One True Founder 2 min read
apa yang membedakan seorang startup founder dengan bawahannya?
hari ini istri sharing ke aku:
“Nadxxx berkata bahwa, di Goxxx itu ada banyak orang pintar, tetapi tidak semuanya qualified menjadi startup founder.”
memang benar, tidak semua orang pintar bisa menjadi startup founder.
apa yang membedakannya?
keberanian untuk mengambil risiko.
keberanian untuk tetap stay ketika keadaan memburuk.
berani mengambil risiko
tentu bukan berarti startup founder boleh bodoh. tetapi startup founder, selain pintar, juga harus berani mengambil risiko.
banyak orang pintar, tetapi tidak berani mengambil risiko.
atau minimal, tidak semua orang pintar bisa mengkalkulasi risiko dengan baik, lalu punya keberanian untuk mengeksekusi ide dan rencananya.
seseorang yang mengerti risiko, itu level beginner.
seseorang yang mengambil risiko, itu level lebih advanced.
seseorang yang menjalani dan menghidupi risiko, baru itulah level founder.
not everybody wil stay
dalam startup bisa jadi akan ada banyak orang pintar di jajaran atas. tetapi ketika startup dalam keadaan sulit, tidak semua akan mau bertahan di startup tersebut. sebagian mungkin akan menyelamatkan pantatnya sendiri (bahasa inggris: save their asses) 😁
jangankan petinggi perusahaan. apabila ada seseorang diangkat menjadi co-founder — untuk membantu founder pertama startup yang memiliki ide dan konsep awal startup — itupun co-founder pembantu tersebut tidak selalu akan mau berjuang mati-matian.
satu-satunya orang yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan perusahaan, adalah founder pertama, yang berani mengambil resiko dan mempertaruhkan segalanya.
who will save the baby?
startup itu seperti seorang bayi.
dan founder pertama seperti orang tuanya, yang akan meresikokan segalanya.
co-founder lain, bisa seperti orang tua asli, tapi bisa jadi juga, seperti orang tua tiri, yang belum tentu peduli pada anak tirinya.
apalagi orang lain. kebanyakan hanyalah orang upahan.
sepintar apapun baby sitter, sebaik apapun baby sitter, mereka hampir tidak mungkin akan mempertaruhkan hidupnya demi sang bayi.
itulah ujian sebenarnya.
the one who can risk it all, is the only real parent.
and the rest? imitations. all imitations.