5 Level Pengusaha 4 min read
perspektif ini berdasarkan pengalamanku dan sudut pandangku ya, belum tentu juga akan sesuai dengan konsep atau cara pandang orang yang lainnya.
Pengusaha level 1: the learner
masih belajaran jadi pengusaha. masih meraba-raba bagaimana jadi mengelola suatu bisnis.
mungkin belum punya banyak pegawai, atau bahkan tidak punya pegawai. masih dalam tahap belajar.
Pengusaha level 2: the capital constrained
sudah tahu bagaimana mengelola bisnis yang baik.
bisnis bisa berkembang, meski bukan berarti tanpa masalah. pertumbuhan bisnis terbatas pada jumlah cash yang ada pada bisnis itu.
ketika bisnis profit, maka usaha berkembang.
ketika profitnya minus, maka ukuran perusahaan disesuaikan menjadi lebih kecil.

Pengusaha level 3: the freedom from capital
bisa membuat suatu konsep untuk menumbuhkan perusahaan di luar keterbatasan uang perusahaan, seperti sistem kerjasama investasi, pendanaan.
investasi pada suatu bisnis, kalau dikelola dengan baik dengan konsep yang baik, akan dapat membuat bisnis lebih cepat bertumbuh, dan memberikan hasil lebih banyak dibandingkan dengan kalau membesarkan sebuah bisnis pakai uang sendiri.
pola pikir berubah dari bagaimana mencari profit sebanyak-banyaknya dengan keterbatasan uang yang ada, menjadi, kalau aku punya akses ke uang dengan jumlah tak terbatas maka proses bisnis seperti apa yang harus aku lakukan?
pengusaha belajar bagaimana cara menjalin hubungan dengan pemodal dari bisnis. pengusaha pada level ini mengerti opsi-opsi financing yang ada, sehingga keterbatasan uang bukanlah menjadi batasan paten bagi bisnis untuk dapat bertumbuh.
usaha bisa berkembang tanpa keterbatasan uang.
Pengusaha level 4: the experienced
adalah seperti pengusaha level 3 tetapi dengan versi yang bagus: sistem perjanjian kerjasama yang jauh lebih menguntungkan bagi pengusaha.
si pengusaha bisa menawarkan investasi dengan ROI yang baik ke investor, tapi deal juga memberikan keuntungan lebih besar pada pengusaha.
keuntungan yang dimaksud misalnya, investor bersedia mendapatkan jumlah saham lebih sedikit untuk jumlah investasi yang sama; atau pengusaha bisa memiliki lebih banyak hak kontrol khusus pada perusahaan, yang lebih favorable pada si pengusaha dalam banyak skenario.
kalau dalam konteks startup:
banyak founder yang tidak mengerti apa arti klausul perjanjian VC yang ia tanda tangani, sekedar asal “say yes” saja. jadi di tahap ini, founder lebih mengerti apa arti klausul yang ada, dan punya lebih banyak bargaining power.
pengusaha sudah ahli mengenai klausul-klausul perjanjian kerjasama bisnis. dan pengusaha menjadi ahli bagaimana cara membesarkan perusahaan dengan kerjasama bisnis dan modal eksternal.
sehingga deal juga memberikan favor pada pengusaha/founder, seperti misalnya:
- bisa mendapatkan investasi yang lebih besar untuk jumlah saham yang sama.
- punya lebih banyak benefit dari deal, seperti hak kontrol khusus yang lebih favorable ke pengusaha dalam banyak skenario bisnis (seperti case Zuck di FB yang tidak bisa dipecat dari posisi CEO, tidak seperti Jobs yang diturunkan dari CEO dari perusahaannya yang dirintisnya sendiri).
Pengusaha level 5: the over-deliver
kalau level sebelumnya hanya sampai pada tahap perjanjian, maka pengusaha level 5 adalah pengusaha yang dapat men-deliver (alias mengeksekusi) segala sesuatunya dengan baik, dan memberikan hasil yang sesuai, bahkan kalau memungkinkan, over-deliver — membuat semua pemegang saham perusahaan happy.
level 4 berbicara tentang preparation, tetapi level 5 berbicara tentang result.
di tahap ini pengusaha sudah pandai berbisnis.
pengusaha puas & menang banyak, investor juga puas & menang banyak — bahkan karyawan juga puas & menang banyak.
ini adalah level untuk para great founders seperti steve jobs, musk, brian chesky, dll.
the 3-wins
di level terakhir ini, pengusaha berhasil menciptakan 3-win:
pengusaha menang banyak, investor menang banyak, perusahaan (karyawan) menang banyak.
(founder win + investor win + employee win).
karena sering kali terjadi:
- kalau pengusaha menang, investor menang, sering kali karyawan yang dikorbankan (gajinya sedikit); atau
- kalau pengusaha menang, karyawan menang (dapat kompensasi tinggi) — itu berarti investor akan kalah (dapat hasil sedikit); atau
- kalau karyawan menang, investor menang, maka pengusaha kalah.

sulit untuk membuat ketiganya menang semua.
contoh perusahaan yang berhasil menciptakan 3 win ini adalah Google:
karyawan gaji besar, investor untung banyak, dan owner-nya menjadi orang terkaya di dunia.
Pengusaha level 5 sangat jarang, dan sepertinya lebih dari 90% pengusaha lainnya hanya akan terhenti di level 3 atau 4 saja.