proses parallel di bisnis 2 min read

serial

kebanyakan orang membangun bisnis mereka secara berurutan.

setelah A maka B.
setelah B maka C.
dst.

ini adalah proses serial, yaitu sebuah cara yang lambat untuk membangun bisnis.

parallel

pebisnis yang cerdas akan dapat mengidentifikasi bagian-bagian mana dalam bisnisnya yang diapat dijalankan secara parallel. bisnis bisa dibangun 10, 100x lebih cepat.

A B C D E berjalan sekaligus bersama-sama, tak perlu menunggu satu hal selesai baru mengerjakan yang berikutnya. jadi bisnis anda dapat bertumbuh dengan jauh lebih cepat menggunakan proses parallel.

mungkin anda bingung, proses parallel ini seperti apa.

contoh mudah dari proses parallel adalah bagaimana bisnis pada industri food & beverage mengembangkan bisnis mereka menggunakan sistem franchise.

blitzscaling

dunia startup mengenal proses ini sebagai blitzscaling.
blitzscaling adalah sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Reid Hoffman, founder LinkedIn.

blitz berarti kilat. scaling berarti berkembang secara horizontal.
blitzscaling yang bergerak parallel cenderung identik dengan perluasan geografis.

tapi sesungguhnya proses parallel tidak terbatas hanya pada ekspansi geografis saja.
di dalam perusahaan yang sedang saya bangun, saya bisa mengidentifikasi setidaknya ada 4 titik dimana proses-proses bisnis tersebut dapat dilakukan secara parallel.

ada 2 titik di antaranya sebetulnya cukup umum, dan tidak terlalu spesial.
tetapi 2 yang lainnya tidak umum. setidaknya tidak terlalu umum.

tradeback

nanti pada proses parallel ini, setidaknya pada kasus saya, akan ada sesuatu hal yang harus dikorbankan (tradeback) — dibandingkan ketika anda menggunakan proses serial.

tetapi biasanya porsi yang dikorbankan tidak banyak.
anggapannya: anda hanya perlu mundur 1-2 langkah, untuk bisa maju 10 langkah.

seharusnya proses parallel ini bukan hanya bisa terpakai di perusahaan startup, tapi juga perusahaan konvensional — meski saya tidak yakin apakah titik yang bisa dioptimasi di bisnis konvensional bisa sebanyak di perusahaan startup.

untuk bisnis yang konvensional: sebagian titiknya akan bisa dipelajari dari pattem yang biasa dilakukan oleh perusahaan lain. atau dipelajari dari cara kerja dari sebagian startup.

tapi sebagian titik lainnya haruslah ditemukan sendiri.
dan hanya mereka yang mencari, yang akan menemukan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *