Bahayanya FOMO 2 min read
dalam dunia startup, biasanya investor akan ikut-ikutan invest ke dalam suatu startup karena sudah ada investor lain yang invest, alias FOMO (fear of missing out, takut ketinggalan),
dan mereka mengasumsikan investor lain sebelumnya sudah mempelajari segala macam resikonya sehingga mereka tidak perlu repot-repot ikut mempelajari resikonya, sehingga mereka dengan lebih mudah akan ikut-ikutan berinvestasi.
kenyataannya ….
FOMO bisa menjadi sesuatu yang berbahaya.
apabila bukan gara-gara FOMO, mungkin akan ada lebih banyak investor yang investasinya selamat karena tidak invest di Theranos. Theraons bisa menjadi besar & akhirnya menjadi skandal terbesar di dunia startup karena FOMO.
banyak orang ikut bekerja menjadi pegawai 9 to 5, atau ikut menerjuni suatu bisnis — hanya karena mereka melihat orang lain melakukannya dan sukses.
ini tidak jelek. this is actually good.
but good — is also the enemy of great.
memutuskan untuk melakukan sesuatu hal itu baik,
selama keputusan tersebut adalah berdasarkan critical thinking.
tapi kalau keputusan tersebut berdasarkan FOMO, akan ada resikonya.
startup founder yang cerdas akan mengerti FOMO behavior dari investor,
dan bisa memanfaatkannya untuk benefit startup-nya.
FOMO bagus & FOMO jelek
ada beberapa daya tarik FOMO yang memang bagus,
seperti misalnya ikut dalam hype akan bitcoin ketika pangsa pasar bitcoin masih besar.
tapi FOMO ketika pangsa pasar bitcoin sudah jenuh, maka bukan lagi menjadi investasi, tetapi menjadi spekulasi.
banyak pula crypto yang ikut-ikutan dengan bitcoin tetapi tidtak ke mana-mana — istilahnya crypto micin (yaitu yang jumlahnya banyak tapi ga bisa punya pasar yang besar, seperti membeli micin).
mungkin ada yang profitable untuk short term. tapi long term? tunggu dulu.
Reasoning
warren buffett pernah mengatakan,
“You’re neither right nor wrong because other people agree with you. You’re right because your facts are right and your reasoning is right – that’s the only thing that makes you right. And if your facts and reasoning are right, you don’t have to worry about anybody else.”
keputusanmu akan jadi benar karena ada fakta yang tepat dan ada penalaran yang tepat, bukan karena ikut-ikutan dengan orang lain.
keputusan tentang apapun itu, pilihan kepercayaan spiritual, pilihan pekerjaan-profesi-passion, pilihan investasi, pilihan gaya hidup, pilihan jalan hidup, pastikan itu semua karena critical thinking, bukan karena ikut-ikutan karena melihat orang lain.
FOMO adalah ducks mentality.
bebek berjalan beriringan. tetapi elang terbang sendiri.