berbisnis di era startup 2 min read

apabila hari ini ada suatu perusahaan yang meniru jalan yang dulu dilakukan Amazon untuk membuka usaha, hampir pasti akan gagal.

kenapa?

karena Amazon memulai usahanya dengan berjualan buku dan CD secara online. CD sudah hampir tidak digunakan Iagi, dan popularitas buku fisik sudah mulai menurun, terbukti dari banyaknya toko buku yang tutup, termasuk salah 1 cabang Gramedia.

hotel

demikian pula kalau hari ini anda mendirikan hotel, akan mendapat kompetisi yang ketat dari guest house, home & room rentals yang difasilitasi oleh Airbnb.

hotel mana yang occupancy rate-nya bisa setinggi 10 tahun lalu, hari ini? mungkin bisa dihitung jari. nilai perusahaan airbnb sudah melewati nilai perusahaan hilton hotel network (yang telah berdiri selama puluhan tahun didukung dengan aset fisik bernilai triliunan) hanya dalam waktu 7 tahun saja.

transport

sama pula kalau anda mau berbisnis transportasi, anda tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa nilai gojek sudah lebih besar dari bluebird hanya dalam hitungan tahun, bahkan februari tahun ini gojek juga
membeli 5% saham bluebird senilai $30M.

finance

seorang saudara saya, mendapatkan tawaran bekerja di bank setelah mengambil studi di US.

sebaliknya ia lebih memilih bekerja di startup fintech dengan gaji yang sedikit lebih rendah, karena bank memang dalam proses perampingan akibat persaingan teknologi, setidaknya untuk 5 tahun kedepan. kini startup fintech tersebut valuasinya sudah meningkat jauh lebih tinggi, dan ia menempati posisi yang cukup penting dengan anak buah yang lebih banyak.

cashless

kehadiran fisik semakin menjadi tidak penting, because the world is moving towards cashless.

terbukti dengan china yang sudah hampir full cashless, hampir semua warga china menggunakan pembayaran digital, kecuali mungkin turis yang tidak memiliki alamat lokal di china.

yang tak terdampak

hanya ada sedikit perusahaan yang tidak terlalu terdampak oleh kehadiran dari startup dan teknologi.

salah satunya mungkin CAT/caterpillar, perusahaan alat berat yang kini sebagian sahamnya juga dimiliki oleh bill gates, alat berat yang biasanya dipakai untuk membangun gedung pencakar langit dan melakukan penambangan.

gates hanya punya 1.36% saham MSFT yang memiliki valuasi lebih dari $1T ($1000B), dan equity/saham-nya sudah dialihkan ke perusahaan-perusahaan yang begitu kokoh sehingga diestimasi dapat bertahan hingga 100 tahun kedepan.

beda era

berbisnis di era startup berbeda dengan berbisnis di era pra-startup.

anda tidak bisa mengabaikan yang namanya teknologi dan startup. anda harus mempertimbangkan keduanya hari ini, dan harus bisa membaca trend dan ancaman kedepannya, baik anda adalah seorang pengusaha, investor, maupun karyawan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *