bagaimana founder sebaiknya menentukan valuasi 2 min read
berapa sih nilai valuasi yang ideal untuk sebuah perusahaan startup?
misalnya sebuah perusahaan yang baru didirikan, punya nilai pasar sebesar 1 miliar,
maka ketika investor melakukan investasi 100 juta maka ia akan mendapatkan 10% kepemilikan (equity) perusahaan.
banyak orang berpandangan kalau si company menerima misalnya, 300 juta untuk 10% investasi (valuasi lebih tinggi), maka si perusahaan akan lebih untung. apakah hal ini benar?
sebetulnya valuasi yang lebih tinggi ada sisi baik & buruknya.
sisi baiknya
- dilusi yang lebih sedikit.
seharusnya di angka 300 juta, normalnya si investor mendapatkan 30%, kalau valuasi 1 miliar, dan founder pegang 70%nya.
tapi dengan investasi 300jt untuk 10%, membuat valuasi perusahaan berada di angka 3 miliar. ini membuat founder bisa pegang 90%-nya. - atau: lebih banyak uang untuk dilusi yang sama.
dari sudut pandang lain, seharusnya founder hanya mendapatkan 100jt untuk 10%, tetapi malah mendapatkan 300jt untuk 10%.jadi 3x lipat lebih banyak uang yang didapatkan, yang dapat digunakan untuk operasional perusahaan.
sisi buruknya
- tekanan lebih tinggi.
investasi yang besar artinya, dengan harapan ROI yang sama, investor menuntut si founder untuk dapat mengembalikan lebih banyak. - kesulitan untuk mencari pendanaan tahap selanjutnya.
kegagalan si founder untuk mencapai target ROI akan membuat investor pada tahapan investasi selanjutnya “menguap”. - kesulitan membuat perusahaan dapat diakuisisi.
proses akuisisi perusahaan startup oleh perusahaan lain yang lebih besar, akan membutuhkan persetujuan dari investor, yang pada umumnya berharap keuntungan setidaknya 3x lipat.
artinya kalau perusahaan mendapatkan 100jt untuk 10%, investor akan mau kalau perusahaan diakuisisi dengan nilai 3 miliar. tapi ketika perusahaan mendapatkan 300jt untuk 10%, investor berharap akuisisi perusahaan setidaknya ada di angka 9 miliar.
ini kelihatan masih masuk akal pada tahap pendanaan awal, tetapi semakin tahapan pendanaan masuk ke tahap akhir, perusahaan yang bisa mengakuisisi si startup menjadi mengkerucut jauh lebih sedikit.
lebih sedikit perusahaan yang bisa membeli startup dengan nilai 5 triliun dibandingkan membeli startup dengan nilai 1 triliun, misalnya.
jadi bagaimana yang ideal?
sebaiknya mengambil investasi yang normal, atau sedikit di atas rata-rata kalau si founder yakin bahwa ia akan mampu deliver.
sekali founder mengambil 1 tahapan investasi, sering kali dengan tekanan investor akan cenderung terjadi domino: mau tidak mau akan berlanjut pada tahapan-tahapan investasi yang berikutnya.
jadi founder perlu mempertimbangkan masak-masak besaran investasi yang ia mampu terima & execute sedari awal.
pada akhir cerita, kembali lagi yang nantinya menjadi faktor penentu adalah kemampuan si founder untuk deliver & execute.
1 hal yang perlu dijadikan pegangan:
don’t bite off more than you can chew.
jangan menggigit lebih yang dapat anda kunyah.