pencurian konten 2 min read

pernah konten yang anda buat terang-terangan dijiplak oleh orang lain?

di FB saya sempat bertemu dengan 2 contact FB, yang punya kesukaan mengambil konten yang saya posting, tanpa mencantumkan credit sumber asalnya dari mana.

kalau dari antara tindakan like, comment, dan share — sebetulnya share adalah bentuk apresiasi tertinggi,

karena berarti [original] konten yang kita buat dianggap layak tampil di timeline orang tersebut.
dengan yang terendah tentunya adalah like.

MW

orang pertama berinisial MW.

dia sering menjiplak tulisan saya dan melakukan repost di timelinenya (artinya tulisan saya di copy paste kemudian di posting ulang. bukan share), sehingga seakan-akan menjadikan dia sebagai penulis artikelnya.

sekali dua kali sebetulnya ga keberatan juga.
tapi kalau berkali-kali, well, ya tetap ga keberatan juga, cuma merasa agak gimana gitu 🤣

MW ini public figure, semacam investor but not exactly an investor.
sering memberikan talk show. rasanya followernya sudah ribuan kalau tidak puluhan ribu.

D#

orang kedua berinisial DE.

untuk orang yang 1 ini memang hampir seluruh isi timeline-nya, merupakan hasil “membajak” konten orang lain. entah itu foto atau video.

dan tentunya juga tidak pernah mencantumkan sumber aslinya. dan memang dia berhasil, follower & friend-nya menjadi ribuan, bahkan di kedua akun yang dimiliknya. biasanya dia suka posting konten lucu-lucuan.

pernah saya create sebuah album FB yang berisi beberapa foto, akhirnya dijiplak oleh DE, yang mempunyai follower lebih banyak.

karena waktu itu memang belum final, kemudian saya tambahkan beberapa foto lagi. eh, diambil sama dia lagi. now it’s obviously a content theft 🤣

kemudian besoknya saya tambahkan beberapa foto lagi di album itu, akhirnya dia tidak mengambil foto terakhir yang saya update.

biasa?

sebetulnya masalah mengambil konten tanpa mencantumkan credit adalah hal yang cukup biasa.
tapi ketika akun FB seseorang didedikasikan untuk mengambil konten orang lain setiap berapa jam,

kemudian di-repost di timeline dia, sehingga kalau konten tersebut menjadi viral dan di-like/share banyak orang, dia bisa mengambil keuntungan dari proses pembajakan konten — seharusnya ini kok bukan tindakan yang benar juga.

kalau diulas gini rasanya kebanyakan orang mungkin akan bilang, “halah itu kan hanya hal sepele sih” tapi kalau dibiarkan saja kok seperti rasa gatal yang belum digaruk 😂

sayangnya social media seperti FB sendiri memang memberikan fitur & fasilitas yang memudahkan hal-hal semacam ini.

jadi ya, what can i say 🤣

originality

kalau kata pepatah, “people can copy your work, but they can’t copy your originality”
ok then i guess originality is the only thing left of me 🤣



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *