menyingkirkan partner kerja 3 min read

ini tentunya bukan hal yang baik untuk dilakukan.

tetapi ada event dalam sejarah yang pernah mencatat ini terjadi. yaitu ketika zuckerberg menendang eduardo saverin, co-founder awal di Facebook.

momen ini menjadi salah satu highlight di film Social Network yang menceritakan kisah pendirian FB.
hal ini bagus untuk kita pelajari supaya kita berhati-hati tidak jatuh ke dalam lubang yang sama.

apa yang sebenarnya terjadi

alasan zuck menendang saverin pada waktu itu adalah:

  1. saverin sudah tidak aktif / mengerjakan proyek lain di kota lain
  2. saverin menjalankan iklan ilegal di platform FB untuk mempromosikan pekerjaan lain yang ia lakukan
  3. saverin seharusnya bertanggung jawab mencari pendanaan tetapi ia gagal dalam melakukan hal itu.
  4. peter thiel berencana berinvestasi ke FB tetapi berkeberatan dengan adanya saverin yang tidak bekerja.

menyingkirkan partner kerja bukanlah hal yang mudah, apabila kalau mau melakukannya secara legal.

secara hukum, saverin merupakan partner kerja zuck yang sah, yang juga sama-sama memiliki equity (saham) di FB. memaksa saverin menjual sahamnya akan dapat menyebabkan zuck
berurusan dengan hukum.

jadi zuck perlu bermain dengan halus, demi menghindari masalah hukum.

bagaimana cara zuck melakukannya

  1. awalnya saverin punya 30% equity di FB
  2. zuck membuat perusahaan baru (bersama thiel) di Delaware, mengakuisisi perusahaan FB yang awal.
  3. saverin mendapatkan 3 juta saham baru, tapi dengan persyaratan saverin harus menyerahkan hak IP (intellectual property) dan hak voting.
  4. equity yang dimiliki saverin tinggal 24%, tanpa hak voting.
  5. saverin yang sudah tidak aktif mengurusi FB, mendengar tawaran ini langsung setuju tanpa banyak berpikir panjang.
  6. dengan hak voting dikuasai oleh zuck, artinya zuck sebagai direksi / board of director berhak menerbitkan saham-saham baru. semua cara yang dilakukanpun legal / memenuhi persyaratan hukum.
  7. dengan adanya saham baru yang diterbitkan untuk investor & zuck, komposisi equity investor & zuck tetap terjaga, tetapi sedikit demi sedikit equity saverin habis terdilusi, dan saverin tidak menyadarinya karena tinggal di kota yang berbeda menyebabkan internal FB sudah tidak berada dalam radarnya lagi.

the aftermath

sehingga ketika saverin sadar, equity saverin di facebook sudah tersisa hanya 0.3% saja.

pada akhirnya saverin menuntut zuck secara hukum, dan setelah berlangsung cukup lama, akhirnya kedua belah pihak bersedia untuk berdamai.

saverin tetap menjadi orang kaya meskipun equity-nya tersisa sedikit, karena company valuation FB memang begitu besar.

kini saverin tinggal di singapore (mungkin karena faktor pajak?), invest di berbagai macam startup, termasuk salah satunya adalah Tech in Asia yang menjadi media startup yang cukup terkenal.

30% ke 0.3% artinya kepemilikan saverin terdilusi 100x lipat di FB. apa yang terjadi pada saverin dapat terjadi pada investor manapun / pemilik perusahaan juga.

moral of the story

dari kasus ini kita belajar bahwa voting right adalah hal yang bisa sangat penting untuk dimiliki sebagai pemilik perusahaan.

selain voting right, juga bisa dibaca-baca lebih jauh mengenai “preemptive purchase right“, yang memberikan hak pada shareholder untuk membeli saham baru yang diterbitkan untuk menghindari dilusi pada equity mereka.

Understanding Preemptive Rights: Protect Your Investment in New Stock



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *