The way I see Bill Gates 3 min read
ia salah satu orang yang menjadi role model-ku, mungkin sejak aku lulus kuliah.
Bill Gates pernah cukup lama menjadi orang terkaya di dunia, dan bahkan mungkin ia akan dapat bertahan lebih lama lagi andaikata ia tidak meninggalkan Microsoft, tetapi ia meninggalkan semua kekayaannya itu untuk berfokus pada charity.
dan bukan hanya fokus pada charity, tapi Gates mampu berkomitmen untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya untuk charity, ia tidak mempedulikan mengenai masalah menjadi orang terkaya no 1 atau masih harus masuk di deretan orang terkaya di dunia.
andaikata Gates tidak menjual saham Microsoft dan beralih ke charity, ia seharusnya akan bisa menjadi trillionaire dunia pertama. sementara orang berlomba-lomba untuk menjadi orang terkaya, Bill Gates justru mampu melepaskan egonya. hidup bukan hanya tentang kekayaan.
kekayaan yang hanya dinilai dari banyaknya uang saja adalah kekayaan yang dangkal. bahkan orang seperti Steve Jobs pernah berkata, it’s never about the money. semua hal yang ia lakukan tidak pernah mengenai uangnya. tidak ada artinya menjadi orang terkaya di kuburan, katanya.
Gates memiliki rasa aman mengenai dirinya. ia bahkan tidak mempedulikan begitu banyak netizen bodoh yang menganggapnya sebagai biang kerok pandemi, teori depopulation & teori microchip di vaksin.
Gates tidak pernah menanggapinya sedikitpun, kecuali di masa ada interviewer TV yang sengaja bertanya hal tersebut kepadanya. Gates menjawab santai, kurang lebih mengatakan itu adalah hal yang ironis.
Gates adalah orang yang selalu outspoken mengenai apa yang ada di pikirannya. bahkan pandangannya mengenai masa depan komputer ada di dalam bentuk seperti tablet PC, ini konsep yang bisa diambil oleh kompetitornya, termasuk Steve Jobs. tetapi sifat Gates memang kalau diberi pertanyaan akan selalu memberikan jawaban paling intelektual yang bisa ia berikan.
public bullying & negative remarks yang diberikan Elon Musk kepadanya-pun ditanggapi santai. sebagai orang yang powerful, kalau mau ia bisa saja menanggapi Musk. tetapi itu tidak dilakukannya. saya percaya EQ-nya Bill Gates lebih dari baik.

beberapa kecacatan yang bisa ditemukan dalam hidup Bill Gates mungkin adalah gaya manajemennya yang keras (dimana banyak pebisnis lain juga melakukan hal yang sama — tidak berarti bagus, tapi masih dapat sedikit dimaklumi), dan perceraiannya dengan Melinda. yang kemungkinan besar disebabkan oleh perselingkuhan Gates. tetapi itupun Gates menyelesaikannya dengan elegan, tanpa perlu penuh drama. Gates selalu elegan. life goes on, dan orang-orang juga tidak ada yang mempermasalahkan hal itu lagi.
Warren Buffett yang mendonasikan 99% kekayaannya ke charity juga berjiwa tidak kalah besar dibandingkan Gates. keduanya adalah orang-orang besar & luar biasa.
Steve Jobs meninggal pada usia muda. saya sendiri berharap sih Gates bisa berusia jauh lebih panjang. syukur-syukur kalau umurnya bisa sepanjang Ratu Elizabeth, ha.
July 14, 2022