dunia content creator yang menuju ke red ocean 2 min read

seperti yang saya katakan sebelumnya, hal apapun yang bisa dibuat dalam format digital, nilainya akan menuju $0. ini juga termasuk konten medsos.

fastcompany menyebutnya sebagai content overload.

The creator economy is facing an authenticity crisis

faktor penyebab

beberapa faktor yang menyebabkan hal ini:

  1. semakin banyak orang yang aktif di medsos dan semakin mudah bagi mereka untuk membuat konten.
  2. seorang content creator bisa tinggal meng-copy paste konten yang mendapat engagement tinggi dari user lain dan me-repost-nya di akun milik dia.
    ini menyebabkan konten semakin tidak autentik (konten milik orang lain).
  3. keberadaan AI seperti chatgpt dapat membuat draft konten dengan massal.
    kualitasnya jadi lebih rendah atau terdengar seperti robot.
  4. keberadaan AI semakin memudahkan bikin konten foto atau video akibatnya adalah content overload.

krisis kredibilitas

dari studi didapati bahwa 42% orang yang membeli sesuatu atas rekomendasi dari influencer menyesali keputusannya.

hal ini mendorong terjadinya krisis kredibilitas.

trend yang terjadi adalah: brand pada akhirnya mengurangi budget mereka untuk social media marketing.

nano influencer

sebaliknya, hasil riset menghasilkan bahwa brand yang bekerjasama dengan nano influencer (punya kurang dari 10k follower) bisa lebih berdampak daripada influencer yang memiliki follower tinggi.

nano influencer dianggap bekerja lebih keras & bisa lebih engage / berdiskusi dengan follower-nya dan menganggap mereka sebagai teman, dibandingkan dengan selebgram yang menggunakan link afiliasi.

When It Comes to Influencers, Smaller Can Be Better

hal ini memberikan jangkauan yang lebih luas, tapi brand juga harus lebih repot membayar nilai yang lebih kecil pada banyak nano-influencer.

yang bertahan & yang hilang

content creator / influencer mana yang akan bertahan?

dikatakan bahwa, mereka yang punya skill atau insight yang spesifik, akan bertahan melewati waktu.

tapi mereka yang tidak autentik, dan hanya beruntung dari beberapa kerjasama dari brand awal, mungkin tidak akan bertahan lama.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *