Produktivitas AI 3 min read

seorang AI builder, seperti namun tidak terbatas pada programmer, akan mengalami beberapa hambatan-hambatan ketika ia menggunakan AI seperti Claude, Gemini, Codex dan sebagainya.

hambatan-hambatan (constraints) ini menghalangi potensi penggunaan AI yang sebenarnya, dan baru ketika hambatan-hambatan ini bisa ditemukan solusinya, barulah seseorang dapat bekerja secara produktif.

AI seharusnya jadi alat yang bisa mempercepat kerjaan, bukan jadi bottleneck baru.

bagaimana cara unlock potensi yang ada ketika menggunakan AI?

Hambatan Budget

kalau bisa menggunakan AI dan biayanya lebih rendah daripada budget, itu akan bagus, tapi sering kali budget menjadi hambatan untuk spending resource AI lebih besar.

misalnya kalau penggunaan AI hanya $50 tiap bulan, dan ada budget $200 tiap bulan, maka bisa menggunakan 4 AI. tapi ketika sebenarnya bisa punya kapasitas 10 AI, tidak bisa berlanjut, karena terbentur budget $200, sehingga hanya terbatas di 4 AI saja.

kalau bisa me-manage AI yang biayanya rendah atau gratis, maka akan bisa menghasilkan lebih banyak, akan bisa unlock potensi yang ada.

Hambatan Kualitas

ini self-explanatory. hal yang ingin dicapai tentunya adalah kualitas sesuai dengan kebutuhan dan budget yang ada.

dalam beberapa skenario, 90% tasks tidak membutuhkan kualitas terbaik, hanya 10% tasks saja yang membutuhkan kualitas terbaik.

tidak semua tasks harus dikerjakan oleh AI yang mahal. atau tidak semua task harus dikerjakan AI yang spesialis di A, padahal yng dibutuhkan adalah AI yang spesialis di A, B, dan C.

artinya pengenalan berbagai AI yang cocok untuk melakukan task-nya akan beneficial.

Hambatan Kecepatan

task AI yang kompleks itu membutuhkan proses yang panjang.

kalau harus menunggu satu task selesai baru mengerjakan hal yang lainnya, ini akan menyebabkan jadi lambat. bottleneck di proses antrian.

jadi kalau bisa mengerjakan banyak tasks sekaligus tanpa harus menunggu satu task selesai baru mengerjakan yang lain — dikerjakan dengan sistem parallel, akan jauh lebih efisien secara waktu.

Hambatan Review

hari-hari ini mudah bagi AI untuk menghasilkan sesuatu.

masalahnya adalah, manusia tetap jadi penentu apakah “sesuatu” itu sudah sesuai yang diinginkan atau belum.

manusia masih harus melakukan review terhadap “sesuatu” tersebut, dan setelah AI menghasilkan banyak hal, waktu manusia akan habis dalam aktivitas reviewing.

pengaturan supaya proses review ini menjadi minimal akan membuat proses building with AI menjadi lebih cepat lagi.

Hambatan Trust

salah satu hal yang membuat manusia melakukan review adalah karena faktor trust.

faktor trust muncul karena manusia masih belum bisa percaya pada kualitas AI, di mana output AI masih sering salah karena ada halusinasi, atau memang karena AI-nya kurang bagus.

semakin bagus AI yang digunakan, maka faktor trust dapat diatasi, dan memperkecil Hambatan Review pula.

Hambatan Energi Manusia

pada akhirnya yang menghambat produktivitas AI adalah manusia itu sendiri.

energi dan waktu manusia terbatas.

maka apabila manusia bisa mengatur dirinya supaya bisa lebih banyak spend waktu di AI, ini akan membuat semakin produktif juga.

Penutup

awal-awal yang menjadi constraint dari produktivitas adalah AI sebagai tool itu sendiri.

namun lama kelamaan constraint-nya akan bergeser dari faktor teknis ke faktor manusia: faktor koordinasi (team), dan akhirnya faktor energi manusia (personal).

AI akan semakin baik, dan dengan seiring waktu maka AI akan bergerak menuju ke titik yang tidak terbatas, sedangkan dari sisi manusia akan terbentur oleh batasan-batasan yang tidak akan berubah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *