The Future of Search [Engine] 3 min read

ada sebuah postingan yang bertanya: apakah 10 tahun lagi SEO1 masih ada?

saya rasa ini pertanyaan yang menarik, karena ini secara tidak langsung juga akan menentukan identitas dari perusahaan seperti Google.

kalau anda mendapatkan pertanyaan ini, bagimana anda menjawabnya?

kalau saya, seperti ini ..

pencarian jawaban

apakah SEO akan tetap digunakan atau tidak, akan bergantung pada: apakah 10 tahun lagi Search Engine masih digunakan atau tidak.

selama 10 tahun lagi Search Engine masih digunakan, maka seharusnya aktivitas SEO masih akan tetap ada. (tetapi hanya karena SEO masih tetap ada, bukan berarti tingkat permintaannya akan sama seperti hari ini)

kita harus tahu bahwa SEO adalah salah satu bagian proses dari aktivitas pencarian jawaban oleh manusia.

hari ini, manusia bisa mencari jawaban dari banyak tempat:

  1. media sosial
  2. AI assistant
  3. search engine
  4. website, komunitas online, platform konten, youtube, dan lain-lain

perilaku masa depan

pertanyaannya, bagaimana behavior pencarian manusia 10 tahun ke depan?

ini akan sangat bergantung dari …. bagaimana Google merombak Search Engine mereka.
hari ini Google menampilkan jawaban dari AI sebagai tampilan teratas dari Search Engine Result Page.

saya rasa dengan kehadiran AI, hari ini Google akan krisis identitas. mereka akan menjadi pihak yang paling bingung menentukan bagaimana Search Engine harus dipresentasikan.

apakah masih format lama? dikombinasi dengan AI? atau mungkin kedepannya bisa di user-personalization?

atau jangan-jangan formatnya sudah bergeser ke arah Augmented Reality / voice, sehingga search box menjadi kurang dibutuhkan lagi.

entahlah. ini akan jadi bagian dari krisis identitas Google.

tapi satu hal yang pasti: Search Engine Google tidak akan mati. bahkan ketika manusia tidak lagi banyak menggunakannya.

mengapa?

kebutuhan AI

karena AI-pun butuh jawaban dari Google!

AI hari ini punya kemampuan untuk browsing. dan platform pertama yang digunakan AI untuk mencari jawaban secara online, ya, pastilah Search Engine.

AI tidak dapat melakukan penelusuran konten di internet sendiri tanpa bantuan Search Engine, karena semua platform AI hari ini bukanlah platform online content indexing.

AI butuh Google bukan hanya untuk indexing, tapi juga untuk trust.

Google menampilkan website di posisi teratas setelah melakukan filtering pada web low quality.

meniru Google

Platform AI mau meniru Google?

mereka perlu untuk bukan hanya melakukan content indexing saja, tapi juga perlu membangun algoritma untuk membedakan website mana yang bisa di-trust mana yang tidak.

belum lagi masalah website mana yang relevan untuk local market. effort membangun Search Engine sendiri saya rasa jadi terlalu besar.

artinya bahkan ketika manusia jarang menggunakan Search Engine Google pun, minimal setidaknya AI masih membutuhkan peran Google, karena sulit bagi mereka untuk membangun infrastruktur Search Engine sendiri.

tidak menutup kemungkinan, Google membuka akses API untuk pencarian untuk perusahaan AI (atau jangan-jangan justru sudah ada?) — sehingga peran Google bergeser dari B2C2C menjadi B2C2B.

tetap hidup

arti dari semua ini, Search Engine Google tidak akan mati, dan, SEO setidaknya masih akan ada dalam 10 tahun lagi.

kalaupun nanti manusia tidak mencari dari Google langsung, tapi lewat AI, maka aktivitas SEO akan bergeser dari proses untuk manusia (end user), menjadi mengoptimasi untuk mesin (online platforms).
tapi SEO masih akan tetap hidup.

— atau —

setidaknya itulah prediksi dari saya.
anda punya prediksi yang berbeda?

  1. SEO = teknik untuk meningkatkan posisi website di Search Engine ↩︎


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *