Hal yang paling berat dari mengerjakan startup 3 min read
hal apa yang paling berat dari mengerjakan sebuah startup?
memulainya.
ini bukan bicara hanya memutuskan untuk menjejakkan langkah pertama — tetapi ini juga berbicara mengenai hari-hari awal startup.
Kereta Api
tahukah anda bahwa kereta api menghasilkan keuntungan jauh lebih banyak daripada angkutan mobil. rata-rata kereta api akan mengangkut muatan seberat 3,187 ton (data tahun 2020).
kereta api milik perusahaan BHP, dianggap sebagai salah satu kereta api terkuat di dunia, memiliki panjang 7.3km bisa mengangkut muatan seberat 100 ribu ton.

hari-hari awal startup itu adalah seperti sebuah kereta api yang dari berhenti kemudian harus mulai berjalan menarik banyak gerbong yang berat.
prosesnya berat, sulit, lama, dan belum tentu berhasil.
ketika dimulai, “mesin” kereta api itu harus dipanaskan terlebih dahulu, sampai pada titik tertentu, barulah kereta bisa bergerak maju.
100 meter pertama yang harus dilewati dari start awal kereta api akan sangat mungkin membutuhkan waktu berkali-kali lipat yang lebih lama dibandingkan kalau kereta api harus menempuh jarak 1 kilometer setelah melaju.
proses menjalankan kereta api di tahap awal inipun juga belum tentu berhasil, tapi bisa gagal juga, apabila ternyata muatannya terlalu berat.
sehingga ketika proses start gagal, ya, gerbong dan muatan kereta api harus ditata ulang, dan dicoba start lagi dari awal. sampai pada akhirnya bisa benar-benar berjalan.
Do things that don’t scale
Paul Graham, seseorang yang aku sebut sebagai “the father of startups,” mengatakan pada tahap awal startup itu seorang founder harus “do things that don’t scale”.
artinya: mengerjakan hal-hal yang tidak dapat di-scale/multiplikasi.
hal-hal yang tidak dapat di-scale ini makan waktu, dan akan membuat aktivitas anda sebagai seorang founder seperti seakan-akan berjalan di tempat. waktu berjalan dengan sangat lambat dan seakan-akan si founder tidak melakukan progress apapun yang berarti.
tetapi justru hal-hal inilah yang sangat penting dalam sebuah startup. karena si founder sedang memantapkan pondasi awal.
apabila scaling itu berbicara tentang kuantitas,
maka things-that-don’t-scale berbicara tentang kualitas.
kuantitas tanpa kualitas akan memiliki nilai yang buruk.

Jump on the bandwagon
ketika kereta api sudah berjalan, maka banyak orang ingin ikut bergabung, mengambil keuntungan dari kereta api yang sudah berjalan.
tapi ketika kereta api masih baru di-start, banyak orang yang tidak percaya bahwa kereta api akan berjalan. hampir semua orang akan ragu bahwa kereta api bahkan dapat berjalan.
99 orang dari 100 akan mengatakan mereka mendukung anda, terlihat seakan-akan mendukung anda, tapi sebetulnya yang terjadi adalah mereka menjejakkan kaki di 2 perahu. dan sering kali kaki mereka lebih berat di perahu yang lain.
akan ada banyak orang-orang yang terlihat ikut membantu mendorong kereta api dan menyoraki anda. tapi ternyata ketika anda amati mereka, ternyata mereka tidak berkeringat sedikitpun 😁
ya, memang itulah kenyataan yang harus diterima founder startup. sudah menjadi tugas founder, sebagai pemimpin kereta api, untuk mengatur entah bagaimana caranya supaya kereta api dapat berjalan.
apabila kereta api gagal bergerak, founder-lah harus mengatur ulang entah bagaimana caranya supaya kereta api bergerak maju, walaupun pelan. karena kereta api yang bernilai adalah kereta api yang melaju.
bisa jadi akan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat kereta api bergerak. namun ketika kereta api sudah bergerak tidak akan ada yang dapat menghalangi lajunya.
it’s just one side from the rule of the game.