Topi Founder 2 min read

INTJ adalah hasil test kepribadian MBTI-ku, dan profesi yang cocok bagi INTJ adalah menjadi arsitek.

topi pencipta

memang saya sering kali lebih menyebut diri sebagai web architect daripada web developer, karena saya hakekatnya menyukai merancang struktur.

sayapun bagus sebagai web developer juga web designer; dan saya merancang segalanya dengan detail.

dari sisi logika saya suka merancang sebuah proses seefisien mungkin.
dari sisi desain saya suka merancang tampilan sesempurna mungkin dari segala sisi termasuk color harmony dan detail kecil lainnya, istilahnya: “pixel perfect.”

ketika mengenakan topi seniman, saya berusaha segala sesuatunya bisa diciptakan dengan standar tertinggi.

yang namanya pencipta, sedikit banyak punya ada ego dalam hasil ciptaannya.
para pencipta hidup dalam dunia idealisme.

tapi ketika sudah mendekati tahap launching dari startup, saya terpaksa lebih memprioritaskan sisi bisnis. tidak lagi mengenakan topi seniman, kini aku mengenakan topi pebisnis.

topi businessman

yang namanya pebisnis, ya harus jadi opportunist. sulit untuk menjalani kehidupan sebagai pebisnis sebagai idealist.

dengan topi pebisnis yang saya kenakan sekarang, saya tidak bisa lagi hidup dalam dunia idealisme.
kadang kita harus jalan dengan apa yang ada.

kalau menunggu segala sesuatunya sempurna, sering kali sudah terlambat. dak akan bisa kesampaian menabur benih di ladang apabila menunggu cuacanya sempurna.

sehingga saya harus mulai membiasakan punya kehidupan dengan sebuah standar yang baru.

tidak perlu presentasi ke investor atau pelanggan dengan slideshow yang sempurna. tapi harus tahu yang mana yang prioritas.

tidak bisa menunggu mendapatkan orang yang punya kemampuan bagus DAN karakter yang sempurna. kalau anda hanya membutuhkan 10 orang dalam team anda, semua punya kemampuan dan karakter yang sempurna itu masih mungkin terealisasi.

tapi kalau butuh 20, 50 orang, akan butuh beberapa lama baru bisa terealisasi?
toh yang dijalankan adalah sebuah bisnis, dan bukannya kepanitiaan sorgawi.
setiap orang mau tidak mau akan punya kecacatannya sendiri.

done is better than perfect.

waktunya telah tiba ‘tuk menggantikan “perfection” dengan “priority” dan “opportunity”.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *