Nilai Sebuah Ide 8 min read

kalau anda berkecimpung di bidang startup, anda tentu sering mendengar orang berkata:

“ide itu murah, yang mahal eksekusinya”.

mengapa ini penting

tapi apakah ide itu sebenarnya tidak bemilai?

dan mengapa hal ini penting?

1. post tentang ide bisnis tak bernilai

beberapa waktu yang lalu, saya melihat sebuah postingan facebook dari seorang pebisnis internet yang cukup banyak mempunyai follower newbie. dia mengatakan bahwa “kita semua tahu ide itu tidak bernilai. ayo posting idemu di sini, siapa tahu bisa jadi bisnis”.

dan ada banyak followernya yang dengan secara sukarela memposting ide-ide mereka di bagian comment.

apabila benar ide tidak memiliki nilai, maka post tersebut tidaklah jadi masalah dan etis-etis saja. tetapi apabila ide itu berharga, maka itu adalah perampokan di siang bolong.

waktu melihat postingan itu, saya merasa ada yang mengganjal, tapi belum dapat mengungkapkannya.

2. pencurian ide

hal ini menentukan apakah anda boleh marah atau tidak ketika: anda bercerita tentang ide bisnis anda pada seorang kawan anda, kemudian kawan anda mengeksekusi ide anda.

kalau ide dianggap tidak bernilai, tentunya anda tidak punya hak untuk marah, bukan? karena katanya ide itu murah dan pasaran. tetapi kalau ide itu dianggap bernilai, maka urusannya bisa jadi panjang.

pandangan saya terhadap ide

lalu bagaimana “ide” menurut pandangan saya?

menurut saya:

  1. ide itu intangible.
    intangible = tidak dapat diukur.
    jadi kalau ada orang bilang tidak berharga, ya boleh saja, tapi kalau ada orang bilang ide itu berharga, ya, tidak masalah juga.
    karena ide itu sulit diukur, sehingga menentukan nilai ide itu bisa jadi perdebatan yang panjang.
  2. kalau saya harus memilih, apakah ide itu berharga atau tidak, saya akan lebih cenderung mengatakan bahwa ide itu *bisa* sangat berharga.
  3. ide itu berharga di tangan orang yang tepat.

eksekusi

ide yang sama, bila dieksekusi oleh orang yang berlainan, hasilnya bisa berbeda.
yang 1 gagal, yang 1 sukses luar biasa.

kalau menurut saya, saya lebih suka mengatakan bahwa yang membuat idenya tidak bisa jalan bukan karena idenya yang “jelek”, tetapi orangnya yang “jelek” 😂

contoh: minyak bumi

sebelum ditemukan cara penggunaan minyak bumi di era modern, minyak bumi sudah ada sejak jaman prasejarah. minyak bumi terdapat di mana-mana (tidak di semua tempat, tapi juga tidak sedikit pula).

tetapi orang tidak bisa menggunakannya.

orang jaman dulu tidak dapat menggunakan minyak bumi karena tidak tahu caranya.
orang awam jaman sekarang tidak dapat menggunakan minyak bumi, karena tidak memilki peralatannya untuk mengubah minyak bumi menjadi bahan yang siap digunakan, yaitu peralatan seperti oil refinery.

ini sama hal-nya dengan resource lainnya, uranium, platinum, dan lain-lain.

sebagaimana minyak bumi, ide di tangan yang tepat, menjadi berharga.

contoh

saya coba berikan beberapa contoh kasus.

1. Facebook

“Cameron and Tyler Winklevoss are often remembered for suing Zuckerberg, claiming the Facebook founder stole their idea for the social network platform when the trio attended Harvard. The twins later won a $65 million settlement from the lawsuit. Gemini Trust began trading as a bitcoin exchange in New York in 2015.”

nilai ide masih dapat diperdebatkan. tapi kalau ide benar-benar tak berharga, tentunya Winklevoss tidak akan sampai bisa mendapatkan $65M bukan?

2. Paten

ide dalam bentuk konsep barang (dan beberapa variannya) bisa dipatenkan. tentu harus disertai dengan detail metodologi yang jelas.

banyak orang sering melihat tanda centang, tetapi dengan “sedikit” penyempurnaan, ternyata tanda centang bisa dipatenkan, jadilah logo Swoosh dari Nike.

sayangnya ide bisnis (setahu saya) tidak bisa dipatenkan.

ide pun ada yang sederhana, dan ada pula yang disertai dengan rancangan pelaksanaannya secara detail.
tapi hanya karena tidak ada lembaga untuk mematenkan ide bisnis dan kita tidak bisa melihat nilainya, bukan berarti ide itu tidak berharga.

semua orang bisa membuat tanda centang. tetapi yang paling berharga cuma tanda centang dari Nike. banyak tanda centang yg tidak bernilai, tapi anda tentu tidak akan mengatakan bahwa tanda centang dari Nike tidak berharga, bukan?

3. The Pirates of Sillicon Valley

ini memang bukan ide tetapi melainkan prototype: Xerox Parc yang merupakan Operating System dengan Graphical User Interface di era OS yang masih text-based, telah dijiplak oleh Bill Gates dan Jobs. dan bukan hanya PARC saja yang dijiplak, tapi juga desain mouse yang saat itu masih sangat sederhana.

Jobs said these, years later:

“If Xerox had known what it had and had taken advantage of its real opportunities,”

“it could have been as big as I.B.M. plus Microsoft plus Xerox combined—and the largest high-technology company in the world.”

kalau anda adalah pemilik Xerox, yang sudah melakukan riset bertahun-tahun dan akhirnya berhasil membuat prototype Parc dan setelah itu dijiplak, kemungkinan besar anda akan tersinggung apabila dikatakan bahwa ide anda tidak berharga.

bagaimana rasanya ketika ide anda dijiplak?

tanyalah pada pemilik ide yang mempromosikan idenya dan menggalang dana secara crowdfunding, hanya untuk mendapati ide mereka sudah langsung dibajak & ada di pasaran Cina 5 hari s/d 1 minggu kemudian setelah mereka posting ide bisnis mereka di Kickstarter & IndieGogo.

4. GoFood & OVO

apabila misalnya Gojek belum ada layanan GoFood & Lippo belum mempunyai layanan OVO, lalu anda datang ke mereka dan memberikan ide membuka GoFood & OVO — maka ide ini akan dapat direalisasikan, karena Gojek & Lippo sudah memiliki team, capital dan sumber daya yang kuat.

tapi kalau anda mencoba membuka startup baru seperti GoFood & OVO sendiri, tentu akan kesulitan dan berdarah-darah.

jadi kalau saya lebih suka memandang bahwa, bukan idenya yang jelek/tak bernilai, tapi ide itu membutuhkan tangan yang tepat & momentum yang benar untuk dapat dieksekusi.

ditangan yang salah ide tersebut kering kerontang. di tangan yang tepat ide tersebut berbuah lebat.

5. Digital Camera

banyak orang terlalu menyederhanakan kasus disrupsi Digital Camera dan menyalahkan Kodak yang tidak mau berubah, sehingga akhimya industri Digital Camera dikuasai oleh Sony Canon & Nikon — padahal permasalahan yang dihadapi Kodak sebetulnya tidaklah sesederhana itu.

anda bisa bayangkan ketika di tahun 1981 baru ada resolusi CGA 320×200 dengan hanya 16 wama,

sedangkan Digital Camera pertama kali ditemukan oleh Kodak pada tahun 1975 dengan berat 3.6KG dan resolusi 0.01 MP (10 ribu pixel, kira-kira resolusi 100 x 100 pixel).

maka kira-kira seperti apa warna dan gambar yang bisa ditampilkan oleh Digital Camera pertama?
kamera digital yang ditemukan oleh Kodak adalah masih jauh dari siap untuk dipasarkan ke consumer.

dan ketika era digital sudah mulai nge-trend, Kodak tidak mempunyai akses ke dunia digital sebagaimana layaknya Canon & Sony, karena Kodak sejatinya adalah chemical company yang memiliki fokus produk roll film dengan harga yang terjangkau.

ide digital camera sebetulnya adalah ide yang bagus.
namun ide ini menjadi sulit terealisasi ketika berada di tangan yang salah.

di tangan Sony & Canon yang merupakan digital company, konsep digital camera dapat berkembang. namun ide yang sama di tangan Kodak the chemical company, ide tersebut tidak dapat berkembang.

ide sejatinya [bisa] punya nilai yang tinggi, asalkan berada di tangan yg tepat.
ketika ide berada di tangan yang salah, nilai ide itu tidak seharusnya berkurang, tapi orangnya/company-nya saja yang tidak tepat.

6. Pre-seed funding

ada tahapan pendanaan startup yang bernama Pre-Seed, dan pada tahap ini pendanaan bisa diberikan kepada calon founder yang bahkan belum punya prototype.

jadi masih berupa ide, tetapi tentunya bukan hanya sekedar ide saja, tapi juga disertai dengan validasi-validasi hipotesa, dan akan lebih membantu apabila sudah disertai dengan team kecil yg solid.

ide ditambah dengan “sedikit” effort, akan bisa mendapatkan pendanaan. sehingga sulit bagi saya untuk percaya bahwa ide itu tidak bernilai, meskipun memang banyak ide di pasaran yang, well, pasaran, dan tidak bernilai.

7. “yang bernilai adalah eksekusinya”

misalnya ada si Andi yang ingin punya bisnis online, tetapi ia tidak ada bayangan bagaimana memulainya. lalu ada si Christina yang memberikan tutorial bisnis online.

tutorial yang diberikan Christina ini sebenarnya adalah ide bisnis reseller/affiliate yang umum, tetapi tidak semua orang punya akses ke pengetahuan tersebut.

si Andi beli paket tutorial premium dari Christina, dan kemudian Andi berhasil sukses setelah menjalankan tutorial yang diajarkan. tentu, yang mahal adalah eksekusinya oleh Andi.

tetapi hal ini tidak menjadikan tutorial yang diberikan Christina menjadi tidak bemilai, bukan?
karena Christina berhasil mengeset harga untuk tutorialnya, dan ada banyak Andi yang mau beli.

kalau anda mempunyai ide, berhati-hatilah kepada siapa anda mempresentasikan ide tersebut. karena ide itu berharga di tangan yang tepat.

apabila pihak yang dipresentasikan memiliki sumber daya yang kuat, mereka akan dapat mengeksekusi ide anda, tetapi di startup pitching kan kita harus mempresentasikan ide kita?

bahkan investor tidak akan ada yang mau kalau disuruh menandatangani NDA (Non Disclosure Agreement, perjanjian tidak membuka rahasia).

yup. ide itu sebenarnya berharga. dan dapat dicuri. dan dapat dieksekusi oleh orang Iain.

setidaknya ide anda akan berharga bagi pihak yang akan mengeksekusi ide anda namun memang anda tidak punya banyak pilihan Iain kalau anda mau mencari pendanaan dari mereka.

brilliant idea

brilliant idea di tangan orang (founder startup) yang salah? ada. dan banyak.
brilliant people tapi mengeksekusi ide yang biasa-biasa saja? ada juga. dan banyak.

hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya eksekusi saja yang penting, tetapi seperti apa ide-nya, juga memegang peranan penting.

idea + right people = 💰
same idea + wrong people = no 💰

memang sulit untuk memisahkan konsep antara yang membuat menjadi tidak ada nilainya itu adalah ide-nya, atau sebenarnya adalah orangnya.
tapi saya lebih suka melihat bahwa yang membuat ide tersebut tidak berharga adalah orangnya, bukan ide-nya.

penutup

demikian pandangan saya: sebagian besar ide memang tidak berharga. tapi ada ide-ide tertentu, yang spesifik, akan bisa menjadi berharga di tangan orang yang tepat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *