How to think like a CEOs 6 min read

Pak Paulus Bambang, mantan presiden komisaris Astra Graphia & wakil direktur United Tractors, pernah menyemangati & mendorong komunitas profesional muda untuk jadi lebih maju.

phone book

ia menyampaikan kira-kira seperti ini (sudah agak lupa karena sudah berselang beberapa tahun):

coba buka phone book anda, rata-rata pertemanan anda level jabatannya seperti apa, yang paling tinggi apa?

kalau di phonebook anda saja tidak ada contact yang menduduki top executive & CEO, akan lebih sulit apabila anda berharap mau berpikir (atau menduduki) level CEO.

memang benar apabila kita mau berpikir seperti CEO & top executives, ya, ada baiknya punya pergaulan, bergaul, berdiskusi dengan mereka. atau minimal membaca lebih banyak seputar dunia mereka.

orang-orang yang bekerja dekat dengan Steve Jobs, tidak sedikit yang akhirnya keluar & mempunyai perusahaan sendiri dan menduduki posisi CEO.

Quora

untuk belajar pemikiran dan berpikir seperti CEO, saya cukup beruntung menemukan platform Quora.com di mana banyak CEO bisnis & startup companies yang terlibat di dalamnya.

di Quora semua orang bisa menuliskan segala macam hal, tulisan omong kosong dari orang-orang yang tidak kompeten tapi mau terlihat keren juga banyak. tapi platform Quora jadi bersinar ketika kita menemukan verified authors yang merupakan CEO / pemikir bagus lainnya.

kita bisa follow mereka, mendapat update dari newsfeed, dan belajar bagaimana cara mereka memandang dan menjawab suatu pertanyaan / permasalahan.

saya sendiri belajar banyak dari (tulisan) mereka, dan masih harus terus banyak belajar.

favorit saya adalah David S. Rose. tulisan awal dia bagus. meski terakhir ia lebih banyak nge-reply postingan orang yang melenceng dari expertise utamanya.

favorit saya yang lain adalah Paul Cohen yang lebih ke arah legal.

tulisan motivasi

kalau di media sosial, banyak content creator yang suka posting tulisan dan video motivasi. sering kali mereka punya follower puluhan bahkan ratusan ribu.

postingan seperti ini kalau dibaca kelihatan menyenangkan mata dan memberikan semangat tapi tak berkontribusi apa-apa secara pengetahuan.

bagi saya postingan seperti ini tak berguna. saya sudah lewat dari masa-masa itu.

tapi somehow orang-orang lebih suka dengan akun-akun model begini.
mungkin market buat motivasi itu memang besar, ya.

pengetahuan praktis

yang saya butuhkan adalah pengetahuan praktis.

saya lebih suka menonton akun-akun yang menampilkan video-video singkat dari CEO, seperti Peter Thiel, Brian Chesky, Sam Altman, Steve Jobs dan teman-teman mereka. real CEOs.

apa yang mereka katakan, meskipun sepotong-sepotong, bagi saya itu lebih menambah pengetahuan sebagai CEO.

istilahnya, “knowledge nuggets”. potongan pengetahuan kecil. bukan hanya belajar dari praktisi, tetapi dari billionaire langsung. bagi saya itu lebih membuka wawasan.

See First

akun utama FB saya sudah terisi teman-teman di dunia nyata, yang sepertinya tidak mungkin saya remove.

saya suka mengikuti Fanpage-fanpage tertentu di FB.

tapi yang menyebalkan di FB, apabila ada postingan di Fanpage, seringkali postingan tersebut hanya menjangkau kurang dari 10% follower mereka, jadi saya kehilangan banyak berita.

ada cara supaya tidak terlewat post dari sebuah fanpage, yaitu memasukkan fanpage ke dalam daftar “See First”. sayangnya See-First ini cuma bisa diisi 5 akun.

jadi akhirnya saya membuat akun FB baru, yang hanya saya khususkan untuk membaca artikel-artikel bisnis.

