membangun perusahaan kuat dengan sistem pemberian saham ke karyawan 5 min read

ada yang bilang: karyawan sudah diberi saham, tapi tetap kinerjanya biasa saja dan malah tidak loyal

jadi bagaimana cara membuat karyawan loyal & punya performa yang baik?

catatan:
tidak semua bisnis cocok memberikan saham ke karyawannya, terutama yang tingkat pertumbuhannya rendah. diberi saham-pun kalau ternyata tidak bisa dijual pun juga tidak ada nilainya.
jadi akan tergantung jenis bisnisnya.

kembali ke topik,

gaji

gaji secara umum bukanlah metode yang terbaik untuk membuat karyawan bekerja keras.
ini membuat karyawan hanya datang kerja untuk menghangatkan kursi kantor.
menukarkan waktu dengan uang.

karena uang tidak terikat ke kinerja, melainkan waktu,
akhirnya karyawan kurang ada motivasi untuk memberikan yang terbaik.

saham adalah pilihan yang lebih baik untuk kinerja karyawan, karena bila perusahaan tambah besar,
maka karyawan turut menikmati hasilnya.
apa yang dihargai, itu yang akan diusahakan.

opsi saham

biasanya perusahaan memberikan opsi saham.

tapi bagi saya, opsi saham yang standar-pun juga jelek.
karena kebanyakan opsi saham inipun juga terikat pada masa bakti, bukan performa.
akhirnya ini menjadi cara kompensasi yang sama seperti gaji, hanya beda bentuk saja.

kalau memang mau membuat team bekerja keras, yang harus dihargai adalah kinerja perseorangan, bukan kinerja team (saja).

perusahaan besar

permasalahan terjadi ketika jumlah karyawan di perusahaan sudah banyak.
nilai opsi saham tetap naik meskipun si individu agak bersantai.

seorang karyawan santai-santai pun, nilai saham akan naik karena merupakan hasil kerja dari team.
efektivitas kompensasi opsi saham bisa berkurang ketika jumlah karyawan sudah banyak.

akhirnya kontribusi individu tidak jadi penting lagi.
yang jadi masalah adalah ketika karyawan mulai berpikir: “biar orang lain yang kerja, saya nyantai saja” — tapi ini dipikirkan oleh setiap karyawan perusahaan.

pemikiran setiap individu akhirnya menjadi pemikiran team.
pemikiran team akhirnya menjadi pemikiran seluruh pekerja perusahaan.
akhirnya performa perusahaan juga tidak bagus.

merancang sistem yang baik

bagaimana mengatur sistem pemberian saham yang baik?

langkah 1: diikat pada kinerja

kalau memberikan opsi saham ke karyawan, nilainya jangan diberikan hanya berdasarkan masa bakti saja, tetapi juga terikat pada kinerja.

opsi saham adalah reward bagi karyawan.
apakah sebagai pebisnis anda rela ngasih reward ke karyawan yang bermalas-malasan? tentu tidak.

yang berkinerja buruk, tidak seharusnya mendapatkan saham.
yang berkinerja baik, harus bisa dapat porsi saham lebih banyak.

artinya anda harus merancang 2 sistem:
a. evaluasi kinerja
b. reward saham

langkah ke-2: berikan bertahap

anda harus pikirkan — bagaimana kalau ternyata karyawan tersebut melakukan tindakan yang merugikan ke perusahaan di belakang.

  • berkhianat ke kompetitor.
  • mencuri inventori kantor/korupsi.
  • skandal lainnya.

apakah anda masih rela memberikan reward ke karyawan seperti yang karakter dan perilakunya buruk?

coba pikirkan kisah ini:

nenek pertama

ada seorang nenek kaya umur 80, ia punya banyak keturunan.
semua anak sudah berkeluarga, masing-masing punya rumah sendiri-sendiri.

setiap keluarga berkunjung ke rumah nenek 2-3 minggu sekali.
nenek merasa sudah waktunya untuk pensiun, jadi ia panggil semua anak cucunya.
si nenek membagikan harta warisan ke mereka, hanya menyisakan sedikit bagi dia sendiri.

tapi apa yang terjadi?
sejak ia memberi warisannya, tak ada keluarga yang datang berkunjung lagi!
maka yang tersisa hanyalah penyesalan.

nenek ke-dua

nenek kaya yang lain lebih lihai: ia tetap menyimpan sebagian besar kekayaannya.
memberi hadiah angpao ketika anak-anak mereka datang berkunjung.

sampai pada waktu dekat ajalnya, anak-anaknya tetap berperilaku baik ke si nenek — karena mengharapkan warisan darinya. sampai meninggal-pun, si nenek ini bisa menjalani hidup yang bebas kuatir.

catatan: ini hanya ilustrasi kisah untuk justifikasi saja ya; bukan menganjurkan kita untuk berperilaku hitung-hitungan dengan anggota keluarga kita sendiri.

kembali

kembali ke opsi saham.
kalau karyawan anda perilakunya buruk, apa anda rela tetap kasih reward ke dia?
ya anda akan bisa jadi seperti si nenek pertama.

harta kekayaan sudah ditransfer, anda sudah tidak punya nilai lagi di mata orang lain.
nilai anda hilang.

orang akan mengejar shiny objects lainnya.
baik boleh, tapi lihai itu perlu.

karena itu pada opsi saham, bisa disematkan yang namanya clausul clawback.

pasal/ketentuan clawback.

clawback artinya “diserok kembali” atau “dicakar kembali” seperti seekor kucing mengambil makanannya kembali.

anda bisa memasukkan daftar hal-hal yang anda tidak ingin karyawan anda lakukan ke dalam ketentuan ini. hal-hal yang merugikan perusahaan.

langkah ke 3: delayed finalization

apakah anda tahu kalau, begitu karyawan anda keluar, segalanya beres-beres saja?
jangan-jangan dia meninggalkan pekerjaan yang tidak bisa dibereskan kecuali oleh dia saja.

atau jangan-jangan dia pindah ke kompetitor dan membocorkan segala rahasia perusahaan.
karena itu, timing anda memberikan saham ke karyawan itu penting.

kalau bisa dilakukan, opsi saham itu baru dilunasi beberapa bulan setelah karyawan keluar, dan ternyata pekerjaan dia beres semua.

atau kalaupun harus dilunasi waktu karyawan keluar, hanya berikan sebagian saja, dan baru dilunasi beberapa bulan kemudian ketika karyawan sudah terbukti beres.

bonus, not right

satu hal yang pasti, anda harus buat supaya opsi saham ini sifatnya lebih berupa bonus, tapi bukan kewajiban. kewajiban harus dilunasi. tapi kalau hak, terserah anda mau memberi atau tidak.

maksudnya:

jangan sampai gara-gara anda memberikan fasilitas opsi saham ke karyawan, anda justru mendapatkan tuntutan hukum karena ketidakpuasan karyawan.

anda berbisnis itu ingin lebih mudah, bukan lebih pusing.
jadi, jadikan opsi saham itu hak anda, bukan kewajiban anda.

itu adalah 3 trik, eh, tips seputar opsi saham.

skype

ada juga perusahaan yang tricky menggunakan opsi saham untuk karyawannya, seperti Skype, misalnya.

di mana karyawannya sudah berjuang keras bagi perusahaan, tapi opsi saham mereka tidak bisa didapatkan seperti harapan awalnya.

semua disembunyikan dalam surat perjanjian dengan bahasa legal yang panjang — yang sering kali karyawan tidak mengerti artinya.

cuma, jangan dilakukan ya. kasihan karyawannya.
that. is. beyond. evil.

closing

masih ada banyak tips lainnya seputar opsi saham.

kebanyakan teknik ini saya dapatkan dari mengamati cara pikir Sam Altman dan beberapa founder startup billionaire lainnya, dan disesuaikan untuk kebutuhan saya sendiri.

tapi sepertinya 3 point yang ada di atas sudah akan cukup baik untuk digunakan bagi mayoritas bisnis yang ada.

anda punya pandangan lain?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *