat curang begitu ada kesempatan.

implementasi di bisnis
ketika perusahaan baru berdiri, mungkin baru mengejar profit semata. belum punya nilai untuk karyawannya. untuk team-nya.
perusahaan yang akan bertahan melewati ujian waktu, biasanya akan punya nilai-nilai yang kuat.
semua perilaku team-nya akan diuji terhadap nilai yang disepakati bersama.
pemimpin yang hebat, akan bisa membentuk team di perusahaannya seperti warga jepang. inilah kelas tertinggi.
tapi jika team-nya masih seperti kelas paling bawah, berarti mungkin pemimpinnya belumlah banyak memikirkan tentang nilai.
nilai & kesuksesan
apakah perusahaan-perusahaan yang sukses itu disebabkan karena nilai (core values)?
atau perusahaan jadi punya nilai-nilai karena ia telah sukses?
entahlah. yang pasti biasanya perusahaan yang sukses itu punya nilai-nilai yang kuat.
sebaliknya, perusahaan yang tidak sukses, itu cenderung tidak punya nilai yang kuat.
tidak semua, tapi sering kali demikian.