Disrupsi & revolusi 3 min read
manusia telah mengalami beberapa kali revolusi.
dan setiap kali itu terjadi membuat dunia kerja kacau balau.
revolusi pertama: revolusi industri
penyebabnya? mesin uap.
ditemukan oleh james watt dari skotlandia.
yang terdampak: orang-orang yang berlindung di balik otot.
mesin uap menggantikan pekerjaan otot manual.
orang yang membuat produk secara manual, tak mampu bersaing dengan otomatisasi.
cepat lambat otomatisasi itu semakin profitable dan menjadi pabrik.

revolusi kedua: revolusi informasi
internet memungkinkan semua orang terhubung di seluruh dunia.
sebelum ada internet, orang hanya bisa menebak-nebak, sebuah barang atau komoditas sumbemya dari mana?
orang mungkin tahu, produk murah bikinan china. tapi china yang mana? guangzhou, yiwu, atau mana?
bisa ke yiwu-pun masih harus cari tahu lagi, yang memproduksi/berjualan produk ini, itu di sebelah mana.
atau misalnya kopi venezuela. mau mendapatkan langsung dari sumbernya harus berburu.
internet membuat semuanya itu jadi obsolete. jadi usang.
semua tempat beli barang mentah, barang jadi, semua ketahuan sumbernya dari mana.
atau skill tertentu yang tidak semua orang bisa. dengan adanya internet, segala sesuatu dapat dipelajari.
pihak-pihak yang diuntungkan dari informasi tersembunyi yang tidak dapat diakses oleh orang banyak –jadi tidak memiliki competitive edge lagi.
yang terdampak: orang-orang yang berlindung di balik informasi eksklusif.

revolusi ketiga: revolusi AI
AI bukan hanya membuka informasi, tapi juga memungkinkan mengerjakan hal-hal dengan variasi skenario yang amat luas.
misalnya sebelumnya membuat foto, lukisan, tidak mungkin bisa dilakukan oleh mesin uap, bahkan komputer sekalipun.
membuat analisa laporan keuangan perusahaan, membandingkannya dengan harga market, analisa yang mendalam — tak dapat dilakukan.
yang terdampak: orang-orang yang berlindung di balik skill yang bisa dikerjakan secara digital.
AI bersifat digital, sehingga satu hal yang belum bisa dilakukan AI: pekerjaan offline.

revolusi keempat revolusi robot AI
harga robot ini tidak mungkin murah, karena untuk menjadi bisa diandalkan (reliable) akan ada material fisik yang perlu diproduksi.
awal-awal harga robot ini akan setara dengan harga mobil (kondisi saat ini)
tapi seiring dengan market yang menjadi red ocean dan produksi massal, harga robot akan menurun, menjadi setara dengan harga sepeda motor.
yang terdampak: orang-orang yang berlindung di balik skill lapangan secara offline.
skill lapangan yang tidak berhubungan dengan judgement manusia akan terdampak terlebih dahulu, seperti skill untuk produksi atau operasional.
karena manusia masih belum sepenuhnya mempercayai AI dan masih prefer ada relationship daripada berhubungan dengan AI yang dingin.
barulah nanti skill yang berhubungan denganjudgement manusia di garis depan seperti sales & customer service offline.

profesi apa yang akan aman dari revolusi?
yang terbayang di saya hanya 2 area:
agama. karena akan aneh kalau sebuah ibadah dipimpin oleh AI atau robot AI — don’t you think?
dan yang kedua adalah, politik & kepemimpinan.
karena, sekali lagi, akan aneh kalau manusia dipimpin oleh AI atau robot AI.
kedua bidang ini bermain di area belief & trust. kepercayaan.
belum sampai waktunya bagi manusia untuk mempercayai AI sepenuhnya.
karena pada akhirnya,
jika ibadah dan kepemimpinan sudah mulai dipimpin oleh AI & robot AI,
pada waktu itulah hanya ada 2 kemungkinan:
utopia; atau
dystopia.
