bedanya antara punya bisnis & membangun bisnis 3 min read
Brad Sugars, founder & CEO ActionCoach (salah satu top coaching franchise dunia), sempat posting di linkedin:
“tujuanmu membangun bisnis adalah supaya dapat menjualnya kemudian”
maksud dia adalah: supaya kita bisa membangun business yang layak dan dapat ditransferkan ke orang lain.
Mindset
tak lama postingannya dia banyak dikomen oleh orang-orang yang memiliki pendapat bersebrangan. kebanyakan dari mereka (yang mungkin adalah para pebisnis) ingin menyampaikan kalau memiiki bisnis itu adalah untuk dimiliki selamanya.
ya, memang:
kebanyakan generasi baby boomers punya mindset kalau membangun perusahaan adalah untuk dijadikan perusahaan pribadi/keluarga. dimiliki sampai mati. sedangkan para milenial, cenderung lebih flexible.
The Baby Boomers Businesses
ingvar kamprad adalah salah satu contoh pebisnis generasi baby boomers.
kamprad selalu hidup dengan sederhana, mengemudi mobil biasa, masih bekerja di kantor dan pulang paling akhir, mematikan lampu kantor yang lupa dimatikan untuk menghemat tagihan listrik.
ia terus memiliki perusahaan yang didirikannya yaitu IKEA sampai pada hari ia meninggal dengan kekayaan $58.7B pada umur 91 tahun.
The Venture Builders
tapi tahukah anda, kalau melihat sejarah hidup dari kebanyakan orang terkaya di dunia, seperti steve
jobs, elon musk, travis kalanick, adalah orang yang kaya dari menjual perusahaannya dan mendirikan perusahaan berikutnya. singkatnya, mereka adalah company/venture builders.
Steve Jobs membangun apple dengan memiliki 45% equity;
ditendang keluar dari apple (Jobs menjual 99.99999% sahamnya kecuali 1 lembar, sehingga ia tetap bisa menerima laporan keuangan perusahaan);
kemudian Jobs membangun NeXT & Pixar.
berikutnya, Jobs menjual NeXT pada Apple.
akhirnya Pixar dijual pada Disney,
lebih tepatnya saham Pixar ditukar dengan saham Disney,
sehingga Jobs jadi pemegang saham individual terbesar Disney, dengan hampir 8% equity.
dan Jobs kembali ke Apple hanya dengan memiliki 0.6% equity Apple.
akhirnya kekayaan Steve Jobs terbesar dihasilkan dari equity yang ia miliki di Disney, bukan Apple.
Elon Musk, membuat Zip2 di 1995, menjualnya $307M di 1999.
Musk membangun x.com yang kemudian nantinya merger dengan Paypal-nya Peter Thiel (mengapa harus berkompetisi apabila bisa bergabung dan menikmati monopoli market bersama-sama),
lalu PayPal dibeli eBay $1.5B.
dan Musk membangun Tesla, Spacex, Solar City, Boring Company, Hyperloop (konsep), AI & Neuralink.
Kalanick mendirikan uber di 2009, menjualnya di 2019 senilai $1.5B, dan memulai venture baru: CloudKitchen.
Jalan ninja para orang terkaya?
mendirikan perusahaan dari nol (startup), mendapatkan tahapan demi tahapan investasi, dan kemudian menjualnya di akhir, adalah jalan yang ditempuh oleh banyak orang-orang terkaya di dunia.
jadi apakah artinya: lebih baik kita membangun perusahaan dan kemudian mencari investasi terus setiap tahun lalu kalau sudah besar nilainya nanti tinggal dijual?
ya tidak harus seperti itu juga sih.
kaya dengan memiliki satu perusahaan
banyak juga orang terkaya dunia yang membangun perusahaan, memilikinya bertahun-tahun, membangun business empire.
seperti yg dilakukan zuck dengan FB, gates dengan m$, bezos dengan amazon, arnault dengan LVMH, larry ellison dengan oracle.
tapi perusahaan-perusahaan di atas, kecuali yang di bidang IT, butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk sukses.
grow the company at any cost
intinya kita harus mempertimbangkan baik-baik, jangan menutup diri terhadap kemungkinan adanya outside investment apabila memang diperlukan untuk grow the company.
jangan punya mindset kita harus own 100% of the company.
only think about how to grow the company, even if will be at the cost of outside investment.
karena tak ada satupun orang terkaya di dunia yang memilki corporation yang dibangunnya dari 0 dan menjadikan dia kaya dengan 100% equity.