setiap hari dalam 4 tahun terakhir saya menghabiskan waktu setidaknya 3 jam setiap hari hanya untuk membaca artikel / berita bisnis.

menurut saya Business Insider artikelnya cukup bagus-bagus. sayang sering kena paywall. untungnya kok paywall-nya mudah diatasi *cough*.

menyimpan artikel

salah satu hal lain yang saya lakukan adalah: saya selalu menyimpan artikel yang saya baca. saya kelompokkan berdasarkan kategori, dalam bentuk folder.

penyebabnya adalah: dulu saya sering nge-bookmark URL yang bagus-bagus. tapi setiap selang beberapa tahun, URL tersebut coba dibuka ulang, ternyata udah hilang.

jadi ya, tidak ada jalan lain, selain menyimpan konten halaman tersebut dalam bentuk file digital di komputer, supaya saya mudah membacanya kembali.

saya sering capture halaman website menggunakan extension chrome, atau print to pdf.

so far semua hal yang saya pelajari dari internet, yang menurut saya berguna, sekarang sudah masuk ke dalam 2200 folder, lebih dari 10k files, dan lebih dari 200GB. saya juga backup berkala supaya tidak hilang kalau hardisk rusak.

topik apapun yang mau dicari, ada referensi file-nya.

transfer pricing? ada.
IJU perlindungan data pribadi? ada.
copywriting, pitch deck, cap table, data breach, defamation, due diligence, esop, fomo, growth playbook, investment memo, management buyout, KPI Tools, ICP (ideal cust. profile), meritocracy, network effect, NPS, onboarding script, one way door, internet PE ratio, phantom shares, poison pill, product development cycle, revenue multiple, reverse vesting, shareholder letter, startup OS, startup checklist, share collateral for personal loan, SPAC, stock buyback, tax deductions, valuation trap, vc documents, web usability, wildcard subdomains … segala macam.

you name it most likely i have it (selama tak melenceng dari yang saya kerjakan).

membaca & menguasai hal-hal seperti ini menurut saya lebih meningkatkan kapasitas seseorang sebagai CEO. jauh lebih berguna daripada mengikuti akun akun motivator tak jelas yang saran-sarannya cenderung umum dan tidak bisa spesifik ke industri tertentu.

resource untuk founder

satu lagi hal yang penting, kalau anda adalah founder startup: banyak orang tidak tahu di mana tempat belajar resource startup yang baik. dari pengalaman saya, sumber belajar startup yang bagus adalah … *drum rolls* ……………… dari website VC (venture capitalists).

anda cari saja 10 website VC paling top, sebagian di antaranya pasti menyediakan artikel yang bagus-bagus buat founder startup.

kenapa website VC menyediakan pengetahuan bagus secara gratis?
karena VC ini sebenarnya sangat membutuhkan startup untuk diinvestasi.

startup bisa jalan tanpa VC. tapi supaya VC bisa berjalan, mereka butuh startup buat menerima uang mereka. no startup = no VC.

karena itu VC butuh attract startup, dan salah satu caranya adalah dengan membagikan pengetahuan gratis. banyak pengetahuan berharga saya tentang startup sumbernya adalah dari website VC.

biasanya VC akan membaginya jadi 2, artikel yang tersedia untuk publik, dan artikel premium yang hanya tersedia untuk anggota. tapi bahkan pengetahuan yang tersedia untuk publik saja biasanya sudah cukup membantu.

misalnya, tidak ada tempat yang membocorkan begitu banyak detail dari Term Sheet VC selain dari website VC itu sendiri.

pada akhirnya dari web VC saya banyak belajar tentang startup dari sudut pandang VC.
dan menurut saya hal ini sangat bagus karena anda jadi bisa melihatnya dari perspektif pihak lain juga.

penutup

di era internet, permata pengetahuan ada di mana-mana, berkelimpahan. tugas kita adalah menyerap sebanyak-banyaknya, sehingga bisa mempergunakannya lagi nanti ketika dibutuhkan.

selama anda punya genuine curiosity untuk banyak hal, saya rasa anda akan bisa jadi CEO yang bagus.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *