Melindungi diri terhadap investor agresif 4 min read

secara umum, founder perlu berhati-hati agar bisnisnya tidak jatuh ke tangan investor agresif yang biasanya akan menegosiasikan porsi kepemilikan yang lebih besar daripada nilai investasi yang ditanamkan.

kalau punya porsi kepemilikan yang lebih besar, investor dapat memengaruhi bahkan menentukan arah pengelolaan dan kontrol bisnis. misalnya ini terjadi pada kasus Rio Tinto (salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia) di mana investor mayoritas mengambil alih proses penunjukan ketua dewan direksi. tanpa langkah pencegahan yang tepat, investor agresif bisa saja menyingkirkan founder dan sepenuhnya mengambil alih bisnis.

karena itu, ketika melakukan pitching kepada VC atau pemberi pinjaman, founder perlu mengamankan syarat yang menguntungkan dan mendapatkan kesepakatan yang adil. jadi Founder sebaiknya mengambil beberapa langkah pencegahan berikut agar kepentingannya tetap terlindungi.

berikut adalah cara-caranya:

1. Perjanjian antar Pemegang Saham

Shareholders’ agreement adalah perjanjian antara sebagian atau seluruh pemegang saham yang mengatur kepemilikan, tata kelola, serta relasi antar pemegang saham. ini dokumen yang sangat penting bagi founder untuk melindungi kepentingannya.

Penyertaan klausul-klausul tertentu dalam perjanjian tersebut dapat mencegah perusahaan dikuasai “sharks” dan tetap menjaga posisi founder, meskipun sebagian besar kepemilikan sudah berada di tangan investor.

a. Perlindungan minoritas

ketika melakukan fundraising, founder (terutama yang kekurangan modal dan sangat membutuhkan pendanaan) bisa saja tanpa sengaja menerima tawaran yang merugikan. akibatnya, investor mungkin menjadi pemegang saham mayoritas sementara founder menjadi minoritas.

dengan adanya klausul perlindungan minoritas dalam shareholders’ agreement, kepentingan founder tetap dapat dijaga.

b. Pengelolaan regulasi dan finansial

melalui shareholders’ agreement, founder dapat mengatur rencana pendanaan di masa depan, menetapkan peran, tugas, dan kewajiban pemegang saham. ketentuan mengenai pengalihan saham, penerbitan serta penetapan harga saham juga dapat diatur untuk menjaga kepentingan founder.

c. Distribusi dividen

klausul distribusi dividen dapat memastikan perkembangan bisnis tetap berlanjut. Misalnya, menentukan bahwa persentase tertentu dari keuntungan harus diinvestasikan kembali ke perusahaan untuk mencegah investor agresif menguras laba bisnis.

d. non-compete

Shareholders’ agreement juga dapat mencakup klausul yang mencegah pemegang saham bersaing dengan bisnis atau menyalahgunakan rahasia dagang untuk keuntungan pribadi.

perjanjian yang telah ditandatangani biasanya sulit diubah, karena pihak yang diuntungkan oleh kondisi saat ini biasanya enggan menyetujui perubahan. karena itu, sangat penting untuk membuatnya dengan benar sejak awal.

Founder sebaiknya meminta pendampingan profesional untuk memastikan perlindungan yang memadai. pendampingan tersebut mencakup penjelasan mengenai langkah hukum yang tersedia serta tindakan yang harus diambil jika ada pemegang saham yang melanggar.

2. Business Plan

pentingnya business plan bagi startup tidak berlebihan.

selain menjadi bahan pertimbangan investor, business plan membantu founder menentukan jumlah modal awal dan kebutuhan pendanaan di setiap tahap perkembangan bisnis / ronde pendanaan.

analisis finansial dalam business plan membantu founder membuat proyeksi pendapatan, menentukan pengeluaran yang diperlukan (termasuk aset yang harus dibeli), serta membuat proyeksi finansial secara keseluruhan.

dari informasi tersebut, founder dapat menilai nilai yang dibawa investor melalui pendanaan yang ditawarkan dan lebih siap menegosiasikan syarat yang menguntungkan.

jadi, penting bagi founder untuk memiliki business plan sebelum berbicara dengan investor.

3. Dapatkan investasi secukupnya

jangan menggigit lebih dari yang bisa dikunyah.

Founder sebaiknya mencari investasi seperlunya, “lebih banyak uang” tidak selalu berarti peluang sukses lebih besar. jika founder tidak mampu mengelola dana dan risiko ekspansi dengan baik, bisnis justru bisa gagal.

di tahap ekspansi, startup bisa jadi lebih baik berkembang melalui pendapatan yang dikelola dengan baik dibandingkan pendanaan eksternal. cara ini menjaga kontrol dan kepemilikan tetap berada di tangan founder.

saat cari pendanaan, founder harus mempertimbangkan rencana jangka panjang bisnis dan hanya mengambil dana sebesar yang benar-benar dibutuhkan dan mampu dikelola.

4. Adopsi Struktur Legal dan Model Tata Kelola yang Tepat

ada berbagai jenis struktur perusahaan, masing-masing dengan hak dan konsekuensi yang berbeda.
gunakan struktur hukum PT, di mana ini dapat memisahkan antara aset perusahaan dan aset pribadi sehingga aman bagi Founder, dan menyediakan struktur kepemilikan saham.

Founder juga harus pertimbangkan dengan matang komposisi dewan direksi (“Board”), yang merupakan organ pengambil keputusan utama perusahaan.

biasanya, investor yang menanamkan dana besar akan meminta kursi di dewan untuk dirinya atau wakilnya. Founder perlu benar-benar mengevaluasi tawaran pendanaan yang mencakup ketentuan mengenai keanggotaan dewan sebelum menerimanya.

misalnya, posisi investor di dewan komisaris memberikan hak bagi investor untuk mengecek dokumen apapun di perusahaan, termasuk yang dikategorikan rahasia. dan hak ini dilindungi oleh hukum.

5. Gunakan Nasihat Profesional

Founder dari latar belakang IT perlu nasihat di berbagai aspek yang memengaruhi bisnisnya, termasuk struktur modal, penentuan harga saham yang tepat, tata kelola perusahaan yang efektif, serta dokumentasi yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan selama dan setelah negosiasi.

penggunaan jasa profesional memang menimbulkan biaya, tapi biaya tersebut jauh lebih baik dibandingkan risiko kegagalan bisnis atau kehilangan kendali atas perusahaan di masa depan akibat keputusan yang kurang tepat. pastikan founder memilih profesional yang baik dan tepat.

pendampingan profesional membantu founder memasuki proses negosiasi dengan yakin, pemahaman kuat, dan strategi yang matang. dengan informasi yang lengkap, founder dapat menjaga kepentingannya, menghindari kesalahan yang mahal, dan memastikan bahwa setiap langkah pendanaan bagus untuk pertumbuhan startup.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *