con artist, et al. 5 min read

sebetulnya banyak orang, terutama dalam profesi tertentu, adalah con artist.

con berasal dari kata “confidence”;
artist, adalah seseorang yang berprofesi dalam suatu bidang yang membutuhkan seni “sentuhan” personal.

kita sering dapati ada banyak orang dari profesi tertentu yang aslinya tidaklah benar-benar sukses atau setidaknya, tidaklah sesukses seperti citra yang mereka berusaha bangun.

fake it till you make it,” they say.

Trainers

profesi yang banyak con artist-nya

kalau dari pengamatan saya, industri training atau coaching itu secara otomatis menuntut adanya confidence. karena tidak mungkin orang (sebagai pelanggan) mau memberikan dirinya mau ditraining kalau yang nge-training tidak confident.

beberapa hari yang lalu aku ngobrol-ngobrol dengan doi soal seorang coach bernama D** L**.
konten dia sebetulnya tidak jelek. banyak yang berguna juga, meskipun sebetulnya ya ga ada yang benar-benar baru.

hanya satu hal saja yang aku tidak bisa tidak notice: he’s trying so hard to be perceived as successful.
ketika dilihat baju dan gaya rambut dan gaya bicara Da* L**, serta background objects yang ada pada setting videonya, kental sekali con game-nya. mobil mewah, ruangan mewah, objek berwarna emas.

bandingkan dengan gaya baju Anthony Robbins atau Zuckerberg atau Bill Gates, mereka tidak ada yang se-necis dia, mereka bahkan jarang sekali terlihat dikelilingi luxurious objects.

tapi sebenarnya wajar kalau ia ingin dipersepsikan seperti itu. biaya untuk ikut training-nya saja dulu ada yang $20k. ini belum kalau “level” yang lebih tinggi.

Teman

saya juga punya teman yang sudah saya kenal selama 5 tahunan, sebelum kemudian ia beralih menjadi seorang trainer. di web-nya, iapun memposisikan dirinya sebagai seseorang yang sukses.

padahal aslinya tidaklah seperti itu. tentu tidaklah setiap coach memainkan con game. tapi selalu ada insentif yang kuat untuk ke arah itu.

Founders

profesi lain yang banyak con artistnya: startup founders 🤣

Holmes

contoh paling mudah adalah Elizabeth Holmes.
ia mengimitasi gaya presentasi Steve Jobs, bahkan gaya berpakaiannya juga.

bagaimana kita tahu bahwa seseorang itu tidak benar-benar confident?
saya sering melihatnya dari micro expression, terutama dari frekuensi kedipan mata.
seseorang yang confident biasanya akan tinggal bicara apa adanya dan tinggal mengalir saja.

tetapi seseorang yang tidak confident, berusaha menutup-nutupi sesuatu, dia akan berpikir, berbohong, dan merekayasa. ketika seseorang berpikir dan berusaha berbohong, biasanya ia akan terlihat banyak berkedip. tak bisa dijadikan patokan pasti, tapi dalam banyak kasus ini bisa dijadikan sebagai indikator.

dan holmes, dalam banyak interview & presentasi, terlihat jarang sekali berkedip.
bagi saya ini berarti setidaknya dia menghidupi apa yang ia yakini.

Neumann

startup founder lainnya yang memainkan confident game adalah Adam Neumann.

dalam film dokumenter tentang WeWork diceritakan bahwa Neumann adalah orang yang berkharisma.
bahkan ketika WeWork berada di ambang kehancuran, ia tetap tampil di panggung, memukau, membius setiap audiens.

orang-orang yang menjadi pelanggan dan hidup di komunitas bangunan WeWork masih terus merasa mereka berada & sedang mengalami sesuatu yang revolusioner.

ps: $47 billion itu setara dengan Rp. 750 triliun.

Bukan berarti fraud

satu hal yang perlu dicatat adalah: con game itu tak berarti identik dengan penipuan.
confident adalah — ya confident.

holmes & neumann memang fraud.
bernie madoff — fraud juga.

apakah steve jobs bisa dipersepsikan sebagai con artist1?
tergantung cara anda melihatnya.

Reality Distortion Field

Jobs adalah master dari persuasi & hype. ia bisa membelokkan, mengubah realita jadi masuk ke narasi yang dibawakannya. seorang Apple engineer menyebutnya teknik Jobs dengan istilah “reality distortion field”.

bahkan ada entri wiki khusus untuk RDF ini.

ini adalah kemampuan meyakinkan orang lain (karyawan, investor, pelanggan, dll) menjadikan hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin jadi mungkin.

Jobs juga melebih-lebihkan produknya (seperti iPhone pertama di 2007) sebagai flawless, tanpa cacat, seperti produk final yang sudah fungsional. padahal di belakang layar, katanya yang digunakan untuk presentasi adalah prototype yang masih ada bug, kadang ada crash, dll.

fraud? saya rasa ini bukan istilah yang tepat. tapi ya, inilah RDF.

Kontrak Atari

kontrak Apple pertama dari Atari senilai $5000, disampaikan ke Steve Wozniak bahwa nilainya hanya $700. Woz mendapat $350, Jobs mengantongi $2,350.

tapi Jobs sebagai con artist (kalaupun iya) tidak pemah diasosiasikan dengan suatu hal yang buruk.
kenapa? karena perusahaannya berhasil. produknya disukai oleh banyak orang.

MLM

profesi seperti distributor MLM dan money game, saya rasa lebih banyak lagi con-artistnya.
karena begitu banyak yang ingin terlihat sukses — ini akan sangat memudahkan mereka untuk merekrut orang lain.

Politikus

politikus juga sama, hampir semua ada tuntutan untuk memainkan con-game-nya.
hanya saja mereka bukan ingin terlihat sukses, tapi terlihat sebagai kandidat baik hati yang ingin dipilih publik. aktivitasnya bernama pencitraan, dan orangnya adalah con artist.

Public Perception

banyak juga ketika membuka instagram, ada pebisnis yang terlihat glamor.
public perception sepertinya sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang.

orang yang benar-benar kaya, seperti Gates, Zuck, Bezos, bahkan Robbins, foto-foto mereka jarang sekali dikelilingi dengan luxurious objects seperti jam tangan, sofa mewah, dan lain-lain.

tapi di belakang layar, mereka memiliki bangunan dan rumah yang luar biasa luas, dan kekayaan on paper yang tak tertandingi oleh siapapun juga. unmatched wealth.

Genuity

ada seorang temanku yang menyukai slogan “esse quam videri” dan arti slogan ini adalah, “to be, rather than to seem” (benar-benar menjadi sesuatu, dan bukannya terlihat sebagai sesuatu)

arti dalam bahasa sehari-harinya adalah “menjadi apa adanya, bukan seakan-akan terlihat sebagai sesuatu.” saya rasa ini slogan yang sangat menarik untuk dihidupi.

ada banyak orang yang baik, genuine & authentic pada profesi-profesi tertentu.

sangat disayangkan, godaan untuk mendapatkan keuntungan dari dipersepsikan publik sebagai
orang sukses, sering kali membuat banyak orang menjadi tidak seperti dirinya apa adanya.

  1. saya mengatakan con artist ya, bukan fraud. ini 2 hal yang seakan mirip tapi esensinya sangat berbeda. ↩︎


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *