Tesla only deal with the excellent 2 min read
apa yang membuat Tesla bisa jadi salah satu perusahaan yang paling bernilai hari ini?
mengenyahkan subkontraktor.
berikut yang disampaikan Musk:
“Jumlah perusahaan kontraktor pihak ketiga yang kami gunakan tak terkendali,”
“Kami akan membersihkan teritip di bagian itu. Kami memiliki teritip di atas teritip1. Jadi akan ada banyak pembersihan teritip*.”
“Saya kecewa mengetahui banyaknya perusahaan kontraktor yang saling terkait di seluruh Tesla. Sering kali, ini seperti boneka Rusia yang terdiri dari kontraktor, subkontraktor, sub-subkontraktor, dll, sebelum Anda akhirnya menemukan seseorang yang melakukan pekerjaan yang sebenarnya.”
“Semua perusahaan kontraktor harus menganggap minggu depan ini sebagai kesempatan terakhir untuk menunjukkan keunggulan2. Tiap perusahaan yang gagal memenuhi standar keunggulan Tesla akan diputus kontraknya.”
pelajaran
hal apa yang dapat kita pelajari?
- Elon Musk menerapkan standar tinggi
- Elon Musk tidak membenarkan yang biasa, tetapi membiasakan yang benar.
- Musk mengambil kontrol atas perusahaan kontraktor
perusahaan seperti Tesla harus berurusan dengan banyak perusahaan lain.
kalau dari sudut pandang karyawan, yang penting perusahaan lain ini bisa memenuhi kebutuhan bahan baku Tesla, cukup.
tapi dari sudut pandang Musk, faktor harga juga penting.
Musk ingin benar-benar berurusan dengan perusahaan paling dasar, dan bukannya perusahaan-perusahaan broker / penengah / kontraktor (yang bisa sampai tangan ke 2 dan 3).
apabila standar Musk sekedar baik saja (good but not great), selama bahan bakunya bisa diperoleh, itu sudah cukup. tapi Musk menetapkan standar tinggi.
yang terakhir, Musk mengambil kontrol: ia meminta perusahaan kontraktor tersebut menunjukkan excellence.
Musk tak sekedar, oh bahan baku yang ada di pasaran adanya dari perusahaan A. ya sudah kita ambil saja apa yang tersedia dari A.
tidak. bukan begitu.
Musk meminta perusahaan-perusahaan itu mengikuti ketentuan Tesla. dan tentunya ketentuan ini standarnya tinggi. Tesla yang take the lead, yang memimpin, yang mengatur.
take the lead
di dalam bisnis, kalau kita menerima banyak hal-hal sebagaimana adanya (as it is) — maka itulah yang akan kita dapatkan.
ya kita akan jadi biasa-biasa juga. tapi kalau kita mau hasil yang baik, itu berarti kita harus take the lead.
kalau mau orkestranya berjalan dengan baik,
maka kita harus mengambil alih peran konduktornya,
take the lead,
punya standar tinggi,
dan membiasakan yang benar.
bukan membenarkan yang biasa.