Jenis-jenis Disrupsi 2 min read
seperti yang kita tahu, disruption / disrupsi berarti adanya sebuah gangguan pada suatu area karena masuknya pemain baru.
biasa kita kenal disrupsi dilakukan oleh startup teknologi.
sebenarnya, disrupsi itu ada 3 jenis:
1. Disrupsi tunggal
ini pernah dilakukan oleh Google yang mengeluarkan inovasi bernama PageRank.
pemain search engine lain yang menjadi kompetitor Google langsung tersapu habis karena algoritma PageRank ini begitu bagus dalam membedakan website mana yang populer dan mana yang relevan dibandingkan kompetitor Google.
PageRank dari Google mendisrupsi industri search engine.
2. Disrupsi pada space / suatu industry
seiring dengan perkembangan teknologi, bisa muncul beberapa pemain yang menggunakan business model baru.
contohnya adalah online food delivery.
di Indonesia kita kenal ada GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. dan mungkin akan ada beberapa pemain lainnya yang menggunakan business model food delivery yang sama.
sebuah business model baru mulai menggoncang industri lama, yang didominasi oleh beberapa pemain.
3. Disrupsi piranha
ini terjadi ketika akses terhadap teknologi atau inovasi tersedia pada banyak orang dan tidak membutuhkan biaya besar untuk mengaksesnya.
contoh paling mudah adalah disrupsi yang dibawakan oleh smartphone, yang notabene harganya cukup terjangkau oleh banyak masyarakat. jadi disrupsi dilakukan oleh user / masyarakat.
smartphone sendiri telah mendisrupsi banyak industry.
dari kualitas kamera handphone yang semakin bagus sehingga mendisrupsi pekerjaan professional photographer,
hingga online meeting yang di-enable oleh smartphone, menyebabkan banyak lembaga kursus yang sudah terlanjur memiliki bangunan jadi mulai agak mubazir, karena trend-nya mulai shifting ke online.
Penutup
jadi itu semua adalah 3 jenis disrupsi teknologi.
disrupsi yang tidak selalu harus dilakukan oleh sebuah startup company,
tapi bisa juga oleh karena pergeseran gaya hidup yang disebabkan oleh teknologi.