Bisnis yang ditakdirkan bertumbuh cepat 3 min read

beberapa model bisnis “ditakdirkan” untuk sukses, dan beberapa model bisnis “ditakdirkan” untuk jadi biasa-biasa saja.

catatan:
post ini tak akan terlalu berguna bagi orang yang tak pernah berpikir seberapa besar bisnisnya bisa bertumbuh (alias mengalir saja), tapi akan bisa berguna bagi orang-orang yang lebih suka bisnisnya bertumbuh 100x lipat daripada hanya 10x lipat.

hal apa yang membedakannya?

business model terbaik

startup, sebagai business model terbaik (let me know kalau ada yang better than startup), bisnisnya bisa di scale (berkembang) sampai 10.000x lebih besar, bahkan lebih.

dengan timeline anggap saja 20-25 tahun, bisnis yang bisa mencapai level segini masih jarang, tetapi startup bisa melakukannya.

dengan timeline yang sama,
bisnis yang sangat bagus bisa di scale s/d 1.000x lipat.
ini bisnis yang extraordinary,

bisnis yang bagus, bisa di scale s/d 100x lipat.
perusahaan yang perform dengan baik, bisa melakukannya.
kemungkinan di network pertemanan kita bisa didapati ada orang yang melakukannya.

bisnis yang ok, bisa di scale s/d 10x lipat. rata-rata bisnis bisa melakukannya, tidak sulit untuk mencapainya.

kebanyakan pencapaian bisnis berkembang melalui deret kali.

sedangkan pencapaian pegawai, berkembang melalui deret hitung, meskipun ya bukan tidak mungkin juga bisa mendapatkan hasil yang cukup besar juga, lebih dari cukup buat hidup.

pertumbuhan bisnis dibatasi oleh business model

tidak semua jenis bisnis bisa berkembang dengan cepat.
digital startup hampir selalu bisa berkembang dengan cepat.

salah satu kutipan terkenal di startup industry:

“bisnis konvensional akan cukup senang apabila mereka bisa bertumbuh sebesar 20% per tahun. tetapi kalau tingkat pertumbuhan ini diimplementasikan pada startup, startup-nya akan mati.”

untuk bisnis makanan, kita tahu, pemilik bisnis makanan dengan resep rahasia bisa mengembangkan bisnisnya dengan sistem franchise. bisnis makanan memang menjadi salah 1 business model yang bisa berkembang cepat, pada suatu titik.

tetapi ada bisnis-bisnis yang tidak memiliki kelebihan, yang sangat, sangat jarang bisa berkembang (scaling) dengan baik.

contohnya bisnis yang sulit berkembang adalah: rental playstation, internet cafe, atau kalau mau lebih ekstrim: tambal ban.

ada berapa banyak sih bisnis seperti ini yang bisa besar?
mungkin bisa dihitung dengan jari. bahkan kalau saya pribadi sih belum pernah tahu.

100 pertanyaan bisnis

dalam sebuah kuesioner berjudul “100 pertanyaan startup” yang beberapa hari lalu sempat muncul di browserku, ada beberapa pertanyaan yang relevan dengan business growth.

misalnya:

  1. “seberapa tinggi entry barrier untuk masuk ke market yang ditargetkan oleh startup company-nya?”
  2. “seberapa besar level kompetisi yang ada? didominasi oleh 1 pemain, beberapa pemain, banyak pemain besar, banyak pemain kecil, atau blue ocean?”
  3. “bagaimana caranya startup akan monetize (mendapatkan uang)?”
    karena dari cara dan sumber startup mendapatkan uang, investor bisa mendapatkan gambaran apakah bisnisnya dapat di-scale atau tidak. apakah pemasukannya itu hanya 1x dapat, atau berulang.
  4. “apa pembeda utama bisnismu dibandingkan kompetitormu?”
  5. “apakah business-nya scalable?”

pada akhirnya, tujuan akhir dari postingan ini bukanlah untuk memvonis bisnis siapa yang jelek dan bisnis siapa yang bagus — tetapi lebih mengarah ke memberi informasi bahwa:

tidak semua bisnis ditakdirkan sama.

beberapa business model punya prospek lebih besar untuk bertumbuh, dan beberapa business model tidak punya prospek yang baik untuk bertumbuh.

dan ini bisa berguna bagi seseorang yang baru mulai berbisnis — supaya dapat bisa lebih bijak memilih bisnis yang akan diterjuni, dengan mempertimbangkan karakter business model yang akan diterjuninya.

akan baik untuk menganalisa business model-nya terlebih dahulu sebelum terlanjur terlibat di dalamnya.



    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *