Vitamin today, Pain Killer tomorrow 5 min read

di industri startup ada satu konsep klasik, yaitu apakah produk/layanan yang dibangun itu merupakan vitamin (nice to have) atau pain killer (must have).

Vitamin

produk vitamin itu memberikan nilai tambah, tapi tidak mendesak. vitamin menyelesaikan masalah kecil, tidak penting, digunakan hanya kalau ingat, gampang ditinggal tanpa konsekuensi signifikan, sulit mendapatkan loyalitas user.

vitamin membuat hidup lebih baik, tapi tanpanya sekalipun hidup tetap baik-baik saja.

contoh startup vitamin: habit tracker, tools desain tambahan, dan lain-lain.

Pain Killer

pain killer adalah solusi dari masalah yang mendesak, dan kalau tidak diperoleh maka akan menimbulkan rasa sakit. sering digunakan secara rutin atau harian, sulit dicari penggantinya, bahkan user rela bayar karena dampaknya langsung berasa.

pain killer bukan lagi membantu, tapi jadi penyelamat.

contoh startup pain killer: software akuntansi bisnis, payment gateway, app untuk komunikasi team kantor.

Pain Killer yang disukai

dengan kedua definisi tersebut, menjadi wajar apabila investor menyukai startup Pain Killer lebih daripada startup Vitamin. startupnya lebih gampang membuat user menjadi terikat, lebih gampang menghasilkan uang, susah digoyang kompetitor.

Vitamin bisa viral, tapi bisnis dibangun oleh Pain Killer.
atau setidaknya itulah harapan para investor.

tetapi kalau kita lihat faktanya di lapangan, ternyata ada banyak startup besar yang ketika mereka pertama kali hadir, bukanlah bermula dari Pain Killer, melainkan Vitamin.

Facebook

awalnya FB adalah platform sosial saja. connect dengan teman, share foto. FB itu menyenangkan, tapi ga ada FB itu ga masalah.

seiring waktu, orang lebih banyak spend waktu di FB. social graph menjdi berharga. attention menjadi currency baru. FB telah berubah menjadi pusat aktivitas ddigital.

IMers (Internet Marketers) mulai memandang FB memiliki data user yang sangat detail, reach luas dengan biaya rendah, targeting lebih akurat daripada media biasa.

di tahap ini FB mulai bergeser menjadi Pain Killer.

karena IMers melihat FB punya traffic besar, menjadi channel marketing yang tak ada alternatif lainnya, bisa membantu IMers untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan baru.

tanpa fb; biaya marketing lebih mahal, reach lebih kecil, pertumbuhan bisnis melambat. sebagian bisnis online bahkan bergantung pada ekosistem FB saja.

WhatsApp

awalnya hanya merupakan alternatif SMS saja. setelah network effect terbentuk, WA menjadi alat komunikasi utama. dipakai untuk kerja, keluarga, bisnis, segala macam. di banyak negara posisi WA sebagai alat komunikasi utama tidak dapat digeser oleh Signal dan Telegram sekalipun.

WA menjadi Pain Killer bagi banyak orang yang komunitasnya sudah terlanjur terikat pada WA.

Google Drive

awalnya adalah untuk menyimpan file pribadi saja. alternatif untuk attachment email atau berbagi file di internet. lalu ditambah dengan fitur kolaborasi, era remote work hadir, dan diintegrasikan dengan berbagai ekosistem Google.

kini banyak orang yang bergantung pada Google Drive. UMKM menggunakan google sheet untuk menyimpan data, dan team berbagi file dokumen dan berkolaborasi dengan mudah. harga gratis, kestabilan dan keamanan server google membuat banyak pebisnis bisa mempercayai Google Drive untuk jadi bagian dari proses inti bisnis mereka.

Google Drive lambat tapi pasti menjadi Pain Killer bagi sebagian orang.

Uber

awalnya hadir sebagai alternatif taksi. praktis, tapi tidak utama. orang masih bisa naik alternatif transport lainnya.

lama-lama Uber menjadi semakin mudah di booking dan lebih cepat datang. jumlah driver meningkat, ada transparansi harga, dan menjadi transport yang terpercaya dengan sistem rating untuk driver.

sebagian orang yang memang tidak bisa menyetir, atau memilih untuk tidak memiliki mobil namun membutuhkan transportasi rutin menggunakan mobil, atau orang sibuk yang perlu untuk melakukan aktivitas bisnis selama di dalam perjalanan, menjadi pelanggan setia Uber.

Uber menjadi Pain Killer bagi orang-orang dengan karakteristik seperti ini.

Benang Merah

ada sebuah benang merah dari berbagai contoh di atas.

1. Dimulai dari Convenience
  • produk tersebut membuat sesuatu jadi lebih mudah
  • tidak menyelesaikan rasa sakit besar
  • namun orang merasa nyaman menggunakannya lagi dan lagi
2. Didukung perubahan ekosistem dan situasi
  • teknologi (smartphone, cloud, internet)
  • perilaku user (remote user, digitalization)
  • kondisi global (pandemi, biaya, efisiensi)
3. Network Effect / Habit
  • lebih banyak user hadir di platform -> semakin bernilai
  • menjadi bagian dari keseharian
4. Berubah jadi infrastruktur
  • awalnya fitur, lama kelamaan jadi pondasi
  • awalnya hanya sebuah opsi (pilihan), lama-lama menimbulkan ketergantungan

Celah

saya rasa ini bukanlah sebuah kebetulan.

  • banyak startup ga langsung jadi Pain Killer. ga langsung menyembuhkan rasa sakit.
  • mereka masuknya hanya lewat sebuah celah kecil. sebagai Vitamin.
  • tapi kemudian bisa berkembang menjadi sesuatu yang sangat bernilai

startup-startup terbaik dapat memanfaatkan celah, peluang yang diberikan kepada mereka.

menjadi Vitamin is okay, selama menjadi Vitamin yang tepat, yang membuat orang-orang merasa nyaman untuk menggunakannya terus dan terus.

selama startup-nya terus menerus meningkatkan value-nya, cepat lambat ia akan bisa menjadi Pain Killer.

sering kali Pain Killer ini bukan dihasilkan oleh penambahan satu fitur saja dari Startup, tetapi dihasilkan melalui berbagai kombinasi fitur yang dibuat oleh produk. yang menjadi berbagai kombinasi benefit yang didapatkan user.

Kesimpulan

  1. tidaklah menjadi masalah kalau Startup awalnya adalah Vitamin, selama orang bisa nyaman menggunakannya, dan dari waktu ke waktu Startupnya terus bertumbuh dengan jumlah pelanggan yang banyak dan terus rutin menjadi penggunanya.
  2. seseorang tidak bisa memprediksi seberapa tinggi tingkat keberhasilan Startup hanya dari analisa Vitamin atau Pain Killer terhadap startup di masa awal startup baru berjalan. analisa terhadap Pain Killer akan lebih baik apabila dilakukan terhadap analisa jangka panjang dari competitive advantage dari Startup. dari potensi ke mana Startup dapat berkembang.

masuk sebagai vitamin;
tinggal sebagai pain killer.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *