pentingnya visi besar pada startup 6 min read

kalau ada satu hal yang sangat berpengaruh pada startup, itu adalah visi.

mengapa visi bisa jadi sepenting itu?

efek visi besar

ketika visimu besar, dan orang bisa melihat bahwa engkau punya jalan untuk mencapainya, mereka akan tertarik ke startupmu.

sebaliknya, visi yang kecil, tidak memberikan cukup ruang bagi orang-orang untuk bertumbuh.

visi yang besar akan menarik orang. baik itu team maupun investor, dan orang-orang lain yang akan membantumu mencapai visi itu.

vision fund

apa yang membuat masayoshi son invest $1.1b ke toped?

ia hanya bertanya satu pertanyaan penting ke WT: apa visimu dengan toped? apa yang ingin dicapai dalam beberapa waktu ke depan?

investor melihat visi yang besar, merasa hal tersebut bisa dicapai dengan adanya uang sebagai fuel, dan mereka invest.

softbank adalah venture capitalist, dan mereka menggalang dana (fund) dari client mereka, menyalurkannya ke startup-starup. dan apa nama fund dari softbank?

Vision Fund.
mereka mendanai visi.

google

apakah google akan membeli youtube dari founder awal youtube kalau google tak punya visi bahwa youtube akan menghasilkan billions of usd dari dominasi youtube dan lewat iklan 10-15 tahun kemudian?

mungkin tidak.

startup saya

apakah seorang relasi saya (yang cenderung baru kenal) akan berinvestasi ke startup saya untuk biaya operasional 1.5 tahun hanya lewat cerita sambil lalu saja (tanpa pakai pitch deck atau presentasi) kalau visi startup-nya tidak besar?

mungkin tidak.

di satu startup saya sebelumnya beberapa tahun lalu, saya juga sempat membangun founding team.

salah satu orang yang saya rekrut adalah, seseorang yang posisi resminya adalah general manager dari sebuah perusahaan. sebetulnya ia adalah key person terpenting dari perusahaan itu, sering kali mengamankan order perusahaan yang membuat mesin produksi mereka beroperasi penuh selama 1.5 tahun ke depan, juga semua operasional perusahaan pada dasamya diserahkan ke dia.

ia mengatakan bahwa kalau segalanya lancar, dalam 2-3 tahun perusahaannya akan IPO dengan nilai kapitalisasi pasar mendekati 1 triliun, dan ia sangat mungkin akan jadi wakil direktur.

beberapa orang lainnya yang saya rekrut sebagai founding team, berasal dari reputable university, IPK di atas 3.5, dan bukan hanya bagus secara akademis, tapi mereka juga sukses di pekerjaan sebelumnya, yaitu pemah memimpin team dengan jumah bawahan mendekati 100 orang — meski bukan direct
subordinate.

bukan hanya kualifikasi yang tinggi, tapi hanya untuk bergabung ke founding team, mereka semua juga bersedia turut menanamkan modal senilai ratusan juta ke startup yang baru dalam tahap ide. how cool is that?

meski startup saya yang ini akhimya tak berhasil mencapai tujuannya karena sesuatu hal (i have learned what doesn’t work & fixed it since then), tapi hal ini menunjukkan betapa pentingnya visi dalam sebuah startup.

visi yang besar memungkinkan anda merekrut orang-orang dengan kualifikasi tinggi.

bisnis online

visi juga adalah satu hal yang membedakan antara bisnis online dan startup.

bisnis online hidup di masa hari ini. mereka tidak tahu 10, 15 tahun ke depan mau jadi apa. mereka tidak punya roadmap jauh ke depan.

startup tahu dengan pasti, apa saja yang ingin mereka capai dalam jangka panjang, dan bagaimana jalan untuk mencapainya.

tentu ada juga startup yang tidak punya visi jangka panjang dan berhasil, seperti facebook dengan “overnight success”-nya, tapi startup seperti ini jarang terjadi.

membangun visi

langkah pertama untuk membangun visi yang besar adalah, berpikir besar.

visi pertama anda mungkin tidak akan kelewat besar. kita sebut saja visi pertama ini dengan nama visi 1.0.

seiring berjalannya waktu, ketika anda tidur, bangun, bemafas, dan anda terus memikirkan tentang startup anda, anda akan menemukan berbagai jalan lain untuk membuat visi anda semakin lengkap. semakin powerful. semakin naik ke level yang lebih tinggi.

ini akan jadi visi anda versi 2.0, 3.0 dan 4.0.

karena ketika anda memikirkannya cukup sering & intense, tiba-tiba segala potongan puzzle akan muncul dan melengkapi gambaran yang awalnya kecil, menjadi gambaran yang lebih besar dan jelas.

tiba-tiba ada sumber revenue yang bisa ditambahkan. tiba-tiba ada strategi baru yang bisa diinject. dan lain yang akan melengkapi puzzle-nya.

anda tidak mungkin mencapai visi 4.0 kalau anda tidak punya visi 1.0. dan anda tidak mungkin punya visi 1.0 kalau anda tidak berani berpikir besar.

DCF

salah satu metode perhitungan valuasi startup yang digunakan investor bemama “Discounted Cash Flow”.
ia menghitung estimasi besar pendapatan anda di 10 tahun lagi, berasumsi akan ada sedikit kegagalan dan penghasilan yang lebih rendah, dan mengurangi valuasi startup anda dari situ.

jadi besar nilai investasi anda di hari pertama startup akan ditentukan dari perhitungan ini. nilai investasi awal startup anda, tergantung dari seberapa besar mimpi anda di 10, 15 tahun kemudian.

mau startup anda nilainya lebih tinggi? milikilah visi yang lebih besar.

simulasi perhitungan

ketika anda sudah memiliki mimpinya,

barulah anda akan mulai meng-iterate segala sesuatunya dari situ. anda memulai memasukkan angka-angka ke dalam mimpi anda.

saya sering mengevaluasi pitch deck founder startup lain. dari yang bagus & masuk akal, sampai yang sama sekali ga masuk akal. mereka menaruh valuasi besar tapi ngawur di pitch deck mereka.

misalnya, ada yang minta investasi 500 juta pada valuasi 10 miliar, which is fine.
tapi ketika ditanya, apa dasar perhitungannya?

mereka menjawab, karena nanti akan ada x users, dan masing-masing user akan menghasilkan $y profit.

ketika saya menghitung x users dikalikan dengan $y profit ini, nilainya jauh lebih kecil daripada perhitungan valuasi jangka panjangnya.

atau supaya tiap user bisa menghasilkan $y profit ini, berarti startup harus mengambil komisi transaksi 30%, padahal standar industri cuma 10%, misalnya.

jadi ini bikin tidak masuk akal. semua perhitungan harus dicek ulang.

visualisasi

ada juga pitch deck dari founder startup lain yang, supaya valuasi startup dia tercapai, maka temyata dibutuhkan user yang jumlahnya lebih besar daripada jumlah penduduk di indonesia 🤣

banyak founder tak dapat menjelaskan argumen valuasinya jangka panjangnya. banyak dari mereka hanya ingin dapat investasi besar saja.

perhitungan mereka hanya di level 1 layer saja, dan akan kacau kalau dilanjutkan ke layer yang lain.

visi besar, harus didukung dengan visualisasi yang benar.

terkadang semua proyeksi startup dalam sebuah presentasi itu belum tentu terjadi.

tapi keberadaan proyeksi ini penting: ini menentukan apakah founder meminta sesuatu yang masuk akal, dan angka-angkanya semuanya masuk akal begitu angka mulai dimasukkan, atau justru tidak realistis.

bermimpilah

visi adalah tujuan akhir.

tujuan akhir ini penting: apakah anda akan berada di tanah berumput hijau yang subur, atau berakhir di gurun yang tandus. ini akan menarik orang untuk ikut ke perjalanan anda.

tapi langkah-langkah & persiapan anda menuju ke sana tak kalah pentingnya.
tanpa visualisasi langkah yang realistis & sedetail mungkin, visi hanyalah tinggal mimpi.

jadi: bermimpilah.
tapi. jangan. pernah. ngawur.

tetaplah menjejak ke tanah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *